Image
Beranda
Follow US:

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sepakati Nota Kesepahaman dengan Menteri LHK Untuk Aksi Nyata Revolusi Mental

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sepakati Nota Kesepahaman dengan Menteri LHK Untuk Aksi Nyata Revolusi Mental

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc, yaitu tentang Sinergi Penyelenggaraan Pemerintahan Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dengan Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Nota kesepahaman ini dilakukan secara desk to desk tertanggal 20 Mei 2022 dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak ditanda tangani.

 

Ruang lingkup Nota Kesepahaman ini diantaranya meliputi: a) Dukungan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dan Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan; b) Dukungan aksi nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental; c) Pertukaran data dan/atau Informasi; dan d) Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia.

 

Sekretaris Jenderal KLHK, Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM telah mensosialisasikan MoU  ini kepada unit kerja lingkup KLHK agar bisa menindaklanjutinya dengan Perjanjian Kerjasama yang lebih teknis maupun kegiatan-kegiatan lain yang mendukung capaian kinerja lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 3 tahun 2022 tentang Kerjasama Dalam Negeri. 

 

Sebagai tindak lanjut, Direktorat Jenderal PDASRH telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Kedeputian di Kemenko PMK dalam memberikan dukungan aksi nyata penanaman 10 juta pohon sebagai Komitmen Pemerintah Indonesia dalam melestarikan alam dan menekan dampak perubahan iklim sekaligus mendorong pembudayaan karakter dan gaya hidup cinta lingkungan. 

 

Kegiatan aksi nyata penanaman 10 juta pohon telah dilakukan secara simbolis di SMP PGRI 3 Denpasar, Bali pada tanggal 24 Mei 2022. Pada peluncuran ini, aksi penanaman juga dilakukan secara serentak di 34 provinsi yang rencananya akan menandai pelaksanaan penanaman disepanjang tahun 2022 hingga 2023 diseluruh wilayah Indonesia. 

 

Pada kesempatan tersebut, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) didukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Pertanian (Kementan) serta para Kementerian Koordinator Program Gerakan Perubahan diantaranya (KemenPANRB) dan (Kemenkopolhukam) secara resmi memulai gerakan bersama menanam pohon. 

 

Melalui MoU ini, Kemenko PMK akan mendorong berbagai lembaga Pendidikan dan Organisasi kemasyarakatan lainnya di Indonesia untuk terus serta aktif dalam upaya penghijauan lingkungan sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental. 

 

"Ini kita lakukan di seluruh Indonesia yang melibatkan seluruh masyarakat, termasuk akademisi, anak-anak sekolah dan juga kelompok masyarakat yang ada di seluruh Tanah Air," ujar Deputi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Didik Suhardi. 

 

Sebagai salah satu program penghijauan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah sejak lama menginisiasi pemeberian bibit secara gratis ke masyarakat. Bibit gratis dari KLHK sebagai bentuk program penghijauan tersebut terdiri dari beraneka ragam jenis tanaman yang tersebar di seluruh Persemaian permanen di Indonesia. Bagi masyarakat yang tertarik mendapatkan aneka bibit pilihan dapat mengajukan permintaan langsung ke lokasi persemaian terdekat dengan membawa fotocopy KTP atau dapat menghubungi persemaiannya terlebih dahulu. (Khulfi)