Image
Beranda
Follow US:

Grey Water untuk Perkotaan

Grey Water untuk Perkotaan

[FORDA]_Menurut beberapa riset, grey water atau air daur ulang dengan teknologi pengolahan air, berpotensi mendukung sistem pengadaan air yang lestari di perkotaan. Di Pamulang, Tangerang Selatan, sebuah model system dynamics diterapkan untuk mengujinya. Skenario penggunaan grey water dalam model tersebut memperkirakan Pamulang mampu surplus air bersih sampai 2023. 

Informasi ini mengemuka dari riset Alfonsus, yang terbit dalam Jurnal ECOLAB Volume 14 Nomor 2 Tahun 2020.  “Skenario ke masa depan dengan kapasitas moderat, yakni hasil pengolahan grey water dapat mencapai 70?ri konsumsi,”ungkap Alfonsus dalam tulisannya. 

Baca jurnal: Model Pengelolaan Air Bersih di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan

Dalam model pengelolaan air bersih di pamulang yang dibangunnya, peneliti pada Pusat Litbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL) BLI KLHK ini memperlihatkan bahwa simulasi penyediaan air bersih di Pamulang yang hanya mengandalkan sumber air tanah tidak mencukupi kebutuhan penduduk pada tahun 2019. Bahkan, simulasi pemanfaatan sumber dari air permukaan oleh PDAM hanya mampu memenuhi kebutuhan sampai 2020, dan kembali defisit pada 2021. 

Pertumbuhan jumlah penduduk dan terbatasnya sumber air bersih menjadi penyebabnya. Karenanya, skenario penggunaan kembali grey water dapat menjadi alternatif pengelolaan air bersih yang lestari di Pamulang. 

Grey water (GW) adalah  air limbah domestik yang berasal dari air buangan kegiatan rumah tangga dan merupakan  gabungan air limbah yang berasal dari kegiatan cuci pakaian, masak/cuci peralatan masak, kamar mandi, bersih rumah/pel, namun  tidak termasuk yang berasal dari toilet (WC). Dengan dengan teknologi yang tepat, grey water dapat ditingkatkan kualitasnya untuk memenuhi baku mutu. 

Untuk implementasi model yang dibangunnya, Alfonsus menyarankan untuk penyiapan sarana pengolahan air grey water. “Sarana tersebut harus dapat meningkatkan kualitas air, yang dapat mencapai efektivitas 70%. Selain itu, perlu sosialisasi kepada masyarakat, karena sebagian masyarakat masih enggan menggunakan kembali grey water untuk memenuhi kebutuhan domestik,”tutupnya pada akhir artikel. 

Terkait riset air bersih di perkotaan, Litbang dan Inovasi (BLI) melalui P3KLL sejak 2015 telah melakukan Riset Penelitian dan Pengembangan Integratif (RPPI) tentang pola konsumsi dan produksi berkelanjutan (Sustainable Consumption and Production, SCP). RPPI ini bertujuan menjawab pertanyaan tentang keberlanjutan pemanfaatan sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan domestik. 

Fokus pada RPPI ini adalah pada sumberdaya air, terutama kebutuhan air pada masyarakat urban dan peningkatan kualitas air yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat urban.  Hasil risetnya antara lain Pola Konsumsi Air pada Perumahan Teratur (Studi di Tangerang Selatan) dan Efektivitas Multimedia dalam Biofilter pada Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga. 

Ketersediaan air bersih di perkotaan yang hanya mengandalkan air tanah lambat laun akan menghadapi kelangkaan serta berdampak pada lingkungan sehingga perlu memanfaatkan air daur ulang (grey water) sebagai solusi alternatif selain memanfaatkan air tanah dan air baku PDAM.*(NC)

Catatan:

  • Baku mutu air (standar kualitas air) adalah baku mutu yang ditetapkan berdasarkan sifat-sifat fisik, kimia, radioaktif maupun bakteriologis yang menunjukkan persyaratan kualitas air tersebut.
  • Air bersih adalah untuk Keperluan Higiene Sanitasi adalah air dengan kualitas tertentu yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya berbeda dengan air minum (Permenkes RI No. 32 Tahun 2017).

Informasi lebih lanjut:
Pusat Litbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan

Kawasan Puspiptek Serpong Gd. 210, Jalan Raya Puspiptek Serpong, Muncul, Serpong, Muncul, Tangerang Selatan, Kota Tangerang Selatan, Banten 15314
Website http://p3kll.litbang.menlhk.go.id/

Informasi jurnal:
Portal Publikasi Badan Litbang dan Inovasi
Jurnal ECOLAB
Website https://ejournal.forda-mof.org


Penulis : Nurva Chaily

Editor : Dyah Puspasari