Image

Penanganan Konflik Dengan Harimau Sumatera dI Padang Lawas

Penanganan Konflik Dengan Harimau Sumatera dI Padang Lawas

Medan, 28 Mei 2019. Sehubungan dengan terjadinya konflik antara warga Kabupaten Padang Lawas dengan Harimau Sumatera, mendorong Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara melakukan siaran pers dihadapan para jurnalis/wartawan dari berbagai media baik media cetak, elektronik maupun media on-line, pada Senin 27 Mei 2019, di ruang rapat Balai Besar KSDA Sumatera Utara.

Dihadapan jurnalis, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara menguraikan kronologis konflik yang terjadi dengan Harimau Sumatera  di 2 desa dalam waktu yang berdekatan. Konflik pertama, terjadi di Desa Siraisan, Kecamatan Ulu Barumun, pada tanggal 16 Mei 2019, memakan korban tewasnya seorang warga, Abu Sali Hasibuan, 61 tahun, petani, dalam kondisi yang mengenaskan.

10 hari berselang, tepatnya tanggal 26 Mei 2019, peristiwa kedua terjadi di Desa Pagaran Bira Jae, Kecamatan Sosopan, dimana Harimau Sumatera kembali melakukan penyerangan yang mengakibatkan seorang warga, Faisal Hendri Hasibuan, 40, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Padang Lawas, menderita luka-luka disekujur tubuhnya dan saat ini sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sibuhuan.

Langkah-langkah penanganan yang dilakukan oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara, sebagaimana yang diuraikan Hotmauli Sianturi, berupa patroli bersama dengan aparat keamanan dari Koramil 007 Sosospan, Polsek Sosopan, Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) Sumatera Barat dan warga di 3 desa (Desa Siraisan, Desa Hutabargot, Desa Pagaran Bira Jae), pemasangan camera trap di beberapa titik serta pemasangan kandang perangkap/jebakan.

Saat ditanya awak media tentang tingkat kerawanan konflik dengan Harimau Sumatera di Propinsi Sumatera Utara sepanjang tahun 2019, Hotmauli Sianturi, menjalaskan bahwa sepanjang tahun 2019, ada sekitar 5 kasus konflik warga dengan Harimau Sumatera di beberapa kabupaten, namun yang sangat serius dan sampai menimbulkan korban jiwa terjadi di Kabupaten Padang Lawas ini.

“Kami menghimbau kepada warga/masyarakat untuk berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas terutama saat melakukan aktivitas di perladangan maupun perkebunan, usahakan aktivitas tersebut dilakukan secara berkelompok. Sesegera mungkin melaporkan kepada petugas dan pihak-pihak terkait lainnya bila mendengar dan menemukan tanda-tanda kehadiran binatang buas, baik itu Harimau Sumatera maupun satwa liar lainnya, serta menghindari tindakan/perbuatan yang menyebabkan terluka atau matinya satwa liar khususnya yang dilindungi undang-undang, terkecuali dalam kondisi yang terancam dan terpaksa guna melindungi keselamatan diri,” ujar Hotmauli mengakhiri penjelasannya.

Sumber: Balai Besar KSDAE Sumatera Utara