Nirwasita Tantra 2016

admin 16:26:57 Lingkungan Hidup dan Kehutanan
img

 

Hasil Penilaian Nirwasita Tantra Award 2016

Selengkapnya dapat dilihat pada halaman berikut ini : Hasil Penilaian Nirwasita Tantra Award 2016

 

Wagub Terima Penghargaan Nirwasita Tantra 2016

jabarnews.com - Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2016, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menerima Penghargaan Nirwasita Tantra 2016 Tingkat Provinsi,pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2016 Tingkat Nasional di Istana Siak Sri Indrapura Provinsi Riau, Jumat (22/07/16).

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Deddy mengatakan penghargaan ini bukan target, kita melakukan pelestarian lingkungan agar tidak dzalim kepada generasi berikutnya.
Nirwasita Tantra Award adalah penghargaan dari pemerintah terhadap Kepala Daerah (Gubernur dan Bupati/Walikota) yang dinilai memiliki kepemimpinan yang mampu merumuskan dan menerapkan kebijakan dan program kerja berbasis pembangunan berkelanjutan guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya.
Penilaian penghargaan Nirwasita Tantra didasarkan atas dokumen status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD), yaitu Dokumen yang menyatakan kondisi, permasalahan, dan kebijakan dan/atau program yang ditetapkan dan diterapkan oleh Daerah dalam melakukan pengelolaan lingkungan hidup di daerahnya.

Wapres Jusuf Kalla mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi kepada seluruh pejuang lingkungan dan berharap penghargaan yang diraih dapat menginspirasi dan mendorong perbaikan kualitas lingkungan hidup oleh seluruh masyarakat serta bermanfaat bagi generasi mendatang.
Wapres Jusuf Kalla dalam sambutannya mengingatkan agar kita terhindar dari “kutukan sumberdaya alam” dimana sebuah negara yang kaya akan sumberdaya alam justru mengalami bencana akibat pengelolaan lingkungan hidup yang tidak tepat.
Lebih lanjut lagi Wakil Presiden RI mengatakan bahwa lingkungan hidup sudah berubah maka kehidupan juga berubah. “Dulu memiliki gading gajah dan kulit harimau adalah kebanggaan, sekarang menjadi musuh dunia,” katanya.
Pada tahun 2016 ini, terdapat 57 Kabupaten/Kota nominator Penghargaan Nirwasita Tantra Tingkat Kabupaten/Kota dan 29 Provinsi nominator Penghargaan Nirwasita Tantra Tingkat Provinsi. Setelah melalui tiga tahap penilaian, akhirnya terpilih 5 provinsi, 4 Kabupaten, dan 2 Kota pemenang Penghargaan Nirwasita Tantra 2016.(RED)

Pemenang Penghargaan Nirwasita Tantra 2016 Tingkat Provinsi

1. Peringkat I    : Provinsi Jawa Timur

2. Peringkat II   : Provinsi Jawa Barat

3. Peringkat III  : Provinsi Sumatera Barat

4. Peringkat IV  : Provinsi Sulawesi Selatan

5. Peringkat V   : Provinsi Jambi

Pemenang Penghargaan Nirwasita Tantra 2016 Tingkat Kabupaten

1. Peringkat I    : Kabupaten Buleleng, Bali.
2. Peringkat II   : Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat

3. Peringkat III  : Kabupaten Bandung, Jawa Barat

4. Peringkat IV  : Kabupaten Lumajang, Jawa Timur

Pemenang Penghargaan Nirwasita Tantra 2016 Tingkat Kota

1. Peringkat I   : Kota Surabaya, Jawa Timur

2. Peringkat II : Kota Balikpapan, Kalimantan Timur


Jatim-Surabaya Jawara Nirwasita Tantra Award 2016

Jatim-Surabaya Jawara Nirwasita Tantra Award 2016

JawaPos.com– Pemprov Jatim dan Kota Surabaya mendapat prestasi moncer. Keduanya sama-sama menyabet peringkat pertama nasional penghargaan Nirwasita Tantra Award (NTA) 2016.

Penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup itu merupakan apresiasi dari pemerintah pusat kepada kepala daerah.

Yakni atas penerapan kebijakan dan program yang sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan untuk memperbaiki kualitas lingkungan.

Jatim berhasil menyisihkan nomine lainnya yang menjadi saingan berat dalam kompetisi itu. Yaitu, Jawa Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, dan Jambi.

Menurut Soekarwo, keberhasilan tersebut diraih karena pendekatan partisipatoris dan kultural yang selalu diterapkannya.

”Kami tidak memaksakan kebijakan kepada masyarakat, tapi mengajak mereka bicara dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.

Salah satu contoh upaya partisipatoris adalah program penanaman pohon. Awalnya, pemprov menggandeng koramil. Namun, rupanya program itu bermanfaat lebih besar bagi masyarakat.

Akhirnya, mereka ikut dilibatkan dan dengan senang hati bergabung untuk menyukseskan program tersebut. Hasilnya, sejak 2010 Jatim rajin meraih prestasi untuk penanaman pohon dalam Gerakan Penanaman Satu Miliar Pohon.

Surabaya tidak kalah moncer. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima dua penghargaan, yaitu NTA dan Adipura Paripurna, di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat (22/7).

Karena itu, Risma tidak dapat menghadiri upacara pengamanan menjelang pelaksanaan The Third Session of The Preparatory Committee for Habitat III (Prepcom 3).

Dua penghargaan di bidang lingkungan itu diperoleh pemkot perdana pada tahun ini. Penghargaan diserahkan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Surabaya Musdiq Ali Suhudi mengatakan, pemkot meraih penghargaan NTA karena berhasil mengembangkan kebijakan dan program pembangunan dengan prinsip berkelanjutan.

Berdasar Keputusan Menteri LHK Nomor SK.478/MENLHK/SETJEN-DTN.0/6/2016, Surabaya ditetapkan sebagai pemenang NTA 2016 untuk tingkat kota. Juara kedua diraih Balikpapan.

NTA itu piala bergilir yang diberikan kepada Pemkot Surabaya tahun ini. Karena nilainya paling tinggi dalam penyusunan status lingkungan hidup daerah, ujar Musdiq

 

Jusuf Kalla Presented Green Heroes Awards

 

 Mayor of Surabaya Tri Rismaharini received environment awards, Adipura Paripurna, in World Environment Day 2016 ceremony at Siak Sri Indrapura palace, in Riau, on Friday (22/7). Photo: greeners.co/Danny Kosasih

Siak (Greeners) – Vice President Jusuf Kalla reminded people to best manage natural resources as he was presenting awards, Kalpataru, Nirwasita Tantra, Adipura Paripurna, Adipura Buwana, Adipura Kirana, and Adiwiyata Mandiri, to individuals, communities, schools and cities in practicing environmentally friendly principles.

I congratulate and appreciate the efforts made by these heroes and hope that the award can continue to inspire and encourage for better environment quality for the next generation, said VP Kalla at the award ceremony held in Siak Sri Indrapura palace, in Riau, on Friday (22/7).

READ ALSO: Hundreds of Cities Clean Up for Indonesia Free Waste 2020

Meanwhile, Minister of Environment and Forestry Siti Nurbaya said that Kalpataru award was the form of governments appreciation towards individuals or communities who have pioneered and contributed in preserving the environment.

In addition, the government also urged local administrations to establish and implement policies and program which aimed to improve the environment through Regional Environment Status, which would be awarded with Nirwasita Tantra.

These awards are governments appreciation so [the winners] can inspire others in manage and protect the environment, said Minister Siti.

The Kalpataru awards for Environmental Pioneer were given to Mbah Sadiman of Dali hamlet, Wonogiri district of Central Java, and Dr. Gamal Albinsaid of Malang city, East Java province. The Kalpataru awards were also given to environmental stewards and environmental coaches.

READ ALSO: Indonesia and Denmark Governments Collaborate on Tackling Environment Issues

This years Nirwasita Tantra recipients were East Java followed by West Java and West Sumatra in second and third place, respectively. For district level, the awards went to Buleleng followed by Dharmasraya and Bandung. Meanwhile, Surabaya and Balikpapan received on behalf of city category.

For this year, Adipura Buana awarded to livable cities, Adipura Kirana went to attractive cities which boosted green trade, tourism and investment, meanwhile Adipura Paripurna is the highest award for meet the standards of both livable city and attractive city. The latter award went to Surabaya.

The government also awarded schools with Adiwiyata Mandiri for successfully raising green awareness and knowledge in the students. This award is particularly aimed for younger generation to adopt green living for their future.

The ceremony was also attended by Home Affairs Minister Tjahjo Kumolo, Minister of Research, Technology and Higher Education M. Nasir and representatives of Ministry of Education and Culture and Ministry of Religious Affairs.

Reports by Danny Kosasih 

Sumber :  http://www.greeners.co/berita/jusufkallapresentedgreenheroesawards/

 

Surabaya Raih 2 Penghargaan

 

JOSSTODAY.COM  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali meraih penghargaan di bidang lingkungan. Bahkan, kali ini dua penghargaan sekaligus. Yakni, juara pertama Nirwasita Tantra Award 2016 untuk tingkat kota, dan Adipura Paripurna untuk kategori kota metropolitan.

Penghargaan diserahkan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar kepada Walikota Surabaya Tri Rismaharini di Istana Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat (22/7/2016).

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Surabaya, Musdiq Ali Suhudi mengatakan, Nirwasita Tantra Award (NTA) merupakan penghargaan yang diberikan Pemerintah Pusat kepada pemerintah daerah (provinsi/kota/kabupaten) yang berhasil mengembangkan kebijakan dan programprogram pembangunan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : SK.478/MENLHK/SETJENDTN.0/6/2016, ditetapkan pemenang Nirwasita Tantra Award Tahun 2016 untuk tingkat kota adalah Surabaya. Sementara juara II adalah Balikpapan.

NTA merupakan piala bergilir diberikan kepada Kota Surabaya yang berhasil meraih peringkat tertinggi nasional kategori kota untuk penyusunan status lingkungan hidup daerah. Selain Piala NTA, Surabaya juga memperoleh trofi dan piagam penghargaan untuk penyusunan SLHD, jelas Musdiq.

Selanjutnya, Adipura Paripurna merupakan jenis Adipura tertinggi kategorinya. Ini adalah penghargaan Adipura ketujuh berturutturut bagi Surabaya untuk kategori kota metropolitan. Sekadar informasi, Adipura memiliki beberapa kategori, yakni kategori kota metropolitan, kota besar, kota sedang,dan kota kecil.

Adipura Paripurna diberikan kepada kota yang dinilai berhasil dalam pengelolaan lingkungan sekaligus mengombinasikan dengan keberhasilan inovasi di bidang ekonomi, tourism, kesehatan, partisipasi masyarakat, serta pelayanan publik.

Jadi untuk Adipura Paripurna kriterianya sudah komprehensif seluruh aspek perkotaan. Tidak hanya lingkungan, tetapi juga ekonomi, sosial, partisipasi masyarakat dan dunia usaha. Juga inovasi teknologi untuk pembangunan kota yang berkelanjutan, urai Musdiq. 

Sebelumnya, Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, tujuan awal Pemkot Surabaya dalam membangun kota bukan untuk mendapatkan penghargaan dan piala. Tetapi agar Surabaya lebih bersih serta nyaman untuk ditinggali oleh warganya. Kalau sudah seperti itu, warga Surabaya bisa lebih sehat. Tujuan itu yang selalu kami perjuangkan, tegas Risma.(nov)

Sumber : http://www.josstoday.com/read/2016/07/22/35996/Surabaya_Raih_2_Penghargaan

 

Peringkat Pertama Nirwasita Tantra Award Disabet Jatim

 

Dr.H. Soekarwo Gubernur Jatim Menerima Penghargaan Peringkat Pertama Nirwasita Tantra Award Bidang Lingkungan Hidup dari Wapres RI Jusuf Kalla di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Kabupaten Siak, SeputarMalang.Com  –  Penghargaan demi penghargaan tingkat nasional terus disabet oleh Jatim, setelah pada bulan Mei lalu memborong enam trophi Top 35 Inovasi Pelayanan Publik 2016. kali ini, berhasil menyabet peringkat pertama nasional penghargaan Nirwasita Tantra Award 2016.

Penghargaan prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Dr. H. Jusuf Kalla Wakil Presiden RI, kepada Dr. H. Soerkarwo Gubernur Jatim saat Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia (World Environmet Days) Tingkat Nasional Tahun 2016 yang mengambil tema Selamatkan Tumbuhan dan Satwa Liar untuk Kehidupan di halaman Istana Kabupaten Siak, Indrapura, Provinsi Riau, Jumat (23/7/2016).

Nirwasita Tantra Award merupakan penghargaan tertinggi bidang Lingkungan Hidup (LH) yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah yang diberikan kepada Kepala Daerah atas kepemimpinannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan, dan/atau program kerja sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan gunamemperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya.

Jatim menempati urutan pertama peraih penghargaan tersebut untuk tingkat provinsi dengan menyisihkan Provinsi Jawa Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan dan Jambi sebagai nomine nasional. Sementara untuk tingkat Kota, peringkat pertama adalah Kota Surabaya, disusul oleh Kota Balikpapan. Sedangkan untuk tingkat kabupaten, peringkat pertama adalah Kabupaten Buleleng, Dharmasraya, dan Bandung.

Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim ini menuturkan bahwa keberhasilan meraih penghargaan ini dikarenakan pihaknya selalu mengutamakan pendekatan partisipatoris dan kultural. Kami tidak memaksakan pikiran kami kepada masyarakat, tapi masyarakat kita ajak bicara dan ikut dilibatkan dalam pengambilan kebijakan. Aspirasi masyarakat selalu kami perhatikan dan dikawal, termasuk persoalan lingkungan hidup, kata Pakde Karwo.

Salah satu contoh upaya partisipatoris adalah program penanaman pohon, awalnya Pemprov menggandeng Koramil, kemudian karena bermanfaat bagi masyarakat, mereka pun ikut dilibatkan dan dengan senang hati bergabung menyukseskan program tersebut. Hasilnya, sejak 2010, Jatim rajin meraih prestasi penanaman pohon dalam Gerakan Penanaman Satu Miliar Pohon.

Yakni, pada 2010, menanam pohon sebanyak 181.408.952 batang (Juara I Nasional) atau melebih target yang ditetapkan 143.494.837 batang, pada 2011 menanam 206.129.262 (Juara I Nasional) melebihi target dari target 143.494.837 batang, pada 2012 menanam 212.580.707 batang (Juara 1 Nasional) melebihi dari target 143.494.837 batang, dan pada 2015 meraih Juara Umum Wana Lestari dengan menanam 114.583.133 pohon, dimana penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Ir. H. Joko Widodo.

Untuk menyukseskan pembangunan Lingkungan Hidup, kami melakukan segala upaya. Mulai membentuk kelompok kerja tingkat provinsi dan kabupaten/kota, sosialisasi program dan kegiatan, mobilisasi segenap sumber daya, pembentukan posko penyediaan bibit baik di tingkat provinsi hingga desa, mengajak organisasi masyarakat, instansi, lembaga pendidikan dan TNI/ Polri, hingga menanamkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menanam tanaman kehutanan/ tahunan guna mendukung pendapatan dan lingkungan, itulah bentuk upaya partisipatoris kami, ujar politisi Partai Demokrat ini.

Secara kultural, Pakde Karwo juga menghidupkan kembali kearifan lokal guna menjaga Lingkungan Hidup di lokasilokasi yang memiliki nilai historis, seperti mencanangkan Gerakan Desa Pelindung  Sumber Daya Alam dan Pengukuhan Penyuluh Konservasi Kawasan Perdesaan di kawasan pegunungan Argopuro bersama Kenduri Agung Pengabdi Lingkungan (Kapal) Jatim, lalu menggandeng LSM untuk pengawasan terhadap mata air. Mereka kita sebut para penjaga mata air, tambah Pakde Karwo.

Kemudian, membuat embung dengan teknologi geomembrane di beberapa kabupaten yang mengalami krisisi air seperti di Bojonegoro, Lamongan, dan Pamekasan. Geomembrane memiliki kapasitas 5 ribu meter kubik, atau setara dengan 1.000 truk tangki air. Pada tahun 2012 dibangun embung sebanyak 21 unit, tahun 2013 sebanyak 41 unit, dan tahun 2014 sebanyak 100 unit.

Berbagai upaya itu berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga Lingkungan Hidup, imbasnya, Jatim secara rutin sukses meraih penghargaan dari pemerintah pusat, diantaranya Penghargaan Adipura Tahun 2015, kategori Adipura Kencana (1 kota), Anugerah Adipura (15 kabupaten/kota), Sertifikat Adipura (8 kabupaten/ kota), kemudian untuk program penilaian kinerja perusahaan (PROPER), Jatim berhasil meraih 136 penghargaan Adiwiyata Mandiri atau 30 persen dari keseluruhan penghargaan nasional, Adiwiyata Nasional (306 penghargaan), dan Adiwiyata Provinsi (44 penghargaan).

Sementara tahun ini, Jawa Timur sukses meraih penghargaan Adipura Paripurna (1 Kota dan 1 Kabupaten),  Adipura Kirana (4 Kota dan 6 Kabupaten), Adipura Buana (2 Kota dan 6 Kabupaten) dan penghargaan Adiwiyata Mandiri (1 sekolah) serta penghargaan Kalpataru Kategori Pejuang Perintis Lingkungan (1 orang).

Sumber Kutipan : http://www.seputarmalang.com/berita/lingkungan/peringkatpertamanirwasitatantraawarddisabetjatim/30788

 

DHARMASRAYA SABET NIRWASITA TANTRA AWARD 2016

 

Dalam Peringatan Hari Lingkungan Sedunia yang berlangsung di Lapangan Tugu Siak, Kabupaten Siak Provinsi Riau, Jumat (22/07), Kabupaten Dharmasraya berhasil memperoleh penghargaan Nirwasita Tantra. Penghargaan tersebut diberikan kepada Kabupaten Dharmasraya karena dianggap sebagai sebagai salah satu daerah yang berkomitmen tinggi terhadap perbaikan dan pelestarian lingkungan hidup.

Penghargaan Nirwasita Tantra Award 2016 diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan RI Siti Nurbaya Bakar, dan diterima langsung oleh Bupati Dharmasraya,

Sutan Riska Tuanku Kerajaan. 


Nirwasita Tantra adalah penghargaan dari Pemerintah yang diberikan kepada Kepala Daerah atas kepemimpinannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan, dan/atau program kerja sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya.
Penilaian SLHD Kabupaten/Kota oleh Kementerian Lingkungan Hidup dilakukan terhadap 3 (tiga) Kabupaten/Kota nominator yang diusulkan oleh Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi. Untuk Tahun 2016 terdapat 57 Kabupaten/Kota nominator yang diusulkan oleh 29 Badan Lingkungan Hidup Provinsi untuk berkompetisi memperoleh Penghargaan Nirwasita Tantra Tingkat Kabupaten/Kota.

 

Alhamdulillah berkat ekpos yang dilakukan oleh bupati, kita berhasil kembali meraih Nirwasita Tantra. Kita berhasil menjadi terbaik kedua setelah Kabupaten Buleleng, ujar Rahmadian, Kepala BLH Kabupaten Dharmasraya. Lebih lanjut Rahmadian mengatakan, penghargaan nirwasita Tantra dinilai berdasarkan dokumen status lingkungan hidup daerah yaitu dokumen yang menyatakan kondisi, permasalahan, dan kebijakan atau program yang ditetapkan dan diterapkan oleh daerah dalam melakukan pengelolaan lingkungan hidup di daerahnya.

 

Penghargaan ini adalah motivasi bagi kita untuk mengelola lingkungan hidup agar semakin baik, tidak sekedar laporan dokumen serta teori yang dipresentasikan saja, namun juga kebijakan yang menopang programprogram yang berisi lingkungan hidup ke depan sehingga lingkungan Kabupaten Dharmasraya semakin baik, yang tentu akan berdampak baik pula bagi masyarakat, ujar Bupati Sutan Riska seusai menerima penghargaan.

 

Sementara itu, dalam sambutannya Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, penghargaan ini patut diterima oleh Kepala Daerah yang selalu peduli dengan lingkungan. Wapres JK sangat mengapresiasi Kepala daerah yang telah mengeluarkan kebijakan peduli lingkungan, terutama tentang pengelolaan sampah. Kepala Daerah pemenang Penghargaan Nirwasita Tantra ini tentunya sangat peduli dengan lingkungan di Daerahnya, jadi dia patut mendapatkan penghargaan ini. Ia juga berhasil mengajak masyarakat untuk membantu mewujudkan kebijakan yang sudah dikeluarkan. (da)

Sumber Kutipan : http://dharmasrayakab.go.id/index.php/infopenting/62artikel/pemerintahan/481dharmasrayasabetnirwasitatantraaward2016

 

Wagub Terima Penghargaan Nirwasita Tantra 2016

 

RIAU. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2016 ini terasa istimewa karena di tengah upaya bersama dalam melestarikan lingkungan hidup Jawa Barat, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menerima Penghargaan Nirwasita Tantra 2016 Tingkat Provinsi, pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2016 Tingkat Nasional yang diselenggarakan di Istana Siak Sri Indrapura Provinsi Riau, Jumat (22/07/16). Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Deddy mengatakan penghargaan ini bukan target, kita melakukan pelestarian lingkungan agar tidak zalim kepada generasi berikutnya.

Nirwasita Tantra Award adalah penghargaan dari pemerintah terhadap Kepala Daerah (Gubernur dan Bupati/Walikota) yang dinilai memiliki kepemimpinan yang mampu merumuskan dan menerapkan kebijakan dan program kerja berbasis pembangunan berkelanjutan guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya. Penilaian penghargaan Nirwasita Tantra didasarkan atas dokumen Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD), yaitu dokumen yang menyatakan kondisi, permasalahan, dan kebijakan dan/atau program yang ditetapkan dan diterapkan oleh daerah dalam melakukan pengelolaan lingkungan hidup di daerahnya.

Wapres Jusuf Kalla mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi kepada seluruh pejuang lingkungan dan berharap penghargaan yang diraih dapat menginspirasi dan mendorong perbaikan kualitas lingkungan hidup oleh seluruh masyarakat serta bermanfaat bagi generasi mendatang.

Wapres Jusuf Kalla dalam sambutannya mengingatkan agar kita terhindar dari kutukan sumber daya alam dimana sebuah negara yang kaya akan sumber daya alam justru mengalami bencana akibat pengelolaan lingkungan hidup yang tidak tepat.

Lebih lanjut lagi Wakil Presiden RI mengatakan bahwa lingkungan hidup sudah berubah maka kehidupan juga berubah. Dulu memiliki gading gajah dan kulit harimau adalah kebanggaan, sekarang menjadi musuh dunia, katanya.

Pada tahun 2016 ini, terdapat 57 Kabupaten/Kota nominator Penghargaan Nirwasita Tantra Tingkat Kabupaten/Kota dan 29 Provinsi nominator Penghargaan Nirwasita Tantra Tingkat Provinsi. Setelah melalui tiga tahap penilaian, akhirnya terpilih 5 Provinsi, 4 Kabupaten, dan 2 Kota pemenang Penghargaan Nirwasita Tantra 2016.

Berikut adalah Pemenang Penghargaan Nirwasita Tantra 2016 Tingkat Provinsi yaitu : Peringkat I : Provinsi Jawa Timur, Peringkat II : Provinsi Jawa Barat, Peringkat III : Provinsi Sumatera Barat, Peringkat IV : Provinsi Sulawesi Selatan, Peringkat V : Provinsi Jambi; dan Pemenang Penghargaan Nirwasita Tantra 2016 Tingkat Kabupaten yaitu : Peringkat I : Kabupaten Buleleng, Bali, Peringkat II : Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Peringkat III : Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Peringkat IV : Kabupaten Lumajang, Jawa Timur; serta Pemenang Penghargaan Nirwasita Tantra 2016 Tingkat Kota yaitu : Peringkat I : Kota Surabaya, Jawa Timur, Peringkat II : Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sumber Kutipan : http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/18391/2016/07/27/WagubTerimaPenghargaanNirwasitaTantra2016

 

Lumajang Raih Nirwasita Tantra Award 2016, Peghargaan Bergengsi Dibidang Lingkungan Hidup

[lumajangkab.go.id] Penghargaan demi penghargaan tingkat nasional terus diraih oleh Kabupaten Lumajang. Dalam kesempatan ini, Kabupaten Lumajang menerima penghargaan Nirwasita Tantra Award tahun 2016. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI, DR. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc kepada Bupati Lumajang, Drs. Asat, M.Ag saat Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia (World Environmet Days) Tingkat Nasional Tahun 2016 yang mengambil tema Selamatkan Tumbuhan dan Satwa Liar untuk Kehidupan di halaman Istana Kabupaten Siak, Indrapura, Provinsi Riau, Jumat kemarin (22/7). 

Nirwasita Tantra Award merupakan penghargaan tertinggi bidang Lingkungan Hidup (LH) yang diberikan pemerintah pusat kepada Kepala Daerah atas kepemimpinannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan, dan/atau program kerja sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan gunamemperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya. 

Kabupaten Lumajang menempati urutan keempat peraih penghargaan tersebut untuk tingkat Kabupaten dengan urutan pertama Kabupaten Buleleng, kedua Kabupaten Dharmasraya, dan ketiga Kabupaten Bandung sebagai nomine nasional. Sementara untuk tingkat Kota, peringkat pertama adalah Kota Surabaya, disusul peringkat kedua oleh Kota Balikpapan. 

Bupati Asat menuturkan, bahwa keberhasilan meraih penghargaan ini dikarenakan pihaknya selalu mengutamakan pendekatan partisipatoris dan kultural. Kami tidak memaksakan pikiran kami kepada masyarakat, tapi masyarakat kita ajak bicara dan ikut dilibatkan dalam pengambilan kebijakan. Aspirasi masyarakat selalu kami perhatikan dan dikawal, termasuk persoalan lingkungan hidup, pungkasnya. 

Salah satu contoh upaya partisipatoris adalah program penanaman pohon, karena bermanfaat bagi masyarakat, serta aksi bersih Sapu Gunung yang juga dilakukan untuk setiap tahunnya untuk menjaga lingkungan tetap lestari. Hasilnya, sejak 2010, Jatim rajin meraih prestasi penanaman pohon dalam Gerakan Penanaman Satu Miliar Pohon. 

Untuk menyukseskan pembangunan lingkungan hidup, kami melakukan segala upaya. Mulai membentuk kelompok kerja tingkat kabupaten, sosialisasi program dan kegiatan melaui SKPD terkait, dan mobilisasi segenap sumber daya, serta mengajak organisasi masyarakat, instansi/lembaga, lembaga pendidikan dan TNI/Polri, hingga menanamkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menanam tanaman kehutanan/tahunan guna mendukung pendapatan dan lingkungan, itulah bentuk upaya partisipatoris kami, ujarnya. (Humaslmj)

Sumber Kutipan : http://lumajangkab.go.id/info_lihat.php?id=3046

 

 

Lumajang Raih Nirwasita Tantra Award 2016, Peghargaan Bergengsi Dibidang Lingkungan Hidup

 

 

Lumajang (lumajangsatu.com)  Kabupaten Lumajang mendapatkan Nirwasita Tantra Award 2016 yang diberikan langsung menteri Lingkungan Hidup DR. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. Bupati Lumajang Asat Ma;ik hadir langsung untuk menerima penghargaan yang ditempatkan di Kabupaten Siak, Indrapura Provinsi Riau, hari Jumat (22/07).

Aziz Fahrozi, Kabag Humas Pemkab Lumajang menyatakan, Nirwasita Tantra adalah penghargaan tertinggi dalam bidang lingkungan hidup (LH). Lumajang dianggap sebagai daerah yang merumuskan dan menerapkan kebijakan dan/atau program kerja sesui dengan metodologi pembangunan berkelanjutan guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup.

Nirwasita Tantra ini adalah penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup, ujar Aziz, Senin (25/07/2016).

Lumajang mendapakan penghrgaan terbaik ke4 seIndonesia setelah Kabupaten Buleleng, Dharmasraya dan Kabupaten Bandung. Kita di posisi terbaik ke4 seteleh Buleleng, Dharmasraya dan Bandung, paparnya.

Asat Malik M.Ag, Bupati Lumajang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang andil sehingga Lumajang meriah Niwasita Tantra Award 2016. Penghargaan tersebut adalah memilik masyarakat Lumajang dan kebanggaan bagi masyarkat Lumajang.

 

Penghargaan ini adalah milik masyarakat Lumajang, mari kita pertahankan dan perlu kita tingkatkan terus agar Lumajang menjadi daerah yang menjaga lingkungan hidupnya, jelasnya.(Yd/red)

Sumber Kutipan : http://lumajangsatu.com/beritalumajangraihnirwasitatantraaward2016peghargaanbergengsidibidanglingkunganhidup.html

 

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Riau Jadi Fokus Perhatian

 

SIAK. Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama sejumlah menteri dan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (22/7/2016) di Kabupaten Siak. Bisa dikatakan, hari itu Riau menjadi perhatian nasional seiring dengan ragam momentum acara kegiatan Wapres.

Pada kesempatan tersebut, penghargaan Kalpataru untuk perorangan dan kelompok masyarakat diserahkan termasuk penghargaan Adipura kepada 123 kabupaten dan kotaserta penghargaan Adiwiyata Mandiri 2016 kepada 23 sekolah.

Dalam peringatan HLH yang mengusung tema selamatkan tumbuhan dan satwa liar untuk kehidupan, go wild for life tersebut, Jusuf Kalla turut melakukan peletakan batu pertama pembangunan tugu peringatan penyerahan kesultanan Siak kepada pemerintah Republik Indonesia serta menandatangani prasasti penetapan Taman Nasional Zamrud. Ragam acara lain adalah Penandatanganan sampul prangko Peringatan Hari Lingkungan Hidup se dunia tahun 2016, kemudian Penandatanganan MoU 5 Menteri tentang pengembangan pendidikan lingkungan hidup oleh Mendikbud, Menristekdikti, Menag dan Mendagri.

Di sisi lain, Jusuf Kalla memberikan penghargaan Kalpataru, Nirwasita Tantra, Adipura Paripurna, Buwana dan Kirana serta Adiwiyata Mandiri sebagai wujud apresiasi kepada para pejuang lingkungan, pimpinan daerah yang berhasil dalam pengelolaan lingkungan di daerah serta sekolah/guru peduli lingkungan.

Pada kesempatan itu, Wapres mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi kepada seluruh pejuang lingkungan dan berharap penghargaan yang diraih dapat menginspirasi dan mendorong perbaikan kualitas lingkungan hidup oleh seluruh masyarakat serta bermanfaat bagi generasi mendatang.

Wapres mengingatkan, agar semua pihak terhindar dari kutukan sumber daya alam. Dimana sebuah negara yang kaya akan sumber daya alam justru mengalami bencana akibat pengelolaan lingkungan hidup yang tidak tepat. Menruutnya, lingkungan hidup sudah berubah maka kehidupan juga berubah. Dulu memiliki gading gajah dan kulit harimau adalah kebanggaan, sekarang menjadi musuh dunia.

Terkait dengan tema HLH 2016, Wapres Jusuf Kalla meyampaikan, apabila tumbuhan dan satwa baik, lingkungan hidup akan baik maka kehidupan akan baik.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam laporannya kepada Wakil Presiden menyampaikan, sangat penting untuk kita menumbuhkan semangat juang dan inspirasi bagi seluruh pemangku kepentingan LHK. Untuk itu Pemerintah memberikan apresiasi kepada individu maupun kelompok masyarakat yang menunjukkan kepeloporan dan memberikan sumbangsihnya bagi upayaupaya pemeliharaan fungsi lingkungan hidup dalam bentuk penghargaan Kalpataru.

Penerima penghargaan Kalpataru kategori perintis lingkungan diberikan kepada Mbah Sadiman dari Dusun Dali Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah dan Dr. Gamal Albinsaid dari Kota Malang Provinsi Jawa Timur. Diberikan juga penghargaan Kalpataru untuk kategori pengabdi lingkungan, penyelamat lingkungan dan pembina lingkungan.

Pemerintah juga mendorong daerah untuk merumuskan dan menerapkan kebijakan serta program kerja untuk senantiasa memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerah melalui penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) dengan pemberian penghargaan Nirwasita Tantra.

Peraih penghargaan Nirwasita Tantra Tahun 2016 tingkat Provinsi berturutturut peringkat 1 Provinsi Jawa Timur, peringkat 2 Provinsi Jawa Barat dan peringkat 3 provinsi Sumatera Barat. Peraih penghargaan Nirwasita Tantra tingkat Kabupaten: Kabupaten Buleleng, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Bandung dan tingkat Kota: Kota Surabaya dan Balikpapan.

Selanjutnya diberikan penghargaan Adipura kepada kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Adipura Buana merupakan suatu kategori penilaian Adipura untuk mewujudkan kota layak huni (livable city), Adipura Kirana diberikan kepada kota yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui Trade, Tourism and Investment (TTI) berbasis pengelolaan lingkungan hidup (attractive city), serta Adipura Paripurna yang merupakan penghargaan kepada kota/kabupaten yang memberikan kinerja terbaik untuk kedua kategori Adipura tersebut yang diraih oleh Kota Surabaya.

Pemerintah juga memberikan penghargaan Adiwiyata Mandiri kepada kepala sekolah dan sekolah yang menumbuhkan pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Generasi muda yang menerapkan pola hidup ramah lingkungan akan membuat lingkungan hidup lebih baik bagi kini dan masa depan.

Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2016 di Siak, Wapres Jusuf Kalla meresmikan Taman Nasional Zamrud sebagai taman nasional ke52 di Indonesia yang memiliki luas 31.480 hektar, menandatangani sampul perangko Hari Lingkungan Hidup 2016, melepas (restocking) 60.000 benih ikan patin di Sungai Siak serta melakukan penanaman pohon di Istana Siak Sri Indrapura.

Selain itu dilakukan juga penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup antara Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir serta perwakilan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Agama. Penandatanganan MoU Lima Menteri tersebut menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan kualitas lingkungan hidup yang lebih baik.

Rangkaian acara yang memuliakan lingkungan itu menyebutkan topik tentang upaya Restorasi Gambut yang tengah diupayakan Pemprov Riau serta penaburan benih ikan patin dan baung sebanyak 100.000 ekor bersama 600 nelayan.

Ini merupakan upaya pelestarian ikan sebagai bagian dari sumber budi daya alam. Menurut Bupati Drs. H. Syamsuar M.Si, tabur bibit ikan patin merupakan bagian dari kepedulian pemerintah dalam menyelamatkan budi daya ikan dalam jangka panjang. Tabur bibit ikan patin ke depan diharapkan bisa menyelamatkan ekosistem patin di Siak dan bisa menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat. Tentunya, upaya pelestarian ikan tersebut harus dilakukan bersamasama dengan turut serta menjaga. Supaya Kabupaten Siak mampu mempertahankan dan memperbaiki ekosistem perikanan, harapnya.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan dialog antara Menteri LHK dan masyarakat, dilanjutkan penanaman 5.000 pohon di areal Asrama Haji Islamic Center SiakSri Indrapura, penandatanganan prasasti pencanangan SiakKabupaten Hijau dan malamnya diisi dengan Penganugerahan Penghargaan Hari Lingkungan Hidup seDunia Tahun 2016 di Lapangan Siak Bermadah.

Kabupaten Hijau

Di sisi lain, Kementrian Lingkungan Hidup Siti Nurbaya juga meresmikan Kabupatan Siak sebagai Kabupaten Hijau. Ini dilakukan setelah melihat berbagai kemajuan yang dilakukan Pemkab Siak dalam menjaga lingkungan, seperti melestarikan budi daya tanaman dan menanamkan konsep gemar menanam pohon serta peduli lingkungan hijau, bersih, indah dan sehat bersama masyarakat.

Sebanyak 2.500 pohon sudah ditanami dan dilanjutkan dengan penanaman 7.500 pohon dalam waktu dekat. Sekarang kita telah meneliti dan mengkaji ulang perizinan konsesi lahan. Mari bersamasama menjaga lingkungan, agar apa yang dilakukan sekarang bisa menyelamatkan alam dan lingkungan dari kerusakan, ujarnya.

Dikatakan, Kabupaten Siak dinilai sudah menunjukan bukti kedaulatan dalam menata lingkungannya, baik dari aspek tata kota, lingkungan bersih dan asri serta terciptanya kota layak anak. Karena itu, hari ini Kabupaten Siak resmi menjadi Kabupaten Hijau di Indonesia, ulasnya.

Berikut rangkaian acara Hari Lingkungan Hidup sedunia tingkat nasional 2016 di Siak:

1. Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia tahun 2016 di depan Istana Siak, pukul 08.00 WIB.

Penyerahan Penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada:

a. Kapolda dan Danrem yang berjasa terhadap penanganan Karlahut

b. Penyerahan SK Hutan Adat

 

Penyerahan Penghargaan oleh wakil presiden RI kepada :

a. Kalpataru (10 org)

b. Nirwasita Tantra Award (8 orang)

c. Adipura Paripurna, Buwana dan Kirana (25 orang)

d. Adiwiyata Mandiri (12 penerima)

 

Peresmian Taman Nasional Zamrud (TNZ) oleh Wakil Presiden RI

Penandatanganan sampul prangko Peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia tahun 2016.

Penandatanganan MoU 5 Menteri tentang pengembangan pendidikan lingkungan hidup oleh Mendikbud, Menristekdikti, Menag, dan Mendagri

Restoking Benih Ikan patin dan baung sebanyak 100.000 ekor bersama 600 nelayan

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Tugu Penyerahan Kesultanan Siak kepada NKRI.

Penanaman pohon di halaman Istana Siak

2. Dialog bersama Menteri LHK dan masyarakat, dilanjutkan penanaman 5.000 pohon di areal Asrama Haji Islamic Center Siak Sri Indrapura, penendatanganan prasasti pencanangan Siak Kabupaten Hijau (Asrama Haji Islamic Center Siak Sri Indrapura) dimulai pukul 14.30 WIB.

3. Malam Penganugerahan Hari Lingkungan Hidup seDunia Tahun 2016 di Lapangan Siak Bermadah, pukul 19.00 WIB. Kegiatannya adalah:

Penyerahan hadiah lomba oleh Bupati Siak Syamsuar.

a. Lomba mewarnai

b. Lomba fotografi

c. Lomba Karya Tulis Ilmiah

d. Lomba Kreatifitas pemanfaatan barang bekas ( Insinyur cilik)

 

Penampilan kesenian tari Dengho Balak, penampilan artis Nugie

Penyerahan Penganugerahan Lingkungan Hidup dan Kehutanan :

a. 1. Kalpataru (16 org)

b. Adiwiyata Mandiri (99 sekolah)

c. Adipura (200 penerima)

d. Nirwasita Tantra Award (3 tropi)

e. Lomba Wana Lestari

f. Apresiasi Wana Lestari.(***) 

Sumber Kutipan : http://m.fokusriau.com/advetorialfokusriauperingatanharilingkunganhidupseduniariaujadifokusperhatian.html

 

 

Pakde Karwo Sabet Peringkat Pertama Nirwasita Tantra Award

JAWA TIMUR, beritalima.com – Penghargaan demi penghargaan tingkat nasional terus diraih oleh Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, setelah pada bulan Mei lalu memborong enam trophi Top 35 Inovasi Pelayanan Publik 2016, kali ini, Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu berhasil menyabet peringkat pertama nasional penghargaan Nirwasita Tantra Award 2016.

Penghargaan prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI, Dr. H. Jusuf Kalla kepada Pakde Karwo saat Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia (World Environmet Days) Tingkat Nasional Tahun 2016 yang mengambil tema Selamatkan Tumbuhan dan Satwa Liar untuk Kehidupan di halaman Istana Kabupaten Siak, Indrapura, Provinsi Riau, Jumat (23/7).

Nirwasita Tantra Award merupakan penghargaan tertinggi bidang Lingkungan Hidup (LH) yang diberikan pemerintah pusat kepada kepala daerah yang diberikan kepada Kepala Daerah atas kepemimpinannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan, dan/atau program kerja sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan gunamemperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya.

Pakde Karwo menempati urutan pertama peraih penghargaan tersebut untuk tingkat provinsi dengan menyisihkan Provinsi Jawa Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan dan Jambi sebagai nomine nasional. Sementara untuk tingkat Kota, peringkat pertama adalah Kota Surabaya, disusul oleh Kota Balikpapan. Sedangkan untuk tingkat kabupaten, peringkat pertama adalah Kabupaten Buleleng, Dharmasraya, dan Bandung.

Pakde Karwo menuturkan, bahwa keberhasilan meraih penghargaan ini dikarenakan pihaknya selalu mengutamakan pendekatan partisipatoris dan kultural. Kami tidak memaksakan pikiran kami kepada masyarakat, tapi masyarakat kita ajak bicara dan ikut dilibatkan dalam pengambilan kebijakan. Aspirasi masyarakat selalu kami perhatikan dan dikawal, termasuk persoalan lingkungan hidup, katanya.

Salah satu contoh upaya partisipatoris adalah program penanaman pohon, awalnya Pemprov menggandeng Koramil, kemudian karena bermanfaat bagi masyarakat, mereka pun ikut dilibatkan dan dengan senang hati bergabung menyukseskan program tersebut. Hasilnya, sejak 2010, Jatim rajin meraih prestasi penanaman pohon dalam Gerakan Penanaman Satu Miliar Pohon.

Yakni, pada 2010, menanam pohon sebanyak 181.408.952 batang (Juara I Nasional) atau melebih target yang ditetapkan 143.494.837 batang, pada 2011 menanam 206.129.262 (Juara I Nasional) melebihi target dari target 143.494.837 batang, pada 2012 menanam 212.580.707 batang (Juara 1 Nasional) melebihi dari target 143.494.837 batang, dan pada 2015 meraih Juara Umum Wana Lestari dengan menanam 114.583.133 pohon, dimana penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Ir. H. Joko Widodo.

Untuk menyukseskan pembangunan Lingkungan Hidup, kami melakukan segala upaya. Mulai membentuk kelompok kerja tingkat provinsi dan kabupaten/kota, sosialisasi program dan kegiatan, mobilisasi segenap sumber daya, pembentukan posko penyediaan bibit baik di tingkat provinsi hingga desa, mengajak organisasi masyarakat, instansi/lembaga, lembaga pendidikan dan TNI/Polri, hingga menanamkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menanam tanaman kehutanan/tahunan guna mendukung pendapatan dan lingkungan, itulah bentuk upaya partisipatoris kami, ujar mantan Sekdaprov Jatim ini.

Secara kultural, Pakde Karwo juga menghidupkan kembali kearifan lokal guna menjaga Limgkungan Hidup di lokasilokasi yang memiliki nilai historis, seperti mencanangkan Gerakan Desa Pelindung  Sumber Daya Alam dan Pengukuhan Penyuluh Konservasi Kawasan Perdesaan di kawasan pegunungan Argopuro bersama Kenduri Agung Pengabdi Lingkungan (Kapal) Jatim, lalu menggandeng LSM untuk pengawasan terhadap mata air. Mereka kita sebut para penjaga mata air, tambah Pakde Karwo.

Kemudian, membuat embung dengan teknologi geomembrane di beberapa kabupaten yang mengalami krisisi air seperti di Bojonegoro, Lamongan, dan Pamekasan. Geomembrane memiliki kapasitas 5 ribu meter kubik, atau setara dengan 1.000 truk tangki air. Pada tahun 2012 dibangun embung sebanyak 21 unit, tahun 2013 sebanyak 41 unit, dan tahun 2014 sebanyak 100 unit.

Berbagai upaya itu berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga Lingkungan Hidup, imbasnya, Jatim secara rutin sukses meraih penghargaan dari pemerintah pusat, diantaranya Penghargaan Adipura Tahun 2015, kategori Adipura Kencana (1 kota), Anugerah Adipura (15 kabupaten/kota), Sertifikat Adipura (8 kabupaten/kota), kemudian untuk program penilaian kinerja perusahaan (PROPER), Jatim berhasil meraih 136 penghargaan Adiwiyata Mandiri atau 30% dari keseluruhan penghargaan nasional, Adiwiyata Nasional (306 penghargaan), dan Adiwiyata Provinsi (44 penghargaan).

Sementara tahun ini, Jawa Timur sukses meraih penghargaan Adipura Paripurna (1 Kota dan 1 Kabupaten),  Adipura Kirana (4 Kota dan 6 Kabupaten), Adipura Buana (2 Kota dan 6 Kabupaten) dan penghargaan Adiwiyata Mandiri (1 sekolah) serta penghargaan Kalpataru Kategori Pejuang Perintis Lingkungan (1 orang).

Sumber Kutipan : http://www.beritalima.com/2016/07/22/pakdekarwosabetperingkatpertamanirwasitatantraaward/

 

Jatim Raih Peringkat Pertama Nirwasita Tantra Award

Gubernur Soekarwo menerima penghargaan Nirwasita Tantra Award 2016 di Istana Kabupaten Siak, Indrapura, Riau, Jumat (23/7/2016). Foto:humas pemprov jatim.

Penghargaan tingkat nasional kembali diraih Gubernur Jawa Timur Soekarwo, setelah pada Mei lalu memborong enam trofi Top 35 Inovasi Pelayanan Publik 2016, kali iniJatim berhasil menyabet peringkat pertama nasional penghargaan Nirwasita Tantra Award 2016.

Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Gubernur Soekarwo saat acara puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environmet Days) Tingkat Nasional 2016 yang mengambil tema Selamatkan Tumbuhan dan Satwa Liar untuk Kehidupan di Istana Kabupaten Siak, Indrapura, Riau, Jumat (23/7/2016).

Nirwasita Tantra Award merupakan penghargaan tertinggi bidang Lingkungan Hidup (LH) yang diberikan pemerintah pusat kepada kepala daerah yang diberikan kepada Kepala Daerah atas kepemimpinannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan, dan/atau program kerja sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan gunamemperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya.

Soekarwo menempati urutan pertama peraih penghargaan tersebut untuk tingkat provinsi dengan menyisihkan Jawa Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan dan Jambi sebagai nomine nasional. Sementara untuk tingkat Kota, peringkat pertama adalah Kota Surabaya, disusul oleh Kota Balikpapan. Sedangkan untuk tingkat kabupaten, peringkat pertama adalah Kabupaten Buleleng, Dharmasraya, dan Bandung.

Soekarwo menuturkan, bahwa keberhasilan meraih penghargaan ini dikarenakan pihaknya selalu mengutamakan pendekatan partisipatoris dan kultural.

Kami tidak memaksakan pikiran kami kepada masyarakat, tapi masyarakat kita ajak bicara dan ikut dilibatkan dalam pengambilan kebijakan. Aspirasi masyarakat selalu kami perhatikan dan dikawal, termasuk persoalan lingkungan hidup, katanya.

 

Sumber Kutipan : http://www.enciety.co/jatimraihperingkatpertamanirwasitatantraaward/

 

Surabaya Raih Adipura Paripurna dan Nirwasita Tantra Award 2016

Gubernur Jatim Soekarwo memberi ucapan selamat kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juara pertama Nirwasita Tantra Award 2016 untuk tingkat kota di di Istana Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat (22/7/2016). foto:humas pemprov jatim.

Warga Kota Surabaya patut berbangga. Pekan depan, Surabaya akan menjadi kota pertama di Asia yang tampil sebagai tuan rumah konferensi internasional The Third Session of The Preparatory Committe for Habitat III (Prepcom 3). Nah, dua hari jelang dimulainya agenda yang dihadiri ribuan delegasi/tamu dari 193 negara itu, Surabaya meraih prestasi membanggakan dengan meraih Adipura Paripurna dan Nirwasita Tantra Award 2016.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dan juga Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar di Istana Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Riau, Jumat (22/7/2016).

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Surabaya, Musdiq Ali Suhudi mengatakan, Nirwasita Tantra Award (NTA) merupakan penghargaan yang diberikan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada pemerintah daerah (provinsi/kota/kabupaten) yang berhasil mengembangkan kebijakan dan programprogram pembangunan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Dan berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : SK.478/MENLHK/SETJENDTN.0/6/2016 ditetapkan pemenang Nirwasita Tantra Award Tahun 2016 untuk tingkat kota adalah Surabaya. Dan juara II adalah Balikpapan.

NTA merupakan piala bergilir diberikan kepada Kota Surabaya yang berhasil meraih peringkat tertinggi nasional kategori kota untuk penyusunan status lingkungan hidup daerah. Selain Piala NTA, Surabaya juga memperoleh trofi dan piagam penghargaan untuk penyusunan SLHD, jelas Musdiq.

Sumber Kutipan : http://www.enciety.co/surabayaraihadipuraparipurnadannirwasitatantraaward2016/

 

PROVINSI JAMBI MASUK NOMINASI NIRWASITA TANTRA AWARD

 

 

HALUANNEWS Zola: Upaya Pelestarian Lingkungan Harus Terus Ditingkatkan Gubernur Jambi, H.Zumi Zola, S.TP,MA menyatakan bahwa upaya pelestarian lingkungan hidup harus terus ditingkatkan untuk pembangunan yang berkelanjutan. Hal tersrbut dikemukakan oleh Zumi Zola dalam Seleksi Tahap III Nirwasita Tantra Award, bertempat di Ruang Rimbawan 2 Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Jumat (3/6) siang.

Provinsi Jambi masuk nominasi Nirwasita Tantra Award, yaitu penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bagi daerah yang berkomitmen tinggi terhadap pelestarian lingkungan hidup. Daerah yang memperoleh Nirwasita Tantra Award direncanakan akan diumumkan pada tanggal 18 Juli 2016. 

Bagi daerah yang dinominasikan, kepala daerah tersebut diminta untuk mempresentasikan program dan kebijakan dalam melestarikan lingkungan, dan panelis menganalisis dan mengkritisi proram lingkungan hidup daerah tersebut, yakni 7 orang panelis, yang terdiri dari akademisi dan pakar lingkungan hidup, termasuk 1 orang perwakilan dari budayawan.

Ketujuh penguji/panelis tersebut adalah: 1.Prof. Lilik Budi Prasetyo, 2.Henri Subagiyo,SH, 3.Prof. Hariadi K, 4.Prof. Suryo,AB, 5.Dr. Suhari (juga merangkap sebagai moderator), 6.Chalid Muhammad, dan 7.TB D. Gumelar (budayawan).

Zola menyatakan, dirinya mengakui bahwa memang banyak permasalahan lingkungan hidup di Provinsi Jambi, namun demikian, dengan segala keterbatasan anggaran, Pemerintah Provinsi Jambi bekerjasama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi, dan dengan meminta bantuan dan arahan dari Pemerintah Pusat, berusaha untuk melestarikan lingkungan, dengan penekanan pada menghentikan kegiatan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan serta mempertahankan lingkungan asri yang masih tersisa.

Zola mengungkapkan 3 isu utama permasalahan lingkungan di Provinsi Jambi, yakni:1.Kebakaran hutan dan lahan, 2.Penambangan Tanpa Izin bahan galian emas, dan 3.Konflik lahan dan hutan.Selanjutnya, Zola menjelaskan upaya penanggulangan karhutla, yaitu:

Deteksi dini melalui pemantauan titik panas (hotspot) setiap hari, Memberikan informasi titik panas kepada Posko Dalkarlahut Kabupaten/Kota, Sosialisasi/penyluhan kepada masyarakat pengguna lahan, Patroli kebakaran lahan dan hutan, Gelar regu dalam ranngka kesiapsiagaan kebakaran lahan dan hutan, Menyiapkan peralatan kebakaran lahan dan hutan, Monitoring peralatan kebakaran pada perusahaan bidang perkebunan, kehutanan, dan pertambangan, Membuat pengumuman Gubernur Jambi tentang pencegahan kebakaran lahan dan hutan, Membuat leaflet/booklet untuk untuk kampanye pencegahan kebakaran lahan dan hutan.

Pembentukan Satgas Dalkarhutla dengan SK Gubernur Jambi Nomor 404/Kep.Gub/BPBD2.2/IX/2015 tanggal 7 September 2015 tanggal 7 September 2015 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jambi. 

Khusus dalam penaggulangan kebakaran hutan dan lahan, Zola menyatakan, telah dibuat sekat kanal dan rewetting, yang dilakukan oleh perusahaan dan juga yang dibangun oleh TNI, yakni lokasi pembuatan kanal dan embung di Desa Manis Mato Desa Pematang Buluh, Desa Sungai Cemara, Desa Puding, Desa Sei. Panoban, Desa Sei Jabat, Desa Pematang Raman, Desa Rawasari, dan Tahura Sekitar Tanjung.

Provinsi Jambi juga sudah menghasilkan Perda yang melarang membuka lahan dengan cara membakar. Namun, bukan hanya melarang, Pemprov Jambi juga berusaha menghadirkan sousi, terutama bagi masyarakat yang bertani yang ingin membuka lahan, yaitu Satu Eskavator Satu Kecamatan, dengan tujuan untuk mencegah kerhutla dari pembukaan lahan yang selama ini sering dilakukan dengan cara membakar. Namun persoalannya adalah, biaya operasional eskavator itu mahal. Untuk itu, saya sudah mengusulkan kepada DPR RI komisi terkait, kepada enteri Keuangan, Menteri Koordinator Perekonomian, dan Menteri Desa, agar sebagian dari Dana Desa bisa digunakan untuk biaya operasional eskavator, dipadukan dengan dana CSR perusahaanperusahaan, jelas Zola.

Dikatakann oleh Zola, Pemerintah Provinsi Jambi dan Peerintah Kabupaten juga melakukan pemberdayaan masyarakat dengan pembentukan Masyarakat Peduli Sungai Batanghari, Masyarakat Peduli Api, serta kerjasama dengan LSM yang memiliki koitmen terhadap lingkungan.

Selain melarang karhutla, lanjut Zola, pemerintah juga berusaha menumbuhkembangkan ekonomi masyarakat setempat, diantaranya dengan penetapan Hutan Desa dan Hutan Adat, dimana masyarakat mengambil hasil hutan nonkayu, seperti lebah dari budidaya, dan minyak urut. Juga, selain melarang PETI, pemerintah dan masyarakat berusaha melestarikan Lubuk Larangan, salah satu kearifan lokal yang sangat baik untuk dipertahankan, terang Zola.

Menyikapi Penambangan Emas Tanpa Iin (PETI), Zola mengemukakan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi telah menggandeng Forkopimda Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten terkait untuk membentuk tim terpadu yang bekerja untuk melakukan kajian dan upaya penangguangan PETI. Selain itu, Zola juga mengusulkan pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat, agar penambangan emas tersebut menjadi legal, tentunya setelah memenuhi ketentuan dan persyaratan pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat dan harus dikaji apakah sesuai dengan RTRW Kabupaten/Kota yang bersangkutan.

Baik dalam menghadapi permasalahan karhutla, PETI, maupun konflik lahan dan hutan, lanjut Zola, Pemprov Jambi dan seluruh pihak terkait telah melakukan upaya persuasif berupa sosialisasi dan penyuluhan (melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat), dan juga usaha represif, berupa penertiban atau razia.

Selanjutnya, Zola mengharapkan dukungan dari Pemerintah Pusat dalam upaya pelestarian lingkungan, baik dukungan anggaran, maupun dukungan dalam penindakan dan peegakan hukum terhadap aktivitas yang merusak lingkungan seperti karhutla dan PETI.

Kemudian, ketujuh panelis memberikan berbagai pertanyaan, kritik, dan saran kepada Gubernur Jambi, berkaitan dengan permasalahan dan upaya penyelesaian permasalahan lingkungan, yang kemudian ditambahkan oleh beberapa orang audiens. Dalam paparan tersebut, Zola didampingi oleh Kepala Badan Lingkungan HIdup Daerah (BLHD) Provinsi Jambi, Hj.Rosmeli dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Irmansyah Rachman.

Sumber Kutipan : http://haluannews.com/read/3641/provinsijambimasuknominasinirwasitatantraaward.html

 

Gubernur Raih Nirwasita Tantra

 

 

Gubernur Jatim Dr H Soekarwo, berhasil menyabet peringkat pertama nasional penghargaan Nirwasita Tantra Award 2016, yang digelar di Taman Chandra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (28/7/2016). Selain Gubernur, award ini juga diraih Kota Surabaya dengan dua piala, serta Kabupaten Lumajang, satu piala. 

Nirwasita Tantra Award merupakan penghargaan tertinggi bidang lingkungan hidup yang diberikan pemerintah pusat kepada kepala daerah atas kepemimpinannya merumuskan dan menerapkan kebijakan sesuai prinsip dan metodologi pembangunan berkelanjutan guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya.

Pakde Karwo menempati urutan pertama peraih penghargaan itu untuk tingkat Provinsi dengan menyisihkan Provinsi Jawa Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan dan Jambi. Pakde Karwo, dalam sambutannya, meminta hari Lingkungan Hidup tak hanya diperingati sebagai upacara peringatan biasa tetapi dijadikan momentum menjaga lingkungan bagi anak cucu kedepan. Peringatan ini bukan hanya memperingati pohon atau alam. Tetapi bagaimana menciptakan udara, air, dan lingkungan yang bersih dan nyaman.

Mari kita canangkan suistanable development agar pembangunan kita berkelanjutan, karena pembangunan lingkungan yang baik akan menciptakan pembangunan manusia dan menghasilkan generasi penerus yang luar biasa. Mari kita wariskan ke anak cucu kita udara yang bersih, sejuk, air yang bersih dan ikan yang segar, ungkapnya.

Dalam upaya mengembalikan fungsi lingkungan hutan, Pemprov Jatim telah mengembangkan program Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) di Kabupaten Jombang tepatnya di Kecamatan Wonosalam, serta pembuatan demplot menuju Provinsi hijau pada di lima desa, dan demplot pelestarian sumber mata air dengan vegetasi di empat desa.

Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga telah menetapkan Suaka Kawasan Ikan Kali Surabaya di wilayah Wringinanom dan sekitarnya, untuk mendukung kehidupan ikan sehigga mampu berkembang biak secara baik, menjadi sarana edukasi dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.(ag) 

Sumber Kutipan : http://memotimur.co.id/news/index.php/2016/07/29/gubernurraihnirwasitatantra/

 

Berita terkait Hasil Penilaian Nirwasita Tantra Award dapat dilihat pada link berikut :

  1. http://www.detikjambi.com/Provinsi-Jambi-Masuk-Nominasi-Nirwasita-Tantra-Award-.html
  2. http://www.surabayanewsweek.com/2016/08/maknai-nirwasita-tantra-wujudkan.html
  3. http://www.thejambitimes.com/2016/09/nirwasita-tantra-tertinggi-di-raih.html
  4. https://djambi.co/2016/06/05/masuk-nominasi-nasional-berikut-tiga-isu-utama-lingkungan-di-jambi/
  5. http://korannusantara.com/surabaya-raih-adipura-paripurna-dan-nirwasita-tantra-award-2016/
  6. http://m.maccanews.com/2016/08/wali-kota-makassar-genjot-skpd-raih.html
  7. http://pariamankota.go.id/2016/06/17/kota-pariaman-raih-penghargaan-lingkungan-tingkat-provinsi-sumatera-barat/
  8. http://prorakyat.co.id/2016/07/25/surabaya-raih-adipura-paripurna-dan-nirwasita-tantra-award-2016/
  9. http://sumatra.bisnis.com/read/20160623/4/64074/banyak-tanam-pohon-lindung-wali-kota-pariaman-diberi-anugerah-nirwasita-tantra-award-2016
  10. http://balieditor.com/lingkungan-hidup-buleleng-masuk-nominasi-slhd-terbaik-tahun-2016/
  11. http://balieditor.com/penghargaan-lingkungan-hidup-buleleng-raih-tiga-penghargaan-nasional/
  12. http://bappeda.bulelengkab.go.id/index.php/baca-berita/8183/Kabupaten-Buleleng-masuk-dalam-nominasi-penerima-trofi-Nirwasita-Tantra-Award-sebagai-daerah-SLHD

Berita Terkait

Informasi Lainnya

Statistik Website

Membuat script counter dengan Gambar

Pengunjung Hari Ini (Visitor today)
Kemarin (Yesterday)
Total Pengunjung (Visit)

Galeri Foto dan Video