Cempaka wasian merupakan jenis kayu primadona bagi masyarakat Sulawesi Utara. Jenis kayu ini memiliki peruntukan yang cukup strategis sebagai bahan baku pembuatan mebel, interior ruangan, alat musik maupun kerajinan tangan. Cempaka wasian juga merupakan jenis kayu yang memiliki nilai historis dan sangat erat dengan budaya masyarakat Minahasa, karena telah sejak lama digunakan sebagai material utama dalam pembuatan rumah adat.

Kepala Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado, Mochlis, S.Hut.T, MP mengatakan, pengembangan hutan tanaman cempaka wasian perlu menjadi prioritas mengingat tingkat kebutuhannya yang cukup tinggi untuk masyarakat Minahasa. Upaya ini perlu didukung oleh ketersediaan jumlah benih cempaka wasian yang cukup dengan kualitas yang baik.

Terkait itu, BP2LHK Manado telah melakukan beberapa ujicoba untuk mengetahui perlakuan benih cempaka wasian yang optimal. Pengemasan benih untuk penyimpanan benih cempaka wasian pada dasarnya dapat menggunakan wadah yang mampu menahan uap air dan dapat mempertahankan kelembaban. Benih cempaka wasian memiliki kadar air awal yang cukup tinggi. Penyimpanan benih cempaka wasian menggunakan wadah yang tidak tepat mampu menurunkan kadar airnya secara signifikan.

Penyediaan benih dalam jumlah yang banyak dan pada waktu yang tepat sangat berkaitan dengan usaha teknik penyimpanan benih yang sesuai. Benih cempaka wasian diketahui merupakan salah satu benih yang tidak dapat disimpan dalam waktu lama, namun demikian kepastian informasi mengenai waktu dan metode simpan benih belum banyak diketahui.

Buah cempaka wasian berbentuk buni, dengan buah masak umumnya berwarna merah. Buah cempaka wasian memiliki panjang antara 5,4 – 7,3 cm dan lebar 1,2 - 2 cm. Benih cempaka wasian terletak dalam buah yang dilapisi kulit ari berwarna merah. Jumlah benih dalam satu bonggol buah diperkirakan sebanyak 50 – 80 biji.

Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa benih cempaka wasian yang telah masak sempurna akan berwarna hitam dan tenggelam bila direndam dalam air. Benih cempaka wasian biasanya juga langsung dikecambahkan oleh para penangkar benih dan akan mengalami penurunan daya kecambah jika tidak dilakukan perlakuan penyimpanan yang tepat. Penurunan kadar air pada benih cempaka wasian menyebabkan benih tidak mampu berkecambah secara optimal.

Dari penelitian ini disimpulkan, penyimpanan benih cempaka wasian dalam jangka pendek dapat menggunakan ruang kamar atau ruang simpan kering sejuk atau ruang ber AC. Namun untuk penyimpanan jangka panjang dapat menggunakan ruang simpan ruang simpan dingin.

Penyimpanan benih cempaka wasian dalam jangka waktu kurang dari satu bulan dapat menggunakan wadah plastik kedap udara yang disimpan pada ruang AC atau ruang kulkas. Sedangkan penyimpanan benih cempaka wasian lebih dari satu bulan disarankan menggunakan wadah plastik kedap udara yang disimpan dalam ruang kulkas.

Benih cempaka wasian masih dapat disimpan selama lima bulan dengan menggunakan teknik tersebut (wadah plastik dalam ruang kulkas) dengan daya kecambah di atas 50%.

Publikasi tentang teknik penyimpanan benih cempaka wasian secara lengkap telah terbit pada internasional Journal of Forestry Research dan dapat diakses pada link http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/IJFR/article/view/5654

Dokumentasi: Arif Irawan

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado

Jl. Raya Adipura Kel. Kima Atas, Kec. Mapanget, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Indonesia)

Email:

publikasi.bpkmdo@yahoo.com

bp2lhkmanado@gmail.com

bpk_mdo@forda-mof.org

Website:

www.manado.litbang.menlhk.go.id

www.balithut-manado.org

E-Jurnal:

http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JWAS

 

Penulis : Arif Irawan
Editor : Risda Hutagalung