Image
Beranda
Follow US:

Gakkum KLHK Gerebek Lokasi Illegal Logging Di Kawasan Hutan Desa Mandara, Kalteng

Gakkum KLHK Gerebek Lokasi Illegal Logging Di Kawasan Hutan Desa Mandara, Kalteng

Nomor: SP. 296/HUMAS/PP/HMS.3/09/2021

Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Kalimantan, Seksi Wilayah I, Palangkaraya yang didukung oleh Polda Kalteng dan Korem 102 Panju Panjung, menggerebek lokasi Illegal logging di Kawasan Hutan Desa Mandara, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. Dari hasil penggerebekkan, pada Senin (6/9),  tim berhasil menangkap satu orang Pelaku berinisial AS dan mengamankan barang berupa 2 unit gergaji mesin chainsaw, parang, kampak, ganju, dan kayu olahan ilegal.

Operasi tangkap tangan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat tentang adanya aktivitas illegal logging di Kawasan Hutan Desa Mandara. Diketahui, AS tertangkap tangan sedang melakukan kegiatan penebangan pohon dan mengolah kayu dengan menggunakan gergaji mesin/Chainsaw.  Saat ini AS sudah diamankan dan diperiksa sebagai tersangka oleh Penyidik Gakkum KLHK.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK Sustyo Iriyono mengatakan bahwa kegiatan operasi ini sebagai upaya memerangi pembalakan liar di wilayah Barito Selatan. “Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari kegiatan intelijen yang telah memetakan jaringan dan pelaku, cukong kayu ilegal. Operasi ini merupakan bagian dari upaya penindakan kegiatan pembalakan liar yang merusak kawasan hutan yang dapat menyebabkan bencana alam seperti banjir yang saat ini terjadi di wilayah Kalimantan Tengah,” kata Sustyo.

Sementara itu,  Direktur Jenderal Penegakan Hukum LHK, Rasio Ridho Sani, menegaskan bahwa operasi  ini merupakan komitmen Kementerian LHK dalam aksi pemberantasan pembalakan liar dan menyelamatkan keanekaragaman hayati Indonesia dari perusakan dan kepunahan.

“Penyidik kami disamping menetapkan AS sebagai tersangka, saat ini sedang mendalami keterlibatan pelaku, cukong/pemodal dalam kasus ini, termasuk terkait adanya tindak pidana pencucian uang dari kegiatan illegal logging tersebut,” kata Rasio.

Lebih lanjut, Penyidik Gakkum KLHK masih terus mendalami dan mengumpulkan bukti-bukti akan keterlibatan pelaku lainnya. Penyidik Gakkum KLHK telah mengantongi nama-nama yang diduga sebagai aktor intelektual dari kegiatan illegal logging di Kawasan Hutan Desa Mandara.

Penyidik Gakkum LHK akan menjerat AS dengan Pasal 82 Ayat (1) huruf c dan atau Pasal 84 Ayat (1) UU No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, Jo Paragraf 4 Kehutanan UU No. 11 Tahun 2021 Tentang Cipta Kerja dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun, serta denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar.
______________
Jakarta, KLHK, 7 September 2021

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat, KLHK
Nunu Anugrah

Website:
www.menlhk.go.id
www.ppid.menlhk.go.id

Youtube:
Kementerian LHK

Facebook:
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Instagram:
kementerianlhk

Twitter:
@kementerianlhk