Image

Jajaki Kolaborasi Riset, Taman Nasional Aketajawe Lolobata Kunjungi BP2LHK Manado

Jajaki Kolaborasi Riset, Taman Nasional Aketajawe Lolobata Kunjungi BP2LHK Manado

BP2LHK Manado (Manado, Maret 2018)_Dalam rangka konsultasi sekaligus menjajaki kemungkinan kerjasama, Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) dan tim berkunjung ke kantor Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado, Rabu (13/3/2019).

”Kami tidak bisa berjalan sendiri dalam mengelola kawasan Taman Nasional, oleh karena itu dukungan baik riset maupun pengembangan dari BP2LHK Manado sangat kami butuhkan dalam mengelola Taman Nasional,” kata Muhammad Wahyudi, SP, M.Sc, Kepala TNAL.

“Salah satu permasalahan yang dihadapi pengelola Taman Nasional Aketajawe Lolobata adalah menurunnya populasi burung paruh bengkok, termasuk kakatua putih (cacatua alba) akibat perburuan liar dan perdagangan ilegal serta konflik tenurial di sekitar kawasan. Penurunan populasi kakatua putih yang terus munurun ini dikhawatirkan akan menyebabkan kepunahan,” lanjut Wahyudi.

Dijelaskan bahwa saat ini TNAL dalam proses pembangunan suaka burung paruh bengkok yang bertujuan untuk menyelamatkan burung hasil sitaan untuk direhabilitasi dan dilepasliarkan kembali. Untuk itu, TNAL memerlukan dukungan BP2LHK Manado dalam kegiatan-kegiatan penelitian yang fokus pada pakan alami, monitoring untuk pelepasliaran serta kesehatan satwa.

Wahyudi yang didampingi koordinator PEH TNAL ini  juga menyampaikan tentang Kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata yang memiliki keunikan dan kekhasan karakteristik ekologi, namun mengalami permasalahan sosial. Menurut Wahyudi, banyaknya pemangku kepentingan terhadap sumberdaya alam yang terdapat di dalam kawasan mengakibatkan terjadinya konflik kepentingan dalam pengelolaannya.

“Manajemen kolaborasi sangat diperlukan dalam menyelesaikan beberapa permasalahan yang ada di taman nasional. Oleh sebab itu kami ingin menggandeng BP2LHK Manado yang telah memiliki hasil-hasil riset untuk diterapkan di TNAL,” tambah Wahyudi.

Menyambut baik kunjungan ini, Kepala BP2LHK ManadoIr. Dodi Garnadi, M.Si menyampaikan bahwa BP2LHK Manadosangat terbuka untuk bekerjasama dengan TNAL. “Kami sangat terbuka dan senantiasa siap apabila TNAL menggandeng BP2LHK Manado untuk melaksanakan kegiatan kolaboratif,” kata Dodi.

Setelah presentasi singkat dari kedua belah pihak, baik BP2LHK Manado selaku tuan rumah maupun TNAL dan berdiskusi, tim TNAL diajak meninjau lokasi kandang anoa dan klinik Anoa Breeding Centre yang baru saja dibangun.

Baca juga: Dukung Anoa Breeding Centre, PT. Cargill Indonesia akan Bangun Klinik Hewan Pertama di Sulawesi Utara

Sebagai informasi, Taman Nasional Aketajawe-Lolobata adalah taman nasional yang terletak di HalmaheraMaluku UtaraIndonesia. Wikipedia menyebutkan taman nasional ini dianggap penting bagi keselamatan 23 spesies burung endemik oleh BirdLife International. Aketajawe-Lolobata yang memiliki wilayah seluas 167.300 hektare ini dinyatakan sebagai taman nasional pada tahun 2004.***MF

Sumber: Badan Litbang dan Inovasi

Informasi lainnya klik disini