Image

Bibit Gerunggang Kurang dari 40 Sentimeter Lebih Adaptif Hadapi Kondisi Ekstrim di Lahan Gambut

Bibit Gerunggang Kurang dari 40 Sentimeter Lebih Adaptif Hadapi Kondisi Ekstrim di Lahan Gambut

BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, Mei 2019)_Bibit gerunggang (Cratoxylum arborescens (Vahl) Blume.) kurang dari 40 cm lebih adaptif menghadapi kondisi ekstrim di lahan gambut. Hal ini diungkapkan Reny Setyo Wahyuningtyas, Peneliti Muda Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru di ruang kerjanya.

“Bibit gerunggang dengan ukuran tinggi 21-30 sentimeter (cm) dan 31-40 cm menunjukkan adaptasi yang baik terhadap pertumbuhan tinggi setelah ditanam di lapangan. Akan tetapi efeknya terhadap  pertumbuhan diameter batang baru dapat menyaingi bibit berukuran >60 cm setelah 8 bulan,” kata Reny mengungkapkan hasil penelitiannya dan tim. 

Lebih lanjut Reny menjelaskan bahwa bibit dengan ukuran tinggi >40 cm cenderung mudah stress yang ditunjukkan dengan tingkat mati pucuk yang lebih tinggi dan menggugurkan daun lebih banyak dibandingkan bibit ukuran yang lebih rendah.

“Walaupun ukuran bibit dengan tinggi <40>

Baca juga: Gerunggang, Jenis Potensial untuk Restorasi Lahan Gambut

Di ruang kerjanya, Reny menjelaskan bahwa rehabilitasi lahan gambut terdegradasi dengan jenis-jenis asli sering terkendala oleh rendahnya kemampuan adaptasi tanaman. Hal ini karena kondisi lahan gambut terdegradasi umumnya terbuka, tergenang pada musim hujan dan kesuburannya rendah.  

Akan tetapi karena permudaan gerunggang di alam bervariasi, maka perlu diketahui ukuran bibit gerunggang yang adaptif terhadap kondisi lahan gambut terbuka. Inilah yang menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini, yaitu bertujuan untuk mengetahui tingkat adaptasi tanaman gerunggang pada lahan gambut terdegradasi di Kalimantan Tengah.

Hasil penelitian Reni menunjukkan bahwa daya hidup tanaman gerunggang pada umur 8 bulan berkisar 90 hingga 100%. Ukuran bibit ternyata berpengaruh signifikan terhadap pertambahan tinggi tanaman gerunggang di lapangan pada umur 1, 3 dan 8 bulan. Sedangkan pertambahan  diameter dan  jumlah daun hanya menunjukkan pengaruh yang signifikan pada umur 3 bulan saja.

Reni menjelaskan, penelitian ini dilakukan dengan menguji beberapa kelas ukuran tinggi bibit dengan kisaran tinggi 10-90 cm terhadap daya hidup dan pertumbuhan awal tanaman di lapangan. Pada uji coba ini, bibit gerunggang ditanam pada kondisi lahan yang tidak tergenang.

Ketika ditanya terkait latar belakang penelitian ini, Reny menjelaskan bahwa gerunggang (Cratoxylum arborescens (Vahl) Blume.) merupakan salah satu jenis pioner yang cocok untuk rehabilitasi lahan gambut yang rusak. Hasil penelitian sebelumnya oleh Saito et al. (2005) menunjukkan bahwa permudaan gerunggang sangat toleran terhadap kondisi terbuka, penyinaran matahari intensif, suhu tanah tinggi dan kelembaban tanah rendah sehingga cocok untuk jenis rehabilitasi.***

Sumber: Litbang KLHK
Informasi lainnya klik disini