Image
Beranda
Follow US:

Jambi Bersiap Antisipasi Karhutla pada Musim Kemarau 2020

Jambi Bersiap Antisipasi Karhutla pada Musim Kemarau 2020

Jakarta, 25 Juli 2020.

Para pihak di wilayah Provinsi Jambi terus bersiap menghadapi musim kemarau 2020 untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hadir sebagai pembicara kunci pada webinar nasional (25/07/2020), Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Basar Manullang mengingatkan kembali arahan presiden RI pada Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Karhutla pada 6 Februari 2020, yaitu : satu apabila ditemukan titik api segera padamkan; kedua penataan ekosistem gambut; ketiga cari solusi permanen untuk karhutla; keempat penegakan hukum; dan kelima peningkatan frekuensi patroli dan pemeriksaan lapangan.

“Pemerintah juga telah membuat peraturan-peraturan dan kebijakan terkait karhutla, yang terbaru adalah Inpres Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan,” lanjut basar.

Tren hotspot di Jambi sampai dengan 24 Juli 2020 mengalami penurunan, namun Basar mengingatkan bahwa hal ini jangan sampai membuat kita lengah. Wilayah Jambi berdasarkan pengamatan satelit Terra-Aqua (NASA) dan NOAA selama periode 2013-2020 mengalami tren kenaikan pada Bulan Juli sampai dengan Oktober. Menurut BMKG puncak musim kemarau 2020 sebanyak 64% wilayah Indonesia diprakirakan pada Bulan Agustus. Perlu peningkatan kewaspadaan dan langkah antisipasi menghadapi kemarau 2020.

“Saya telah mengikuti apel siaga pengendalian karhutla di Jambi pada tanggal 6 Juli 2020, ini menunjukkan komitmen kuat dari para pihak di Provinsi Jambi,’’ tegas Basar. Provinsi Jambi juga telah menetapkan status siaga darurat selama 90 hari dimulai pada 29 Juni sampai dengan 26 September 2020.

Terkait kesiapan Manggala Agni KLHK, Basar menyatakan bahwa telah menyiagakan anggota Manggala Agni di Provinsi Jambi pada lima Daerah Operasi (Daops) yaitu di Daops Kota Jambi, Muara Bulian, Bukit Tempurung, Sarolangun, dan Muara Tebo. Upaya pencegahan juga terus dilakukan antara lain melalui sosialisasi dan kampanye, deteksi dini dan pemantauan menggunakan CCTV thermal, patroli mandiri Manggala Agni, dan patroli terpadu.

“Patroli terpadu dilakukan Manggala Agni Bersama anggota TNI, Polri dan Masyarakat Peduli Api (MPA) menjangkau 689 desa rawan karhutla di Sumatera dan Kalimantan,” sebut Basar.

Basar mengungkapkan bahwa KLHK terus mengupayakan format solusi permanen dalam pengendalian karhutla. Salah satu upaya tersebut adalah dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan atas kerjasama KLHK, BPPT, TNI AU dan BMKG. Di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan TMC telah dilakukan pada tanggal 2-19 Juni 2020 dan saat itu meningkatkan curah hujan sebanyak 26,2% yang ditujukan untuk pembasahan kawasan gambut.

“Kita berharap agar para pihak terus bersinergi, membangun kekuatan bersama dalam pengendalian karhutla. Apalagi pada saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, jangan sampai terjadi bencana akibat karhutla. Sehingga pada waktunya kondisi bangsa ini bisa segera pulih begitu juga dengan perbaikan ekonominya,’’ pungkas Basar.

Basar mengungkapkan bahwa KLHK terus mengupayakan format solusi permanen dalam pengendalian karhutla. Salah satu upaya tersebut adalah dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan atas kerjasama KLHK, BPPT, TNI AU dan BMKG. Di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan TMC telah dilakukan pada tanggal 2-19 Juni 2020 dan saat itu meningkatkan curah hujan sebanyak 26,2% yang ditujukan untuk pembasahan kawasan gambut.

“Kita berharap agar para pihak terus bersinergi, membangun kekuatan bersama dalam pengendalian karhutla. Apalagi pada saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, jangan sampai terjadi bencana akibat karhutla. Sehingga pada waktunya kondisi bangsa ini bisa segera pulih begitu juga dengan perbaikan ekonominya,’’ pungkas Basar.

Basar mengungkapkan bahwa KLHK terus mengupayakan format solusi permanen dalam pengendalian karhutla. Salah satu upaya tersebut adalah dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan atas kerjasama KLHK, BPPT, TNI AU dan BMKG. Di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan TMC telah dilakukan pada tanggal 2-19 Juni 2020 dan saat itu meningkatkan curah hujan sebanyak 26,2% yang ditujukan untuk pembasahan kawasan gambut.

“Kita berharap agar para pihak terus bersinergi, membangun kekuatan bersama dalam pengendalian karhutla. Apalagi pada saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, jangan sampai terjadi bencana akibat karhutla. Sehingga pada waktunya kondisi bangsa ini bisa segera pulih begitu juga dengan perbaikan ekonominya,’’ pungkas Basar.

Webinar nasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jambi bersama Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) ini menghadirkan tujuh narasumber yang berasal kementerian/ lembaga, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha kehutanan dan jurnalis. Acara yang berlangsung selama dua setengah jam ini diikuti oleh sekurangnya enam puluh peserta melalui aplikasi virtual zoom dan streaming youtube. ** 

Sumber: Ditjen PPI