Image
Beranda
Follow US:

Penutupan Pelaksanaan Proyek APIK di Jawa Timur

Penutupan Pelaksanaan Proyek APIK di Jawa Timur

Kementerian LHK bekerjasama dengan USAID berupaya meningkatkan upaya-upaya adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan bencana melalui suatu program yang bernama APIK (Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan). APIK diimplementasikan di level nasional dan mengambil lokasi di 3 provinsi yaitu Maluku, Sulawesi Tenggara dan Jawa Timur. APIK di Jawa Timur fokus pada wilayah DAS Brantas melibatkan 7 Kabupaten/Kota yaitu Kab. Malang, Kota Batu, Kota Malang, Kab. Blitar, Kab. Mojokerto, Kab. Jombang, dan Kab. Sidoarjo. Karena perubahan kebijakan politik di Amerika Serikat, proyek APIK diakhiri lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Seremoni penutupan proyek di daerah telah dilaksanakan di Provinsi Maluku dan Provinsi Sulawesi Tenggara pada Bulan Desember 2019. Seremoni penutupan kegiatan proyek APIK dilaksanakan pada hari Selasa 21 Januari 2020 dihadiri oleh Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNP, jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta mitra pelaksana proyek APIK (Development Alternatives Inc./DAI). Sehari sebelumnya, Dirjen PPI didampingi oleh DAI-APIK Jawa Timur meninjau beberapa lokasi pelaksanaan proyek APIK yaitu di Kabupaten Mojokerto dan Kota Batu.

apifeb2021

Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu daerah hilir DAS Brantas. Proyek APIK di wilayah ini difokuskan pada peningkatan kapasitas pencegahan bencana terkait iklim yaitu banjir, melalui pemasangan sistem peringatan dini banjir di desa Kalikatir yang dilalui oleh sungai Klorak. Di bagian hulu, terdapat desa Begaganlimo dan Desa Dilem. Dalam sejarahnya, ketiga desa ini mengalami banjir dan frekuensinya semakin sering terjadi. Banjir bandang pada tahun 2017 adalah salah satu yang terparah dan merusak bangunan infrastruktur seperti jembatan dan jalan. Pengurangan risiko bencana dilakukan melalui penilaian risiko partisipatif, pemasangan sistem peringatan dini banjir bandang atau early warning system (EWS) dan pengadaan peralatan komunikasi berupa handy talky (HT) dan radio rig yang akan dipergunakan sebagai sarana komunikasi pada keadaan darurat. Mekanisme kerja EWS banjir ini dengan memasang alat sensor ketinggian air dan alat pengukur curah hujan. Alat-alat sensor ini ditenagai oleh panel surya (solar panel) dan terhubungkan ke pusat sistem yang ditempatkan di kantor desa. Alarm/sirine peringatan bahaya akan berbunyi jika ketinggian air dan curah hujan telah mencapai ambang batas yang telah ditetapkan.

apifeb2022

Kunjungan lapangan Dirjen PPI di Kota Batu untuk melihat proses adaptasi petani apel yang beralih ke komoditas Labu Siam. Hal ini karena komoditas apel secara keekonomian sudah kurang menjanjikan karena tingginya biaya produksi dan semakin menurunnya produktifitas apel di wilayah ini. Labu siam merupakan tanaman merambat yang ditanam pada teralis di atas lahan. Tanaman ini membantu mengurangi intensitas air hujan yang jatuh ke tanah serta limpasan air, dan meningkatkan daya serap air tanah. Rata-rata produksi labu siam adalah 8 ton per hektar. Secara ekonomi, komoditas ini cukup menjanjikan karena biaya pemeliharaan yang sangat kecil dan waktu panen bisa 3 hari sekali.

apifeb2023

Selanjutnya Dirjen PPI juga menyempatkan diri melihat teknik konservasi air melalui pembangunan sumur resapan di daerah perkotaan. Pembangunan sumur resapan merupakan salah satu upaya mempertahankan sumber mata air Binangun yang merupakan salah satu sumber air yang menyuplai kebutuhan air bersih Kota Malang.

Acara seremoni penutupan pelaksanaan proyek APIK di Provinsi Jawa Timur dilaksanakan pada hari selasa 21 Januari 2020 di Hotel Bumi Surabaya. Acara ini dihadiri perwakilan dari KLHK, BNPB, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, dan 7 Pemerintah Kab./Kota lokasi APIK di Jatim.

Sumber: Ditjen PPI KLHK