[FORDA] _Penguatan jejaring kerja kembali dilakukan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH). Kali ini menggunakan konsep webinar nasional berseri dengan tajuk SERAMBI (Semarak Riset Alam Melalui Bincang Ilmiah). Mengangkat tema “Teknologi Serat Ramah Lingkungan”, seri perdana SERAMBI digelar Selasa (20/10/2020). Hal ini sejalan dengan tugas pokok dan fungsi BP2TSTH yang fokus pada teknologi serat tanaman hutan.

Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Dewan Serat Indonesia, Universitas Riau, Enterpreneur berbasis serat dan Peneliti BP2TSTH ini diikuti peserta dengan antusias. Sedikitnya 200 orang peserta hadir dari berbagai kalangan.

Paparan materi yang disampaikan para narasumber yaitu: Pemanfaatan Serat dengan Kearifan Lokal di Masa Pendemi Covid-19; Proses Pengolahan Serat Kayu Ramah Lingkungan; Pemanfaatan Serat sebagai Bahan Komposit Non Struktural Ramah Lingkungan; serta Pemanfaatan Serat sebagai Bahan Souvenir dan Kerajinan. Selengkapnya dapat diakses di http://bit.ly/MateriSERAMBIBP2TSTH

Poin penting dari apa yang dipaparkan diantaranya potensi serat alam, baik kayu maupun non kayu melimpah di Indonesia, hanya saja butuh regulasi dari pemerintah terkait tata niaganya. Di samping itu perlu ada penguatan kelembagaan dari produsen serat alam berlatar belakang rumah tangga dan industri kecil-menengah. Adanya inovasi terkait pemanfaatan serat alam untuk kebutuhan di masa pandemi global ini juga sangat dinantikan.

Sebelumnya, saat membuka acara, Kepala Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BLI KLHK), Dr. Ir. Agus Justianto,M.Sc menyampaikan apresiasinya atas kegiatan yang mengkolaborasikan peneliti, akademisi dan praktisi terkait serat alam.

“Saya mengapresiasi adanya pelibatan beragam unsur dalam kegiatan ini. Sinergi ini hendaknya berlanjut sebagai upaya penguatan jejaring kerja,” ucap Agus.

“Semoga sinergitas melalui paparan yang disampaikan oleh para expertise ini mampu menambah wawasan dan update pengetahuan kita nantinya. Bersama kita menjadi SDM yang unggul guna mewujudkan Indonesia maju,” tambahnya.

Ungkapkan harapan yang sama Kepala BP2TSTH, Priyo Kusumedi, S.Hut, MP menyampaikan peran strategis BP2TSTH pada teknologi serat tanaman hutan berbasis kayu sebagai sumber penghasil serat alam.

“Penguasaan teknologi pada proses penguraian serat, khususnya kayu terus berinovasi agar tetap sejalan dengan eksistensi kualitas lingkungan,” ujar Priyo.

Terkait itu, Priyo menjelaskan beragam kegiatan kelitbangan yang telah dilakukan oleh tim peneliti BP2TSTH sebagai upaya melakukan inovasi dan improvisasi agar proses teknologi pengolahan serat ini ramah lingkungan.

“Beberapa tahun yang lalu kami melakukan penguraian serat menggunakan jamur (Bio pulping), proses fabrikasi nanoselulosa dengan asam organik hingga aplikasi komposit dalam bentuk papan serat dengan perekat alami,” ujar Priyo merinci.

Lebih lanjut Priyo mengatakan bahwa webinar ini sebagai sarana untuk penyebarluasan informasi hasil litbang, menginisiasi sinergi riset serat alam yang dapat menghasilkan produk yang inovatif dan berdaya saing serta berkelanjutan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan jejaring kerja sama riset maupun industri terkait dengan pemanfaatan serat alam dan dapat menjadi pemicu atau inspirator dalam memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya alam serat yang ada disekitar sebagai salah satu sumber pendapatan masyarakat,” harap Priyo.

Sebagai informasi, acara webinar ini terselenggara atas inisiasi Forum Fungsional BP2TSTH. Selanjutnya mendapat arahan oleh kepala BP2TSTH, diorganisir oleh seksi Data, Informasi dan Sarana Penelitian serta didukung oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) di sekitar kantor BP2TSTH.***ESR

Penulis : Eko Sutrisno
Editor : Risda Hutagalung