Image
Beranda
Follow US:

Pirdosol Herbal Pirdot Anti Diabetes Produk Balitbang LHK Aek Nauli

Pirdosol  Herbal Pirdot Anti Diabetes Produk Balitbang LHK Aek Nauli

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Juli 2019) _Balitbang LHK Aek Nauli mengolah daun pirdot menjadi berbagai produk sederhana dengan membuatnya menjadi beberapa varian produk berupa sirup dan teh herbal. Produk daun pirdot dengan khasiat yang sama yaitu untuk menurunkan gula darah ini dibranding dengan nama “Pirdosol”.

“Salah satu khasiat dari daun pirdot yaitu untuk menstabilkan gula darah, karena pirdot ini mempunyai kandungan fenolik, flavonoid, alkaloid dan terpenoid,” kata Dr. Ahmad Dany Sunandar, S.Hut, M.Si, Peneliti Balitbang LHK Aek Nauli.

“Pengolahan ini diharapkan akan membantu menjaga kesehatan masyarakat dan menyebarkan manfaat pirdot secara lebih luas lagi,” tambahnya.

Menurutnya, upaya mencegah semakin meningkatnya penderita DM perlu dilakukan dengan berbagai upaya, selain promosi gaya hidup sehat, pengaturan pola makan juga konsumsi herbal yang dapat menstabilkan kadar gula dalam darah.

Dany menyampaikan bahwa masyarakat etnik Batak di Sumatera Utara dan di Minahasa, Sulawesi Utara telah banyak memanfaatkan air rebusan daun pirdot untuk menurunkan dan menstabilkan gula darah. Meskipun hBP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Juli 2019) _Balitbang LHK Aek Nauli mengolah daun pirdot menjadi berbagai produk sederhana dengan membuat beberapa varian produk berupa sirup dan teh herbal. Produk daun pirdot yang diproduksi dengan beberapa formula namun dengan khasiat yang sama yaitu untuk menurunkan gula darah ini diberi branding “Pirdosol”.ingga sekarang belum bisa dibuktikan secara klinis, namun dari banyaknya masyarakat yang sudah memanfaatkan pirdot sebagai penurun dan penstabil gula darah menunjukkan bahwa secara khasiatnya sudah benar.

Salah satu tanaman obat yang banyak dimanfaatkan khususnya oleh masyarakat Batak Toba adalah pirdot (Saurauia bracteosa). Tanaman ini tumbuh di dataran tinggi di Sumatera, Jawa dan Sulawesi dan merupakan tumbuhan pionir. Suku Batak zaman dahulu memanfaatkan pirdot secara tradisional untuk mengobati luka sayat baik pada manusia dan ternak, mengobati penyakit kudis, mengurangi rasa tegang di leher, dan meningkatkan stamina tubuh. Belakangan ini pemanfaatan pirdot tersebut semakin luas yaitu untuk pengbatan penyakit kanker, diabetes, asam urat dan menurunkan tekanan darah tinggi.

Dalam kesempatan lain, Kepala Balitbang LHK Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si, menyampaikan bahwa salah satu cara promosi supaya tanaman obat mudah dan lebih dikenal oleh masyarakat adalah dengan membuat produk dari tanaman tersebut, kemudian dikemas dan membrandingnya dengan nama yang unik dan menarik.

“Pirdot ini, kita punya bahan bakunya yang berlimpah. Meskipun produknya masih berbentuk herbal sederhana seperti teh dan sirup, namun jika kita kemas dan kita beri nama yang unik, orang pasti akan penasaran dan tertarik terhadap produk yang kita tawarkan, salah satunya ya Pirdosol ini,” kata Pratiara.

Saya yakin ketika orang mencari produk teh dan sirup pirdot di internet, maka yang muncul diurutan atas adalah “Pirdosol,” pungkas Pratiara.***


Sumber: Badan Litbang dan Inovasi

Berita lainnya klik disini