Image
Beranda
Follow US:

Seribu Tukik Dilepasliarkan Dirjen Ksdae Di Pantai Trisik Kulonprogo

Seribu Tukik Dilepasliarkan Dirjen Ksdae Di Pantai Trisik Kulonprogo

Yogyakarta, 22 November 2020. Menjelang penghujung tahun 2020, Direktur Jenderal KSDAE , Ir. Wiratno, M.Sc melepasliarkan 1.000 ekor tukik di Pantai Trisik Kulon Progo, Hari Minggu (22/11/20). Turut serta dalam pelepasliaran tukik ini Kepala Dinas Pariwisata DIY, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, dan Forkompincam Galur. Pantai Trisik sendiri merupakan salah satu pantai di pesisir selatan DIY yang kerap menjadi tempat pendaratan penyu bertelur.

Pelepasliaran tukik ini dilakukan bersama-sama dengan agenda pemberian penghargaan Dirjen KSDAE kepada kader konservasi yang terdiri atas 6 (enam) orang kader kelompok penyelamat penyu dan 2 (dua) orang pelestari burung di Jatimulyo. Penghargaan yang diberikan tersebut sebagai wujud apresiasi Dirjen KSDAE atas kontribusi para kader dan pelestari burung dalam upaya pelestarian satwa di DIY. Kader konservasi dan pelestari burung ini menjadi ujung tombak di garda depan upaya konservasi satwa yang berasal dari unsur masyarakat. Oleh karenanya menjadi tanggung jawab Balai KSDA Yogyakarta untuk terus berdampingan memadukan langkah dalam upaya konservasi demi terciptanya kelestarian satwa di DIY.

Beberapa kader konservasi yang menerima penghargaan pada kesempatan ini antara lain Rujito (Kader Konservasi Pelestari Penyu Pantai Samas) yang telah memulai upaya penyelamatan danpelestarian penyu sejak tahun 2001 dan telah meraih beberapa penghargaan antara lain : Juara 1 Kader Konservasi Alam Nasional – PKAN (2007), Juara 1 Kader Konservasi Wana Lestari DIY (2015) dan Juara II Kader Konservasi Alam Wana Lestari Nasional (2015). Selama kurun tiga tahun terakhir dari tahun 2018 – 2020, Rujito berhasil merawat 39 sarang terlur penyu dengan jumlah telur sebanyak 3.687 butir, yang berhasil menetas sebanyak 1.595 butir dan merelease tukik sebanyak 1.092 ekor.

Kader konservasi selanjutnya adalah Jarnuji  atau yang lebih dikenal dengan Mbak Kromo dan Dwi Suryo yang juga merupakan putra dari Mbah Kromo ini aktif melakukan kegiatan pelestarian penyu di Pantai Trisik sejak tahun 2004 hingga sekarang. Setiap tahunnya kader konservasi Pantai Trisik telah mengamankan dan merawat telur penyu rata-rata sebanyak 800 – 1.000 butir telur penyu lekang. Terhitung sejak tahun 2004 – 2019, di Pantai Trisik telah dilakukan release penyu sebanyak 8.861 ekor tukik dan di tahun 2020 tercatat sebanyak 4.778 telur dari 58 sarang yang telah diamankan dan dirawat. Dari 4.778 telur penyu tersebut, sebanyak 3.000 telur berhasil menetas sebagai tukik dan sekitar 2.000 ekor tukik telah dilepasliarkan. Hal tersebut membuat Pantai Trisik dikenal sebagai salah satu icon eduecowisata di DIY.

Dua orang pelestari burung Jatimulyo yang turut mendapatkan penghargaan pada kesempatan kali ini adalah Anom Sucondro dan Suparno. Anom Sucondro (seniman, dalang dari Jatimulyo) yang pada saat menjabat sebagai Kepala Desa Jatimulyo menerbitkan Perdes terkait upaya konservasi seperti Perdes larangan berburu, Perdes Perlindungan dan Pengelolaan sumber mata air; gerakan karst mandiri, dll. Untuk menumbuhkan kesadaran dalam masyarakat, Anom Sucondro membawa pesan-pesan konservasi tersebut melalui seni khususnya pewayangan. Sementara itu, Suparno dikenal sebagai penggiat dan pelopor konservasi burung di Jatimulyo sejak tahun 2012 hingga saat ini. Suparno juga merupakan pelopor program “Adopsi sarang” yang bertujuan untuk memulihkan populasi aves yang sudah menurun dan sekaligus menjalnkan amanat Perdes Pelestarian Lingkungan Hidup di Desa Ramah Burung Jatimulyo. Kontribusinya terhadap upaya konservasi dilakukannya dengan mendata jenis burung yang ada di Desa Jatimulyo dan sampai dengan tahun 2020 telah terdata sebanyak 102 jenis burung di Jatimulyo. Atas peran sertanya dalam upaya konservasi, Suparno mendapatkan penghargaan sebagai Juara III Kader Konservasi Tingkat Nasional pada tahun 2017.

Sumber : Balai KSDA Yogyakarta                             

Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)