Image
Beranda
Follow US:

Solusi Atasi Tantangan Permasalahan dan Potensi TWA Danau Matano

Solusi Atasi Tantangan Permasalahan dan Potensi TWA Danau Matano

    Makassar, 13 September 2021. Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) membangun kerjasama dengan Lembaga Adat Mokole Nuha dan PT. Vale Indonesia Tbk. dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama Penguatan Fungsi Taman Wisata Alam (TWA) Danau Matano melalui Konservasi Pesisir Danau dan Pemberdayaan Masyarakat Adat pada Blok Khusus. Penandatanganan dokumen Perjanjian Kerja Sama telah dilaksanakan oleh Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan bersama Ketua Lembaga Adat Mokole Nuha dan Direktur Hubungan Eksternal PT. Vale Indonesia Tbk, dengan disaksikan oleh Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada tanggal 10 September 2021 di Ruang Rapat Dirjen KSDAE, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.

Direktur Jenderal KSDAE, Ir. Wiratno,M.Sc., menyampaikan pesan yang sangat penting dan mendasar, agar “Perjanjian Kerja Sama ini jangan hanya menjadi dokumen saling pengertian antar pihak, tetapi harus menjadi kesepakatan dengan alam dan secara nyata dilaksanakan di tapak’’.  

Selama 4 tahun periode kerjasama (2021 – 2023), program kegiatan yang direncanakan bersama-sama meliputi : pemulihan ekosistem; best practices Agroforestry, Agrosilvo pasture dan Agrosilvo fishery; konservasi jenis aquatik danau dan juga peningkatan kapasitas.

Penyelenggaraan perjanjian kerja sama penguatan fungsi TWA Danau Matano ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal, antara lain TWA Danau Matano adalah satu dari tiga Danau Purba Lagaligo yang termasuk dalam 15 Danau Prioritas Nasional (Perpres 60 Tahun 2021), sehingga perlu mendapat perhatian serius dalam upaya konservasinya. Di samping itu, terdapat kesamaan visi dari Direktorat Jenderal KSDAE dalam hal ini Balai Besar KSDA Sulsel, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, PT. Vale Indonesia Tbk., dan Lembaga Adat Mokole Nuha dalam pengelolaan sumber daya alam dan ekosistem kawasan konservasi secara berkelanjutan. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc., dalam acara penandatanganan PKS di Jakarta (10/9/2021).

Ketua Lembaga Adat Mokole Nuha, Andi Baso A.M. menyampaikan bahwa dengan kerjasama ini memberi peluang kepada masyarakat (Mokole Nuha) untuk membangun daerahnya melalui pengembangan usaha ekonomi agar tidak lagi terlalu bergantung pada industri (tambang) dengan memperhatikan kaidah konservasi.

Sedangkan PT. Vale Indonesia Tbk. sebagai pemegang ijin konsesi pertambangan di sekitar TWA Danau Matano berkewajiban menjaga kelestarian sumber daya alam dan ekosistem di wilayah kerjanya. Direktur Hubungan Eksternal PT Vale Indonesia Tbk., Adriansyah Chaniago menjelaskan bahwa PT. Vale telah beroperasi lebih dari 50 tahun di bidang pertambangan Nikel, dan sangat berkomitmen terhadap program pemberdayaan masyarakat serta kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi lingkungan. Semoga kolaborasi dalam rangka penguatan fungsi TWA Danau Matano ini dapat kita wujudkan bersama.

Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi solusi terbaik dalam mengatasi tantangan berbagai permasalahan dan potensi yang ada di TWA Danau Matano. Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan TWA Danau Matano dan Daerah Tangkapan Air (DTA) sekitarnya antara lain, terjadinya sedimentasi, keberadaan satwa perairan jenis asing yang invasif terhadap spesies endemik “Buttini”, pencemaran sampah domestik dari pemukiman, pembukaan areal DTA untuk kebun dan tingkat kesejahteraan masyarakat yang perlu ditingkatkan.

Di sisi lain, TWA Danau Matano menyimpan potensi sumber daya alam yang sangat penting bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya, yaitu berupa sumber air sebagai penyuplai kebutuhan industri dan energi listrik, air minum, jalur transportasi, sumber pangan (ikan), jasa lingkungan wisata alam yang indah, peluang usaha agrosilvo pastura,  dan pemukiman. Potensi yang sangat besar ini memerlukan upaya konservasi dan pengelolaan yang lestari untuk kesejahteraan masyarakat.

Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan

Penanggung Jawab  Berita: Kepala Subag Data, Evlap dan Humas (Murniaty, S.Hut, M.P.)

Call-Center BBKSDA Sulawesi Selatan (08114600883)