Siti Nurbaya, Srikandi Lingkungan Hidup Indonesia

admin 07:08:24 Lingkungan Hidup dan Kehutanan
img

Siti Nurbaya, Srikandi Lingkungan Hidup Indonesia.
Oleh: Emmy Hafild

Pada saat kita memperingati perjuangan perempuan Indonesia untuk kemerdekaan bangsa, persatuan dan kesatuan, persamaan hak perempuan dalam pendidikan dan kehidupan negara dan sosial, melawan pernikahan dini dan poligami, ada satu perempuan hebat Indonesia yang luput dari perhatian publik. Dia adalah anggota kabinet, yang bekerja dalam diam, tidak gegap gempita, tidak ada pencitraan. Tetapi dialah yang berani membuat dua raksasa taipan Indonesia, Kel Wijaya ( Sinar Mas Group) dan Tanoto (APRIL group atau RAPP) yang selama ini tidak tersentuh oleh siapapun, bertekuk lutut pada otoritas lingkungan hidup negara ini. Dialah yang membuat Kementrian yang membawahi lingkungan dan kehutanan, yang selama Kementrian ini dibentuk sejak tahun 1978, bergigi, berotot dan berwibawa, selayaknya Kementrian negara yang berdaulat. Dialah Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia.

Dibawah Presiden yang fokus, Menteri Siti Nurbaya berhasil menata kembali pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan kita. Dibawah beliau, jati diri bangsa ini di dunia naik kembali, dengan turunnya tingkat dan luas kebakaran hutan secara drastis, 99% titik panas turun dalam dua tahun terakhir. Beliau berani menohok ke inti persoalan: jutaan hektar lahan gambut kita yang dikeringkan untuk perkebunan kelapa sawit dan Hutan Tanaman Industri. Menteri pertama negeri ini yang berani menghadapi raksa taipan perkebunan dan bubur kertas.

Beliaulah yang membuat perusahaan-perusahaan ini bertanggungjawab atas kebakaran dan kerusakan lahan gambut yang selama ini dituduhkan kepada rakyat kecil dan merubah cara kerja mereka dan membuat mereka mematuhi aturan-aturan yang sudah ada.

Beliau juga berani membuat aturan-aturan baru yang lebih sesuai dengan jiwa dan semangat UUD 1945 dan UU Lingkubgan hidup.

Tanpa gegap gempita, tetapi bergerak secara sistematis, beliau membenahi lingkungan hidup Indonesia mulai dari birokrasi di dalam dua Kementrian yang selama ini dikenal korup, yang sebelumnya merasa lebih tahu dari siapapun mengenai sektornya, yang dulu lebih berpihak pada perusahaan besar daripada pada rakyat kecil menjadi Kementrian yang selalu mengajak masyarakat untuk berkonsultasi dan melibatkan organisasi-organisasi masyarakat sipil dalam membuat program dan kebijakannya.

Beliau menghadapi musuh dan pertentangan dari dalam dan dari luar. Tapi dengan dukungan yang tanpa reserve dari Presiden, beliau menghadapinya dengan dingin dan taktis. Bak Srikandi, beliau menghadapi lawan-lawannya yang macho dengan senjata ampuh dan cerdas. Beliaulah satu-satunya Menteri yang berhasil membagi kembali lahan hutan yang tadinya lebih banyak diberikan kepada perusahaan, kepada rakyat. Sengkarut kehutanan Indonesia diurai satu persatu dan diselesaikan. Hukum ditegakkan dengan memenangi kasus demi kasus yang dibawa ke pengadilan.

Menata kembali lingkungan hidup Indonesia tidaklah mudah. Kerusakan yang sudah terjadi puluhan tahun tidak dapat semuanya diselesaikan dalam 3 tahun. Tapi Siti Nurbaya telah meletakkan dasar-dasar perbaikan dengan fokus pada tata kelola pemerintahan yang baik. Saya mengharapkan publik Indonesia memberi penghargaan yang layak pada beliau. Sayangnya, saat ini Malaysia yang memberikan penghargaan dengan ucapan terimakasih karena hilangnya asap yang selama bertahun-tahun meracuni paru-paru rakyatnya. Bahkan beliau tidak masuk di dalam survey manapun sebagai Menteri yang berhasil.

Itulah nasib pejabat yang bekerja keras secara diam, tidak pandai mencitrakan dirinya dalam pose-pose atau aksi-aksi yang disukai publik. Tetapi inilah contoh perempuan Indonesia, yang dicita-citakan para perempuan yang menghadiri Kongres Perempuan I , 22 Desember 1928, seorang ibu dan istri, berpendidikan tinggi (beliau seorang Doktor), mempunyai karir ( beliau pegawai negeri mantan Sekjen Kementrian Dalam Negeri), dan seorang Menteri, yang peduli tidak hanya pada keluarganya, tapi pada bangsanya.
Selamat Hari Ibu 2017.

Lewoleba, 23 Desember 2017.
Emmy Hafild


Berita Terkait

Informasi Terpopuler

Statistik Website

Membuat script counter dengan Gambar

Akses Hari Ini (Visitor today)
Akses Kemarin (Yesterday)
Total Pengunjung (Visit)

Galeri Foto dan Video