Tingkatkan Partisipasi Masyarakat untuk Cegah Karhutla

admin 10:28:26 Lingkungan Hidup dan Kehutanan
img

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rabu, 8 November 2017. Peran masyarakat dalam kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sangat penting, sehingga di tahun 2017 ini, KLHK telah melaksanakan kegiatan patroli terpadu dengan membentuk 300 posko di provinsi-provinsi rawan karhutla, yang menjangkau 1.203

desa rawan karhutla. Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Raffles B. Panjaitan

mengungkapkan bahwa tahun 2018 yang akan datang, KLHK menetapkan 300 desa sasaran pembentukan dan pembinaan Mayarakat Peduli Api (MPA). Penentuan lokasi MPA ini tentunya dengan mempertimbangkan aspek kerawanan terhadap kebakaran hutan dan lahan dan mengacu pada desa prioritas lokasi patroli terpadu.

“Kegiatan patroli terpadu menjadi pintu masuk dalam pelibatan masyarakat untuk aksi-aksi pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. MPA yang sudah dibentuk diharapkan dapat menjadi mitra KLHK yang selalu siaga bersama-sama dengan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK – Manggala Agni di lapangan,” tambah Raffles.

Tiga ratus desa sasaran pembentukan MPA ini tersebar di hampir seluruh Provinsi di Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran cukup tinggi, baik di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan juga Papua. Penyebarannya tentunya berdasarkan trend hotspot dan kejadian karhutla di masing-masing provinsi dengan tujuan agar kebakaran tang terjadi dapat segera ditindaklanjuti oleh MPA .

Sementara itu, pemadaman masih dilakukan oleh Manggala Agni Daops Tinangge bersamasama dengan petugas Taman Nasional Rawa Aopa (TNRAW), dan anggota Kepolisian Sektor  Lantai Jaya di Desa Tatangge, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan yang merupakan kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (Selasa, 07/11/2017). Kebakaran terjadi pada areal dengan vegetasi berupa savana dengan luas sekitar 58,47 Ha. Api pun berhasil dipadamkan pada malam hari.

Jumlah hotspot berdasarkan pantauan satelit NOAA pukul 20.00 WIB (07/11/2017), terpantau ada 5 hotspot yaitu di Provinsi Sulawesi Tenggara 4 titik dan di Sulawesi Selatan 1 titik, sedangkan berdasarkan Satelit TERRA AQUA (NASA) terpantau 3 hotspot yaitu di Provinsi Papua.

Dengan demikian, untuk periode 1 Januari – 7 November 2017 pada satelit NOAA, terdapat 2.538 hotspot di seluruh Indonesia. Sedangkan pada periode yang sama di tahun 2016, tercatat sebanyak 3.761 hotspot, sehingga terdapat penurunan sebanyak 1.223 hotspot atau sebesar 32,51%.

Penurunan sejumlah 1.454 titik (38,89%) juga ditunjukkan oleh satelit TERRA-AQUA (NASA) confidence level ≥80%, yang mencatat 2.284 hotspot di tahun ini, setelah sebelumnya di tahun 2016, tercatat sebanyak 3.738 hotspot. (*)

 

Penanggung jawab berita:

Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,

Djati Witjaksono Hadi – 081375633330


Berita Terkait

Informasi Lainnya

Statistik Website

Membuat script counter dengan Gambar

Pengunjung Hari Ini (Visitor today)
Kemarin (Yesterday)
Total Pengunjung (Visit)

Galeri Foto dan Video