Image
Beranda
Follow US:

Taman Trigona, Sarana Edukasi dan Wisata Ilmiah

Taman Trigona, Sarana Edukasi dan Wisata Ilmiah

BP2TSTH (Kuok, Februari 2020)_Taman Trigona, sarana edukasi dan wisata ilmiah budidaya lebah madu tanpa sengat (stingless bee) di Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok. Taman ini merupakan wujud konsep terintegrasi pembudidayaan lebah trigona berbasis alam yang menggabungkan aspek estetika dan edukasi.  

"Pembangunan Taman Trigona ini merupakan langkah awal program revitalisasi arboretum dan taman ini ditujukan untuk memberikan gambaran teknis budidaya lebah tanpa sengat," ujar Priyo Kusumedi, S.Hut., MP., Kepala BP2TSTH Kuok. Keberadaan Taman Trigona ini tentunya memiliki multiple effects untuk tim perlebahan dan manajemen BP2TSTH. 

Dengan tag line “Eco Edu Bee Farm”, taman ini merealisasikan teknis budidaya lebah yang ramah lingkungan. Di taman ini, penggunaan pupuk kimia sangat minimal, serta dilakukan penanaman tanaman hias yang mudah ditemui dan diperbanyak. Dengan konsep ini diharapkan usaha budidaya lebah madu dapat dimulai dari rumah tangga sebagai mata pencarian tambahan, namun tetap menghasilkan madu berkualitas menuju madu organik. 

Taman Trigona terletak di samping gedung perpustakaan balai dan memiliki luasan sekitar 100m2. Saat ini taman telah terisi oleh beberapa jenis bunga dan perdu penghasil nektar dan pollen. Secara perinci taman ini telah dihuni oleh xanthos berbunga kuning (Xanthostemon chrysanthus), xanthos berbunga merah (Xhantostemon youngii), bunga seruni (Salvia coccinea), bunga taiwan beauty (Cuphea hyssopifolia), bunga lavender (Lavandula angustifolia), bunga  melati (Jasminum rex), bunga air mata pengantin (Antigonon leptopus), beberapa jenis bunga krokot (Portulaca sp), bunga matahari (Helianthus annuus), bunga tembelekan (Lantanca camara), bunga pukul delapan (Turnera ulmifolia), bunga nusa indah (Mussaenda pubescens), bunga kaliandara hias / bunga landak (Calliandra calothyrsus) dan bunga jengger ayam (Celosia cristata).

Sampai dengan saat ini, pembangunan Taman Trigona telah memasuki fase kedua, yaitu pemeliharaan dan pengayaan jenis tanaman untuk pakan lebah trigona. Di taman trigona ini, ada beberapa koleksi species trigona antara lain Trigona itama, T.tharocica, T.laeviceps, dan T.apicalis. Koleksi beberapa jenis trigona ini selain untuk edukasi, wisata ilmiah dan pelatihan juga diharapkan sebagai tempat konservasi species trigona yang ada di Sumatra. 

Balai yang secara khusus mendapatkan mandat untuk melaksanakan kegiatan litbang dibidang perlebahan berupaya menghadirkan siklus budidaya lebah ternak yang terintegrasi. Hal ini dilatarbelakangi dengan seringnya mendapat permintaan untuk melaksanakan kegiatan alih teknologi mengenai teknis budidaya lebah penghasil madu. 

"Pada tahun ini juga akan diupayakan pembangunan satu area lagi dengan peruntukan lebah bersengat dari jenis apis cerana dan apis melifera mudah-mudahan akan terealisasi dari dana CSR BNI sehingga selain menambah estetika, adanya taman-taman tersebut menjadi sarana edukasi budidaya lebah penghasil madu dan wisata ilmiah untuk penyuluh, masyarakat maupun kelompok tani," tambah Priyo antusias.

Pada fase awal, pembangunan Taman Trigona di gawangi oleh tim Data, Informasi dan Sarana Penelitian (DISP) BP2TSTH.  Agus Yanto, SH selaku kepala DISP menyatakan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi baik secara teknis dan ide sehingga pembangunan taman trigona terlaksana pada tahun 2019 ini.

“Masih akan dilakukan peningkatan komposisi jenis tanaman pengisi yang akan menjadi sumber nektar dan polen agar lebah bersiklus normal dan berproduksi. Selain itu juga akan dibuat sebagai spot yang instagramable melalui penambahan ornament tanam,“ jelas Agus.

Senada dengan hal tersebut, saat dikonfirmasi pada ketua tim perlebahan sekaligus ketua tim kelompok penelitian sosial ekonomi, Michael Daru Enggar, S.Hut menjelaskan,“Keberadaan taman trigona ini menjadikannya sebuah konsep terintegrasi dari pembudidayaan lebah trigona yang berbasis alam dan sekaligus berpera sebagai show window bagi balai yang menggabungkan konsep estetika dengan edukasi.” *(ES)

Informasi lebih lanjut hubungi:

Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok
Jalan Raya Bangkinang Kuok Km. 9, Bangkinang, Riau 28294
http://www.balithut-kuok.org

Posted by Dyah Puspasari - 01 February, 2020