Selain temuan flora, sebanyak 73 jenis burung berhasil diamati tersebar dari hutan karst tepi pantai sampai perbukitan.

"Jenis-jenis yang umum ditemukan di areal pantai adalah perling kumbang (Aplonis panayensis), cekakak sungai (Todiramphus chloris), dan tekukur (Streptopelia chinensis). Sedangkan jenis-jenis merbah cerukcuk (Pycnonotus goiavier), merbah corok-corok (Pycnonotus simplex), dan sempur hujan darat (Eurylaimus ochromalus) lebih sering ditemukan di kawasan Hutan Karst perbukitan," jelas Mukhlisi, Peneliti Satwa Balitek KSDA.

Potensi mamalia berdasarkan catatan pengamatan jejak dan bekas cakaran di lapangan, diantaranya satwa kijang muncak (Muntiacus muntjak), rusa sambar (Rusa unicolor), pelanduk (Tragulus spp), babi hutan (Sus barbatus), serta beruang madu (Helarctos malayanus).

"Pola distribusi mamalia di hutan karst tersebar secara tidak merata sebab mengikuti sumber-sumber air yang terkonsentrasi di tempat-tempat tertentu saja," lanjut Mukhlisi.

Pengamatan herpetofauna dilakukan pada malam hari mengikuti perilaku alami kelompok satwa tersebut yang cenderung aktif di malam hari. Pengamatan juga dilakukan pada siang hari untuk melengkapi data pengamatan malam hari. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa keragaman herpetofauna di Teluk Sumbang cukup rendah.

"Kondisi ini disebabkan minimnya sebaran sumber air yang tersebar merata di seluruh hutan, sedangkan jenis-jenis herpetofauna dari kelompok amfibi membutuhkan keberadaan air untuk bertahan hidup," jelas Teguh Muslim, Peneliti Herphetofauna Balitek KSDA.

Beberapa jenis herpetofauna yang ditemukan dalam pengamatan ini lebih dominan dari kelompok reptil. 4 jenis reptil endemik Borneo yang ditemukan di sana, yaitu: Gonocephalus bornensis (Agamidae), Cyrtodactylus ingeri (Gekkonidae), Dasia vittatum (Scincidae), Sphenomorphus multisquamatus (Scincidae).***

Penulis : Agustina DS
Editor : Risda Hutagalung