Image
Beranda
Follow US:

Upaya Pencegahan Karhutla Pada Masa Pandemi Covid-19

Upaya Pencegahan Karhutla Pada Masa Pandemi Covid-19

Jakarta (7/8) - Kementerian Komunikasi dan Informatika berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan BMKG melaksanakan Seminar Nasional dengan tema "Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Tengah Pandemi Covid-19".

Dipandu oleh News Anchor Eva Wondo sebagai moderator, acara ini menghadirkan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Prof. Dr. Widodo Muktiyo; Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, M.Sc. P.hD, dan Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir Ruandha Agung Sugardiman, M.Sc sebagai narasumber.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Septriana Tangkary membuka acara dengan menyampaikan bahwa sesuai Inpres Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan menginstruksikan kepada seluruh kementerian/lembaga dan daerah untuk melakukan upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah Indonesia. Strategi yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo salah satunya adalah menginisiasi Desk Karhutla yang bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai berbagai upaya mengatasi karhutla ditahun 2020 ini.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Prof. Dr. Widodo Muktiyo menyampaikan pesan bahwa komunikasi publik untuk mengedukasi masyarakat sangat penting dilakukan apalagi ditengah situasi pandemi covid-19. Kominfo sudah berkoordinasi dan berkolaborasi dengan berbagai media dan kanal yang dimilliki, agar kebakaran hutan jangan sampai terjadi. Beliau juga menambahkan bahwa Pencegahan menjadi prioritas saat ini oleh pemerintah, Penegakan hukum harus tegas, Sosialisasi edukasi terkait sanksi bagi pelaku karhutla harus digaungkan kepada masyarakat.

Sementara itu, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim, Dr. Ir. Ruandha Agung Sugardiman, M.Sc. menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi pada menangani Karhutla dimasa Covid ini tentunya karena masa PSBB, sehingga sulit melakukan gerakan di lapangan. Namun upaya pencegahan tetap menjadi prioritas dalam Karhutla di tahun 2020.
"KLHK memiliki 3 strategi dalam upaya pencegahan Karhutla yaitu: Analisis Iklim dan langkah (melalui Teknologi Modifikasi cuaca), Pengendalian Operasional (melalui poskotis lapangan, gakum, masyarakat peduli api, satgas terpadu), dan Pengelolaan landscape (melalui pelatihan buka lahan tanpa bakar, dan pengendalian pengelolaan gambut)", jelasnya.

Selanjutnya, Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, M.Sc. P.hD dalam paparannya menyampaikan bahwa enam bulan sebelumnya BMKG sudah memberikan informasi prakiraan dan hasil monitoring musim kemarau kepada Presiden dan Kementerian/ Lembaga serta Gubernur yang (di daerahnya) ada potensi karhutla.
"Pada bulan Oktober-Desember 2020 karhutla masih berpotensi di nusa tenggara. Sementara secara umum wilayah Kalimantan memiliki potensi yang rendah untuk potensi terjadinya karhutla, dan prediksi model ini sejalan dengan kemarau basah pada tahun 2020 ini", katanya.

Peserta yang terdaftar sebanyak 959 orang, 300 peserta mengikuti seminar ini secara daring melalui zoom meeting sisanya melalui kanal youtube Kominfo dengan viewers sebanyak 970 orang.

Seminar ini merupakan kegiatan edukasi publik kedua terkait Karhutla yang dilakukan oleh Kominfo setelah sebelumnya pada 17 Juli telah dilaksanakan Forum Merdeka Barat 9 bersama media.

Sumber: Ditjen PPI