Image
Beranda
Follow US:

Pengembangan Pertanian Organik di Desa Penyangga Taman Nasional Kelimutu

Pengembangan Pertanian Organik di Desa Penyangga Taman Nasional Kelimutu

Keberadaan tumbuhan gulma hutan (Invasive Alien Species)/invasif asing Kirinyuh (Austroeupatorium inulifolium) sangat mengganggu ekosistem Taman Nasional (TN) Kelimutu, karena dapat mengubah bentang alam disana. Tumbuhan yang sulit diberantas ini telah menyerang lebih dari 300 ha dari 5.000 ha luas kawasan taman nasional. 

Salah satu strategi pemberantasan jenis invasif asing ini adalah dengan memanfaatkan tanaman invasif Kirinyuh sebagai bahan baku pengembangan pupuk cair organik yang akan bermanfaat mendukung pertanian masyarakat sekitar kawasan TN Kelimutu, mengingat kawasan TN Kelimutu dikelilingi oleh 24 (dua puluh empat) desa penyangga, dimana sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani yang sangat membutuhkan pupuk untuk meningkatkan hasil pertanian mereka.
Sumber: Humas KLHK

Berita selengkapnya disini