Cegah Karhutla Demi Menyelamatkan Masa Depan

admin 07:41:58 Lingkungan Hidup dan Kehutanan
img

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan(KLHK), Minggu, 13 Mei 2018. Dalam rangka kampanye pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), KLHK selenggarakan jalan santai dengan slogan, "Membakar Hutan dan Lahan Tak Punya Hati, Membiarkannya Tak Punya Nyali, Cegah Karhutla Demi Menyelamatkan Masa Depan", di Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur (13/05/2018).

Dihadiri ratusan masyarakat dan pelajar dari berbagai desa di Kecamatan Loa Janan, acara ini diperkaya dengan materi pencegahan karhutla, yang disampaikan oleh Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Kalimantan, Ditjen PPI KLHK. Mewakili Kepala Balai PPIKHL Wilayah Kalimantan, Kepala Seksi Karhutla, Arsud Noke, mengajak masyarakat dan juga para pihak untuk menjaga lingkungan sekitar dari ancaman karhutla. 
 
"Dukungan para pihak, seperti TNI, POLRI, dan juga pihak swasta, seperti pemegang konsesi kehutanan dan pelaku usaha, serta masyarakat dalam mencegah karhutla, menentukan keberhasilan dalam mewujudkan Kalimantan Timur bebas asap", jelas Arsud. 
 
Sementara perwakilan dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, Enggar Setia Budi, menyampaikan dampak kerugian yang ditimbulkan dari karhutla, baik dampak ekologis, ekonomi, sosial, dan juga stabIlitas negara. "Dampak merugikan ini dapat dicegah jika kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tidak terjadi karhutla dan bencana asap", tuturnya.
 
Dalam acara jalan santai ini, juga hadir Kepala Polsek Loa Janan, Andin Wisnu Sudibyo, yang menegaskan bahwa, membakar hutan dan lahan merupakan tindak pidana, dimana bagi siapa saja yang melakukannya akan dikenai sanksi hukum. "Oleh karena itu, diharapkan masyarakat tidak melakukan aktivitas membakar hutan dan lahan", tegasnya.
 
Ajakan untuk mencegah karhutla juga diserukan oleh Komramil Loa Janan, Agung Subakti, dimana saat ini di Kecamatan Loa Janan telah dibentuk posko Pengendalian Karhutla. "Membakar hutan dan lahan harus dihentikan demi anak cucu kita", ujar Agung. 
 
Kampanye ini juga turut didukung dan dihadiri instansi lingkup provinsi Kalimantan Timur, seperti Dinas LH, Dinas Perkebunan dan Pertanian, BPBD, TNI, POLRI, UPT lingkup KLHK, beberapa KPH di Kalimantan Timur, Kepala Desa lingkup Kecamatan Loa Janan, dan juga beberapa pelaku usaha.
 
Sementara itu, pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK pada Sabtu (12/05/2018) pukul 20.00 WIB, berdasarkan Satelit NOAA mendeteksi ada satu hotspot di Jawa Tengah. Sementara Satelit TERRA-AQUA (NASA) mendeteksi ada tiga hotspot, satu titik di Nusa Tenggara Barat dan dua titik di Nusa Tenggara Timur.(*)
 
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081375633330
 
Informasi lainnya klik disini

Berita Terkait

Informasi Terpopuler

Statistik Website

Membuat script counter dengan Gambar

Akses Hari Ini (Visitor today)
Akses Kemarin (Yesterday)
Total Pengunjung (Visit)

Galeri Foto dan Video