Image
Beranda
Follow US:

Pertumbuhan dan Produktivitas Jenis Lokal Gambut, Alternatif Penghasil Serat yang Menjanjikan

Pertumbuhan dan Produktivitas Jenis Lokal Gambut, Alternatif Penghasil Serat yang Menjanjikan

Oleh: Ahmad Junaedi, S.Si, M.Sc

Ahli Peneliti Madya - Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan Kuok

Fokus menemukan jenis alternatif potensial penghasil kayu serat pengganti jenis eksotik Akasia dan Eucalyptus, Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) melakukan berbagai kegiatan penelitian pada beberapa jenis pohon lokal. Penelitian tersebut mencakup aspek ekologi, persyaratan tumbuh, sifat dasar kayu, karakteristik dan teknik silvikulturnya.

Awalnya, jenis alternatif yang diidentifikasi mencakup peruntukannya di lahan mineral (kering) dan lahan gambut. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, hasil yang menonjol dari kegiatan penelitian ini merekomendasikan jenis alternatif penghasil serat dari lahan gambut. Hal tersebut juga menjawab tantangan adanya penurunan produktivitas jenis eksotik Acacia crassicarpa di HTI-serat lahan gambut.

Dengan mempertimbangkan berbagai aspek, tiga jenis lokal lahan gambut yang terpilih untuk diteliti adalah mahang (Macaranga pruinosa), skubung (Macaranga gigantea) dan geronggang (Cratoxylum arborescens). Penelitian ini dimulai dengan membangun plot pada tahun 2011 di Desa Lubuk Ogong, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Sebagai jenis alternatif yang belum banyak diteliti aspek silvikulturnya, pada tahap awal peneliti memilih teknik silvikultur yang biasa digunakan salah satu perusahaan HTI serat di Riau untuk diujicobakan pada ketiganya. Berhubung penelitian aspek pemuliaan ketiga jenis ini juga belum dilakukan, maka bibit yang digunakan berasal dari bibit cabutan di alam.

Pertumbuhan dan Produktivitas

Pengamatan rutin dilakukan setidaknya selama 5,5 tahun yang aman durasi pengamatan ini memadai untuk menilai produktivitas jenis kayu untuk serat. Hasil dari pengamatan tersebut menunjukkan performa jenis lokal yang menggembirakan. Sebagai kayu untuk serat, mahang menunjukkan produktivitas yang menjanjikan yaitu 21,4 m3/ha/tahun (Junaedi, 2020). Produktivitas ini telah melampui target Rencana Litbang Integratif Peningkatan Produktivitas Hutan yang dicanangkan Badan Litbang dan Inovasi KLHK sebesar 15 m3/ha/tahun.

Selain memunculkan jenis mahang dengan produktivitas kayunya yang relatif menjanjikan untuk jenis yang baru diteliti dan berasal dari bibit cabutan di alam, hasil penelitian BP2TSTH pun memunculkan jenis geronggang yang relatif mempunyai kemampuan hidup menjanjikan. Persen hidup ketiga jenis lokal tersebut pada 5,5 tahun jauh lebih baik dibandingkan krassikarpa, yang hanya tinggal 22% (Junaedi, 2020), namun pertumbuhannya masih tertinggal dari krassikarpa. Dari ketiganya persen hidup terbaik ditunjukkan oleh geronggang yaitu 80%.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekurangan geronggang adalah produktivitas kayunya yang masih relatif rendah yaitu 13,1 m3/ha/tahun (Junaedi, 2020). Akan tetapi, karena penelitian ini masih menggunakan bibit cabutan di alam, peluang untuk meningkatkan produktivitas geronggang, salah satunya melalui pemuliaan pohon masih sangat terbuka. Sebagaimana diketahui Eucalyptus spp. di Brazil, sebelum adanya pemuliaan pohon, produktivitasnya adalah 10 – 17 m3/ha/tahun, namun melalui program pemuliaan pohon mampu ditingkatkan menjadi 25–70 m3 /ha/tahun (Gonçalves et al., 2013; Leksono, 2016).

Sebagai informasi, hasil penelitian terkait ketiga jenis alternatif tersebut telah dipublikasikan pada Indonesian Journal of Forestry Research (terindeks Scopus) Volume 5, No.2, 2018 dengan judul “Growth Performance of Three Native Tree Species for Seratwood Plantation in Drained Peatland of Pelalawan District, Riau”. Informasi selengkapnya bisa diperoleh pada artikel ilmiah tersebut.*

___________

Further information:

Research and Development Center for Forest Plant Fiber (BP2TSTH) Kuok

Jl. Raya Bangkinang Kuok Km. 9, Bangkinang, Riau 28294

Tel. 0762 - 7000121, Fax. 0762 - 7000122

E-mail: data.informasi01@gmail.comajunaedi81@yahoo.co.id

 

Penulis : Ahmad Junaedi

Editor : Risda Hutagalung