Dalam pemanfaatan sumber daya yang ada di dalamnya, selama ini KHDTK tidak terlepas dari tingginya kepentingan pemanfaatan lahan oleh berbagai pihak, termasuk KHDTK Kepau Jaya yang dikelola BP2TSTH Kuok. Hal ini dapat menimbulkan selisih persepsi, bahkan terdapat pihak ketiga yang memanfaatkan situasi tersebut. Salah satunya adalah kebutuhan masyarakat akan lahan, baik untuk bercocok tanam maupun memperoleh kesempatan ekonomi.

Dengan adanya kegiatan agroforestri melalui program perhutanan sosial, bersama-sama masyarakat mengelola dan menjaga kawasan hutan. Aktivitas pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di KHDTK Kepau Jaya mendorong para pemanfaat situasi (free rider) tidak lagi memiliki kesempatan.

Di awal pelaksanaan kegiatan, KTH binaan BP2TSTH Kuok sempat mengalami berbagai macam tekanan dari pihak-pihak yang tidak menginginkan adanya kawasan hutan di Kepau Jaya. Mereka berpendapat bahwa kegiatan pemberdayaan ini tidak akan berhasil. Dengan tekad yang kuat dan pendampingan dari tim peneliti BP2TSTH, KTH binaan BP2TSTH Kuok membuktikan bahwa pemanfaatan kawasan hutan mampu memberikan kesejahteraan.

Berubah perilaku, para free rider yang sebelumnya kontra terhadap kegiatan agroforestri pun ingin menjadi bagian dari KTH binaan BP2TSTH. Selain itu, kejadian kebakaran hutan dan lahan yang dulu kerap terjadi, tidak lagi terjadi semenjak adanya kegiatan pemberdayakan masyarakat.

Agroforestri di KHDTK Kepau Jaya, selain berperan sebagai alternatif mata pencaharian dan meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19, juga berperan dalam menjaga kelestarian ekosistem lingkungan rawa gambut. Kegiatan agroforestri juga mampu menjaga kawasan hutan dari kemungkinan adanya konversi lahan secara sepihak. Program pemberdayaan masyarakat yang dituangkan dalam skema perhutanan sosial secara nyata dapat mewujudkan hutan lestari, masyarakat sejahtera.***

Penulis : Andhika Silva Yunianto
Editor : Risda Hutagalung