BP2LHK Aek Nauli _Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli saat ini sedang mengembangkan aplikasi pengenal identitas pohon dengan branding “Astri” yang merupakan akronim dari “Ask the Tree”. Dengan cara yang lebih simpel dan hemat biaya karena tidak perlu plang nama dari seng yang mahal, aplikasi ini merupakan modifikasi pelabelan yang sudah dilakukan sebelumnya.

Menurut Kepala BP2LHK Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si, aplikasi Astri tersebut dikembangkan setelah melihat potensi Arboretum dan KHDTK Aek Nauli yang semakin banyak dikunjungi, terutama oleh kalangan sekolah dan perguruan tinggi yang melaksanakan aktifitasnya seperti camping, edukasi, kuliah lapangan, maupung magang. Dengan menggunakan Astri ini, pengunjung bisa dengan mudah mengetahui berbagai data dan informasi pohon yang menjadi obyek kegiatan mereka, meski tanpa penjelasan langsung dari pemandu. 

“Apapun yang ingin diketahui tentang pohon tersebut, tinggal ditanya melalui aplikasi Astri. Yang muncul nantinya bukan keseluruhan data dan informasi pohon, tapi hanya bagian-bagian datanya saja,” kata Pratiara.

“Sudah hal umum di kita, kalau kita itu sifatnya mau serba tahu, tapi malas kalau disuruh membaca yang ribet dan panjang, makanya Astri ini hanya memberi tahu jawaban apa yang kita tanya dan kita mau. Jadi lebih cepat dan simpel,” tambahnya.

Staf BP2LHK Aek Nauli, Alharis Muslim yang mengembangkan aplikasi Astri, menyampaikan bahwa Astri merupakan aplikasi online pengenal identitas pohon yang masih berbasis QR Code, namun dikoneksikan dengan aplikasi Messenger dari Facebook, sehingga siapapun yang memiliki akun Messenger dari Facebook, dapat menggunakan layanan Astri ini.

“Aplikasi Astri ini dikembangkan dengan menggunakan rancang bangun aplikasi pintar, sehingga akan memungkinkan pengunjung nantinya dapat bertanya dan berbincang langsung kepada pohon yang telah kita siapkan database informasinya,” ujar Alharis.

Lebih lanjut Alharis menjelaskan bahwa kunci utama dari pembuatan aplikasi Astri ini adalah dengan penyematan program pintar pada programnya, atau lebih dikenal dengan System AI (Analytical Intelligence).

“Dengan menyematkan system AI pada program dan databasenya, ketika digunakan, data yang akan ditampilkan oleh aplikasi bukan data pohon secara keseluruhan, melainkan dipilah sesuai dengan pertanyaan yang dituliskan oleh pengguna nantinya,” tambahnya.

Terkait itu, Peneliti BP2LHK Aek Nauli yang menjadi Koordinator Pengelola Arboretum Aek Nauli, M. Hadi Saputra, S.Hut, M.P.W.K, M.Sc, menyampaikan bahwa Astri ini pertama akan diujicobakan di Arboretum Aek Nauli dulu, baru kemudian diperluas di KHDTK Aek Nauli.

“Saat ini sedang proses pengumpulan dan input data pohon-pohon yang ada di Arboretum, sudah ada sekitar 3 jenis pohon yang sudah selesai datanya sebagai prototipe dari target kita sekitar 50 jenis pohon tahun ini,” kata Hadi.

”Masih banyak yang perlu kita tambahkan dan sempurnakan. Semoga sekitar awal Juni nanti sudah bisa 25 jenis pohon yang selesai diinput dan dipasang labelnya di Arboretum, dan akhir tahun akan bertambah 25 jenis pohon lagi,” pungkasnya.***MB

Sumber: Litbang KLHK