Image
Beranda
Follow US:

Ancaman Penjara 15 Tahun Menanti Dua Pembalak Kayu Ilegal di Maluku Tengah

Ancaman Penjara 15 Tahun Menanti Dua Pembalak Kayu Ilegal di Maluku Tengah

Tim Operasi Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Maluku Papua KLHK, meringkus M (44) dan H (41), dua pembalak kayu illegal, dan menyita 1.915 batang kayu olahan jenis merbau (Intsia bijuga) di kawasan Hutan Neger Roho, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, 27 Januari 2020. Petugas juga mengamankan 3 chain saw, 3 sepeda dorong, 2 parang dan 1 kapak.

M dan H akan dijerat dengan Pasal 19 Huruf a dan atau b Jo. Pasal 94 Ayat 1 Huruf a dan atau Pasal 12 Huruf e Jo. Pasal 83 Ayat 1 Huruf b, Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana penjara maksimum 15 tahun dan denda maksimum Rp 100 miliar.

“Kita harus bersama-sama menyelamatkan sumber daya alam dan ekosistem penting dari kejahatan seperti ini. Operasi ini penting untuk melindungi masyarakat, ekosistem dan menyelamatkan negara dari kerugian,” kata Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Sustyo Iryono, menanggapi operasi ini.
Sumber: Humas KLHK



Ancaman Penjara 15 Tahun Menanti Dua Pembalak Kayu Ilegal di Maluku TengahAncaman Penjara 15 Tahun Menanti Dua Pembalak Kayu Ilegal di Maluku TengahAncaman Penjara 15 Tahun Menanti Dua Pembalak Kayu Ilegal di Maluku TengahAncaman Penjara 15 Tahun Menanti Dua Pembalak Kayu Ilegal di Maluku TengahAncaman Penjara 15 Tahun Menanti Dua Pembalak Kayu Ilegal di Maluku TengahAncaman Penjara 15 Tahun Menanti Dua Pembalak Kayu Ilegal di Maluku Tengah