Image
Beranda
Follow US:

Peran Petugas BKSDA Jakarta Pada Kasus Penyeludupan Burung Dilindungi Oleh Seorang Pilot

Peran Petugas BKSDA Jakarta Pada Kasus Penyeludupan Burung Dilindungi Oleh Seorang Pilot

Jakarta, 8 Mei 2021. Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) di sekitar Jabodetabek sangatlah tinggihal ini dikarenakan Jakarta merupakan sebagai pintu keluar/masuk peredaran yang sangat strategis. Salah satu pintu keluar/masuk tumbuhan dan satwa liar dari dan satu provinsi menjadi sangatlah penting dalam hal pengawasannyaUntuk mencegah peredaran tumbuhan dan satwa liar yang semakin meningkat perlu upaya penanggulangan yang melibatkan para pihak terkait.  Sejalan dengan tujuan tersebutBalai KSDA Jakarta sebelumnya sudah melakukan koordinasi yang baik dengan Satuan Polisi Militer (POM) Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma untuk penindakan dan penegakan hukum terkait perdagangan ilegal satwa yang dilindungi.

Dalam hal ini petugas Resort Jakarta Timur yang berada pada Seksi Konservasi Wilayah I lingkup BKSDA Jakarta sudah menjalin baik terkait pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar. Dalam melaksanakan tugasnya petugas melaksanakan kegiatan patroli maupun koordinasi yang baik dengan pihak pengelola Bandara Udara Halim Perdanakusuma. Hasil kerjasama yang baik antar pihak maka diketahui informasi dari Satuan Polisi Militer (POM) terkait adanya pengiriman ratusan burung dari Sentani Papua ke Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma.

Untuk penanganan kasus yang baik petugas BKSDA Jakarta meneruskan laporan tersebut kepada Balai Gakkum KLHK Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabalnusra). Dan saat ini telah menetapkan AS (50) pilot salah satu perusahaan penerbangan swasta di Indonesia, sebagai tersangka dengan barang bukti 180 burung yang dilindungi dan sudah diserahkan serta diamankan di Pusat Penyelamatan Satwa Tegal AlurJenis dan jumlah burung dilindungi itu antara lain: kakatua raja 6 ekornuri kabare 5 ekorkakatua koki 1 ekorperkici paruh jingga 44 ekornuri bayan 10 ekornuri coklat 8 ekorcenderawasih kuning besar 16 ekorcenderawasih matikawat 2 ekordan kasturi kepala hitam 88 ekorSelama proses penangan kasus tersebut petugas BKSDA Jakarta selalu mendampingi Penyidik Balai Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK Wilayah Jabalnusra yang ikut dalam pelaksanaannya.

Sementara ituKepala Balai Gakkum Wilayah Jabalnusra, Muhammad Nurmengatakan bahwa Penyidik KLHK saat ini sedang mendalami keterlibatan pelaku lainnya terkait penyelundupan dengan Trigana Air. Disamping AS kami menyakini ada pelaku lainnya yang terlibat. Dalam kasus ini ada dugaan keterlibatan Oknum TNI. Proses penegakan hukum terhadap oknum TNI dilakukan POM AU dan POM AD" tambah Muhammad Nur.

Para pelaku diduga melanggar Pasal 40 Jo. Pasal 21 Ayat 2 Huruf a Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnyadengan ancaman pidana penjara maksimum 5 tahun dan denda maksimum Rp 100 juta

Sumber: Balai KSDA Jakarta