Ringkasan Laporan Patroli Mandiri Harian dan Groundchek

admin 14:23:59 Lingkungan Hidup dan Kehutanan
img

Perkembangan Laporan Patroli Mandiri Harian dan Groundcheck Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Tujuh Provinsi

 

Sabtu, 16 September 2017

 

Yth. Ibu Menteri LHK, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Sabtu Tanggal 16 September 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

 

A. DATA HOTSPOT

1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 7 dengan rincian :

.Prov. Sultra : 2 (Kab. Bombana)

.Prov. Kaltim : 3 (Kab. Kutai Kartanegara, Kutai Barat)

.Prov. Sulsel : 1 (Kab. Wajo)

.Prov. Kalbar : 1 (Kab. Sanggau)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

Total hotspot 1 Januari 2017 –  16 September 2017 : 1.999

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level  ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 18 dengan rincian ;

.Prov. Sumsel : 10 (Kab. Ogan Ilir, Musi Rawas, OKU, OKU Selatan)

.Prov. Babel : 2 (Kab. Bangka Selatan, Bangka Barat)

.Prov. Banten : 1 (Kab. Lebak)

.Prov. Lampung : 3 (Kab. Lampung Timur, Mesuji)

.Prov. Sulsel : 1 (Kab. Luwu Timur)

.Prov. DKI Jakarta : 1 (Kota Jakarta Utara)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperinhkan untuk digroundcheck

Total hotspot 1 Januari 2017 – 16 September 2017 : 1.336

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 20 dengan rincian :

.Prov. Bangka Belitung : 2 (Kab. Bangka Selatan, Bangka Barat)

.Prov. Banten : 1 (Kab. Lebak)

.Prov. Sultra : 1 (Kab. Bombana)

.Prov. Sumsel : 10 (Kab. Ogan Ilir, Musi Rawas, OKU, OKU Selatan)

.Prov. Lampung : 4 (Kab. Lampung Timur, Mesuji)

.Prov. DKI Jakarta : 1 (Kota Jakarta Utara)

.Prov. Sulsel : 1 (Kab. Luwu Timur)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

Total hotspot 1 Januari 2017 – 16 September 2017 : 1.690

4. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level 30 - ≤ 79 % per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 137 dengan rincian ;

.Prov. Jatim : 1 (Kab. Ponorogo)

.Prov. Jabar : 1 (Kab. Sukabumi)

.Prov. Banten : 3 (Kab. Lebak, Pandeglang)

.Prov. Lampung : 18 (Kab. Lampung Timur, Pesisir Barat, Tulang Bawang, Way Kanan, Mesuji)

.Prov. Sumsel : 67 (Kab. OKU, OKU Selatan, Lahat, Musi Rawas, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir, Banyuasin)

.Prov. Babel : 10 (Kab. Bangka Selatan, Bangka Tengah)

.Prov. Jambi : 12 (Kab. Sarolangun, Batanghari, Merangin, Tebo, Muaro Jambi)

.Prov. Kalbar : 2 (Kab. Sekadau, Sintang)

.Prov. Riau : 1 (Kab. Indragiri Hilir)

.Prov. NTT ; 15 (Kab. Alor, Kupang, Sumba Timur, Belu, Sumba Barat Daya)

.Prov. Maluku : 4 (Kab. Maluku Tengah, Maluku Barat Daya)

.Prov. Gorontalo : 1 (Kab. Gorontalo Utara)

.Prov. Maluku Utara : 1 (Kab. Pulau Morotai)

.Prov. Jateng : 1 (Kab. Kudus)

.Prov. Sulsel : 1 (Kab. Bone)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

5. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≤ 29% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 2 dengan rincian ;

.Prov. NTT : 1 (Kab. Kupang)

.Prov. Kep. Riau : 1 (Kota Batam)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017

(tanggal 1 Januari –  16 September 2017) berdasarkan :

a. Satelit NOAA : 1.999 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.164 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.165titik / 36,82%).

b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 1.336 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.418 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 2.082 titik / 60,91%).

 

B. KEGIATAN AKSI LAPANGAN DI PROVINSI RAWAN KEBAKARAN

1. Prov. Sumut :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Labuhanbatu, Sibolangit dan Pematangsiantar.

2. Prov. Riau :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Pekanbaru, Daops Rengat, Daops Siak dan Daops Dumai.

3. Prov. Jambi : 

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Simpang Berbak, Kota Jambi, Sarolangun, Muara Bulian, Bukit Tempurung dan Muara Tebo.

•             Penanganan Karhutla di wilayah Kerja Daops Kota Jambi, Sabtu  : 16 September 2017, Desa Tangkit, Kec. Sungai Gelam, Kab. Muaro Jambi, S. .01.62150  103.73167 , Luas terbakar +/_ 2 ha

4. Prov. Sumsel :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Banyuasin, Musi Banyuasin, Lahat dan OKI.

•             Laporan pemadaman oleh Manggala Agni Daops Banyuasin, Hari Sabtu, Tanggal 16 September 2017, Koordinat S 03.12537° E 104.68431, Desa Sungai Rambutan Kec. Indralaya Utara Kab.Ogan Ilir, luas kebakaran ± 4 Ha.

5. Prov. Kalbar :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Pontianak, Daops Singkawang, Daops Sintang, Daops Semitau dan Daops Ketapang.

6. Prov. Kalteng : 

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Palangkaraya, Pangkalan Bun, Kapuas, Katingan Sebangau dan Muara Teweh.

•             Laporan kegiatan penanganan dan antisipasi Karhutla, Desa Babual Baboti, Kec. Kotawaringin Lama, Kab. Kobar. ditemukan lahan bekas kebakaran di tikor -2.587349 LS -111.345024, luas kebakaran 5 ha.

7. Prov. Kalsel : 

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Banjar, Tanah Bumbu dan Tanah Laut.

8. Prov. Kaltim :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Sangkima Kutai dan Daops Paser.

 

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN

Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 16 September 2017 seluas 8.399,77 Ha, terdiri dari :

•             Prov. Sumut       : 1.250,93 Ha

•             Prov. Riau            : 738,61 Ha

•             Prov. Jambi         : 255,47 Ha

•             Prov. Sumsel      : 2.083,75 Ha

•             Prov. Kalbar        : 690,63 Ha

•             Prov. Kalteng     : 519,98 Ha

•             Prov. Kalsel         : 875,90 Ha

•             Prov. Kaltim        : 13,50 Ha

•             Prov. Kep. Riau  : 55,10 Ha

•             Prov. Sulsel         : 29,75 Ha

•             Prov. Sulut          : 10,33 Ha

•             Prov. Sultra         : 747,39 Ha

•             Prov. Papua        : -

•             Prov. Kaltara      : -

•             Prov. Aceh          : 797,00

•             Prov. Sumbar     : 2,00 Ha

•             Prov. Lampung  : 4,00 Ha

•             Prov. Sulbar      : 20,00 Ha

•             Prov. NTB            : 91,00 Ha

•             Prov. NTT            : 159,83 Ha

•             Prov. Jatim          : 16,00 Ha

•             Prov. Maluku     : 30,00 Ha

•             Prov. Bali             : 3,50 Ha

•             Prov. Jabar          : 5,10 Ha

 

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)

•             Pada tanggal 16 September 2017 tidak terdeteksi adanya asap kebakaran hutan/lahan dan untuk kualitas udara baik hingga sedang dengan nilai PM10 (28,31 – 66,75)

 

E. STATUS KEDARURATAN

•             Sampai saat ini sudah  7 (tujuh) Provinsi yang telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan yaitu Provinsi Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Aceh (Aceh Barat) dan Kalimantan Tengah. Masa Siaga Darurat tersebut di Provinsi Sumatera Selatan  berlaku sejak tanggal 31 Januari 2017 sampai dengan 31 Oktober 2017; Provinsi Riau 214 (dua ratus empat belas) hari terhitung mulai tanggal 1 Mei s.d. 30 November 2017; Provinsi Jambi sejak tanggal 24 Juli 2017 - 31 Oktober 2017.; Provinsi Kalimantan Selatan sejak tanggal 15 Juni -31 November 2017; Provinsi Kalimantan Barat masa siaga darurat dari 1 Juni – 31 Oktoer 2017; Provinsi Aceh (Kab. Aceh Barat) berlaku sejak 10 Juli – 30 September 2017; dan Provinsi Kalimantan Tengah berlaku sejak 1 Agustus – 14 Oktober 2017.

 

F. REKAPITULASI PESAWAT

 Total pesawat yang terlibat dalam status siaga darurat sampai tanggal 16 September 2017 sbb;

-Heli Kementerian LHK 1 unit Bell 412

-Heli dari BNPB 23 unit pesawat.

-Pesawat TMC 2 unit (TNI-AU).

 

G. WATER BOMBING

Total air yang sudah di jatuhkan sejak Siaga Darurat (Februari-September 2017 ) sebanyak 65.801.000 liter air, yaitu masing-masing sbb;

 1. Prov. Riau

•             Helikopter KLHK dan BNPB : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 14 September 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebanyak 41.052.000 Liter di Kab. Rokan Hilir, Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Bengkalis, Kuansing, Meranti, Pelalawan dan Kampar.

2. Prov. Kalbar

•             Helikopter KLHK : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 2 Juni – 15 September 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebayak 748.000 Liter air di Kab. Kubu Raya.

3. Prov. Sumsel

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 8 Juni – 14 September 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebayak 17.084.500 Liter air di Kab. OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Pali, Muara Enim dan OKU.

4. Prov. Aceh

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebayak 88.000 Liter air di Kab. Aceh Barat.

5. Prov. Jambi

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2017 – 6 September 2017 dengan rincian : total air yang dijatuhkan sebayak 6.810.500 Liter air di Kab. Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo, Muaro Jambi, Batanghari, Sarolangun dan Bungo.

6. Kalsel

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2017 dengan rincian : total air yang dijatuhkan sebayak 18.000 Liter air di Kab. Hulu Sungai Selatan.

 

H. HUJAN BUATAN/ TMC

Total semai garam yang sudah di taburkan sejak Siaga Darurat (Februari-September 2017 ) sebanyak 149,80 ton, yaitu masing-masing sbb;

•             Prov. Riau : Dari tanggal 5 Juli – 14 September 2017 telah di semai garam sebanyak 56,8 Ton garam di wilayah Kab. Siak, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, Inhul dan Rohil.

•             Prov. Sumsel : Dari tanggal 8 Juni – 14 September 2017 telah dilakukan telah di semai garam sebanyak 92 Ton garam di wilayah Kab. Banyuasin, OKI, Ogan Ilir, PALI, Muara Enim, OKU Timur dan Kota Palembang.

 

I. LAPORAN PATROLI TERPADU

•             Periode 1 (11 Mei-9 Juni) : Riau (65 Posko desa) dengan jangkauan 189 desa rawan, Sumsel (50 Posko desa) dengan jangkauan 447 desa rawan, Total jangkauan: 636 desa rawan.

•             Periode 2 (18 Juli-16 Agustus) : Riau (65 Posko desa) dengan jangkauan 189 desa rawan, Sumsel (50 Posko desa) dengan jangkauan 447 desa rawan, Kalbar (60 Posko desa) dengan jangkauan 167 desa rawan, Total jangkauan: 803 desa rawan.

•             Periode 3 (15 Agustus – 16 September) : Sumut (15 Posko desa) dengan jangkauan 45 desa rawan, Riau (65 Posko desa) dengan jangkauan 189 desa rawan, Jambi (20 Posko desa) dengan jangkauan 88 desa rawan, Sumsel (50 Posko desa) dengan jangkauan 447 desa rawan, Kalbar (60 Posko desa) dengan jangkauan 167 desa rawan, Kalteng (55 Posko desa) dengan jangkauan 110 desa rawan, Kalsel (20 Posko desa) dengan jangkauan 67 desa rawan, Kaltim (15 Posko desa) dengan jangkauan 90 desa rawan.

•             Total jangkauan keseluruhan : 1203 desa rawan.

 

J.   MONITORING UDARA DAN CUACA

•             Medan : Visibilitas ≥10 km, Berawan

•             Pekanbaru : Visibilitas 7,0 km, Berawan

•             Jambi : Visibilitas 8,0 km, Cerah Berawan

•             Palembang : Visibilitas ≥10 km, Berawan

•             Pontianak: Visibilitas 8,0 km, Halimun

•             Palangkaraya: Visibilitas ≥10 km, Hujan Ringan

•             Banjarmasin: Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

•             Samarinda : Visibilitas 8,0 km, Cerah Berawan

•             Tanjung Selor : Visibilitas 8,0  km, Berawan

•             Jayapura : Visibilitas ≥10 km, Berawan

 

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

 

DEMIKIAN LAPORAN KAMI

Penanggung jawab Harian Posko  :

Direktur PKHL

 

 

Jumat, 15 September 2017

 

Yth. Ibu Menteri LHK, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Jum at Tanggal 15 September 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

 

A. DATA HOTSPOT

1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 80 dengan rincian :

.Prov. Jatim : 5 (Kab. Gresik, Situbondo, Lamongan, Tuban, Bondowoso)

.Prov. Kalteng : 3 (Kab. Gunungmas, Barito Timur, Kotawaringain Barat)

.Prov. Sulsel : 1 (Kab. Barru)

.Prov. Kalbar : 68 (Kab. Sanggau, Landak, Sintang, Sekadau, Ketapang, Melawi)

.Prov. Kaltim : 2 (Kab. Kutai Kartanegara)

.Prov. Bangka Belitung : 1 (Kab. Bangka Barat)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

Total hotspot 1 Januari 2017 –  15 September 2017 : 1.992

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level  ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 142 dengan rincian ;

.Prov. Sumsel : 2 (Kab. OKU Timur)

.Prov. Kalteng : 3 (Kab. Sukamara, Lamandau)

.Prov. NTB : 3 (Kab. Sumbawa, Bima)

.Prov. Sulsel : 1 (Kab. Barru)

.Prov. Kalbar : 133 (Kab. Sanggau, Landak, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Ketapang, Sekadau, Melawi)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperinhkan untuk digroundcheck

Total hotspot 1 Januari 2017 – 15 September 2017 : 1.317

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 142 dengan rincian :

.Prov. Kalteng : 3 (Kab. Lamandau, Sukamara)

.Prov. Sumsel : 1 (Kab. OKI)

.Prov. NTB : 3 (Kab. Sumbawa, Bima)

.Prov. Sulsel : 2 (Kab. Barru)

.Prov. Kalbar : 133 (Kab. Sanggau, Landak, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Ketapang, Sekadau, Melawi)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

Total hotspot 1 Januari 2017 – 15 September 2017 : 1.669

4. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level 30 - ≤ 79 % per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 238 dengan rincian ;

.Prov. Kalbar : 160 (Kab. Sanggau, Landak, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Ketapang, Sekadau, Melawi)

.Prov. NTB : 15 (Kab. Sumbawa, Lombok Barat, Bima)

.Prov. Jatim : 19 (Kab. Lumajang, Banyuwangi, Malang, Situbondo, Nganjuk)

.Prov. Sulsel : 3 (Kab. Marros, Luwu Timur, Barru)

.Prov. Sumsel : 6 (Kab. OKU Timur, OKI, Muara Enim)

.Prov. Babel : 3 (Kab. Bangka Selatan)

.Prov. Kalteng : 25 (Kab. Sukamara, Palangkaraya, Lamandau, Seruyan, Katingan, Murung Raya)

.Prov. Kaltim : 3 (Kab. Berau, Kutai Timur)

.Prov. Jabar : 2 (Kab. Majalengka, Cirebon)

.Prov. Jateng : 2 (Kab. Boyolali, Semarang)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

5. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≤ 29% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 26 dengan rincian ;

.Prov. Kalbar : 22 (Kab. Landak, Sintang, Sanggau, Ketapang, Kapuas Hulu)

.Prov. NTB : 3 (Kab. Sumbawa, Dompu)

.Prov. Sumsel : 1 (Kab. OKU)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017

(tanggal 1 Januari –  15 September 2017) berdasarkan :

a. Satelit NOAA : 1.992 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.148 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.156 titik / 36,72%).

b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 1.317 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.407 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 2.090 titik / 61,34%).

 

B. KEGIATAN AKSI LAPANGAN DI PROVINSI RAWAN KEBAKARAN

1. Prov. Sumut :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Labuhanbatu, Sibolangit dan Pematangsiantar.

2. Prov. Riau :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Pekanbaru, Daops Rengat, Daops Siak dan Daops Dumai.

3. Prov. Jambi : 

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Simpang Berbak, Kota Jambi, Sarolangun, Muara Bulian, Bukit Tempurung dan Muara Tebo.

•             Laporan Hasil Kegiatan Ground Check Bersama Satgas Kab. Batang Hari (Jum at 15 September 2017), Desa  Peninjauan, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batang Hari, Tikor lapangan : S : 01.79441 E : 102.76199, Lokasi Hutan Taman Nasional Bukit Dua Belas Desa Peninjauan Kec. Maro Sebo Ulu dengan Luas Kebakaran ± 10 ( Sepuluh ) Ha.

4. Prov. Sumsel :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Banyuasin, Musi Banyuasin, Lahat dan OKI.

•             Laporan pemadaman oleh Manggala Agni Daops Banyuasin, Hari Jumat, Tanggal 15 September 2017, Koordinat  S : 03.07740° E : 104.68550°, Desa Sungai Rambutan Kec. Indralaya Utara Kab.Ogan Ilir, Luas terbakar : 2 Ha.

•             Laporan pemadaman oleh Manggala Agni Daops Banyuasin, Hari Jumat, Tanggal 15 September 2017, Koordinat : S : 03.07883° E : 104.68411°, Desa Sungai Rambutan Kec. Indralaya Utara Kab.Ogan Ilir, Luas terbakar : +_10 Ha.

•             Laporan pemadaman oleh Manggala Agni Daops Banyuasin, Hari Jumat, Tanggal 15 September 2017, Koordinat : S : 03.07451° E : 104.68391°, Desa Soak Batok Kec. Indralaya Utara Kab.Ogan Ilir, Luas terbakar : 0.5 Ha.

•             Laporan pemadaman oleh Manggala Agni Daops Banyuasin, Hari Jumat, Tanggal 15 September 2017, Koordinat  S : 03.06895° E : 104. 96230°, Desa Durian Gadis Kec. Rambutan Kab. Banyuasin, Luas terbakar : +_ 3 Ha.

•             Laporan Pemadaman Di Desa Tanjung raja (Pematang Kayu Ara) Kec.Gumai Ulu Kab.Lahat, Koordinat S.03.90799 E.103.45423, Luas yang Terbakar ±5 ha.

•             Laporan pemadaman, Hari  jumat, Tanggal 15 September 2017  , Lokasi Kebakaran di perbatasan Desa Gunung Batu Kab. OKU Timur dengan  Desa Ulak Kapal, Kec. Tanjung Lubuk, Kab. OKI, Luas terbakar lebih kurang 20 ha. koordinat S 04,07400 dan E 103, 28630.

5. Prov. Kalbar :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Pontianak, Daops Singkawang, Daops Sintang, Daops Semitau dan Daops Ketapang.

•             Kegiatan Pemadaman, Jumat, 15 September 2017, Lokasi: Desa Sungai Besar, Kec Matan Hilir Selatan, Kab Ketapang, Titik Koordinat: S: -1.91244 E:110.13341, Luas Kebakaran: -/+ 5 Ha.

6. Prov. Kalteng : 

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Palangkaraya, Pangkalan Bun, Kapuas, Katingan Sebangau dan Muara Teweh.

7. Prov. Kalsel : 

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Banjar, Tanah Bumbu dan Tanah Laut.

•             Update Kegiatan Satgas Udara Provinsi Kalimantan Barat Tanggal 14 September 2017. Kegiatan Patroli Udara dan Monitoring Hotspot tanggal 14 September 2017 diawali dari Bandara Supadio Pontianak, untuk pergeseran Unit Heli dari Pontianak menuju Banjarmasin Via Pangkalan Bun.

8. Prov. Kaltim :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Sangkima Kutai dan Daops Paser.

 

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN

Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 15 September 2017 seluas 8.322,27 Ha, terdiri dari :

•             Prov. Sumut       : 1.250,93 Ha

•             Prov. Riau            : 738,61 Ha

•             Prov. Jambi         : 244,47 Ha

•             Prov. Sumsel      : 2.027,25 Ha

•             Prov. Kalbar        : 685,63 Ha

•             Prov. Kalteng     : 514,98 Ha

•             Prov. Kalsel         : 875,90 Ha

•             Prov. Kaltim        : 13,50 Ha

•             Prov. Kep. Riau  : 55,10 Ha

•             Prov. Sulsel         : 29,75 Ha

•             Prov. Sulut          : 10,33 Ha

•             Prov. Sultra         : 747,39 Ha

•             Prov. Papua        : -

•             Prov. Kaltara      : -

•             Prov. Aceh          : 797,00

•             Prov. Sumbar     : 2,00 Ha

•             Prov. Lampung  : 4,00 Ha

•             Prov. Sulbar      : 20,00 Ha

•             Prov. NTB            : 91,00 Ha

•             Prov. NTT            : 159,83 Ha

•             Prov. Jatim          : 16,00 Ha

•             Prov. Maluku     : 30,00 Ha

•             Prov. Bali             : 3,50 Ha

•             Prov. Jabar          : 5,10 Ha

 

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)

•             Pada tanggal 15 September 2017 tidak terdeteksi adanya asap kebakaran hutan/lahan dan untuk kualitas udara baik dengan nilai PM10 (18,29 – 46,98)

 

E. STATUS KEDARURATAN

•             Sampai saat ini sudah  7 (tujuh) Provinsi yang telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan yaitu Provinsi Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Aceh (Aceh Barat) dan Kalimantan Tengah. Masa Siaga Darurat tersebut di Provinsi Sumatera Selatan  berlaku sejak tanggal 31 Januari 2017 sampai dengan 31 Oktober 2017; Provinsi Riau 214 (dua ratus empat belas) hari terhitung mulai tanggal 1 Mei s.d. 30 November 2017; Provinsi Jambi sejak tanggal 24 Juli 2017 - 31 Oktober 2017.; Provinsi Kalimantan Selatan sejak tanggal 15 Juni -31 November 2017; Provinsi Kalimantan Barat masa siaga darurat dari 1 Juni – 31 Oktoer 2017; Provinsi Aceh (Kab. Aceh Barat) berlaku sejak 10 Juli – 30 September 2017; dan Provinsi Kalimantan Tengah berlaku sejak 1 Agustus – 14 Oktober 2017.

 

F. REKAPITULASI PESAWAT

 Total pesawat yang terlibat dalam status siaga darurat sampai tanggal 15 September 2017 sbb;

-Heli Kementerian LHK 1 unit Bell 412

-Heli dari BNPB 23 unit pesawat.

-Pesawat TMC 2 unit (TNI-AU).

 

G. WATER BOMBING

Total air yang sudah di jatuhkan sejak Siaga Darurat (Februari-September 2017 ) sebanyak 63.505.500 liter air, yaitu masing-masing sbb;

 1. Prov. Riau

•             Helikopter KLHK dan BNPB : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 14 September 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebanyak 41.148.000 Liter di Kab. Rokan Hilir, Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Bengkalis, Kuansing, Meranti, Pelalawan dan Kampar.

2. Prov. Kalbar

•             Helikopter KLHK : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 2 Juni – 5 Agustus 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebayak 447.000 Liter air di Kab. Kubu Raya.

3. Prov. Sumsel

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 8 Juni – 14 September 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebayak 17.084.500 Liter air di Kab. OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Pali, Muara Enim dan OKU.

4. Prov. Aceh

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebayak 88.000 Liter air di Kab. Aceh Barat.

5. Prov. Jambi

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2017 – 6 September 2017 dengan rincian : total air yang dijatuhkan sebayak 4.720.000 Liter air di Kab. Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo, Muaro Jambi, Batanghari, Sarolangun dan Bungo.

6. Kalsel

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2017 dengan rincian : total air yang dijatuhkan sebayak 18.000 Liter air di Kab. Hulu Sungai Selatan.

 

H. HUJAN BUATAN/ TMC

Total semai garam yang sudah di taburkan sejak Siaga Darurat (Februari-September 2017 ) sebanyak 144,80 ton, yaitu masing-masing sbb;

•             Prov. Riau : Dari tanggal 5 Juli – 14 September 2017 telah di semai garam sebanyak 52,8 Ton garam di wilayah Kab. Siak, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, Inhul dan Rohil.

•             Prov. Sumsel : Dari tanggal 8 Juni – 14 September 2017 telah dilakukan telah di semai garam sebanyak 92 Ton garam di wilayah Kab. Banyuasin, OKI, Ogan Ilir, PALI, Muara Enim, OKU Timur dan Kota Palembang.

 

I. LAPORAN PATROLI TERPADU

•             Periode 1 (11 Mei-9 Juni) : Riau (65 Posko desa) dengan jangkauan 189 desa rawan, Sumsel (50 Posko desa) dengan jangkauan 447 desa rawan, Total jangkauan: 636 desa rawan.

•             Periode 2 (18 Juli-16 Agustus) : Riau (65 Posko desa) dengan jangkauan 189 desa rawan, Sumsel (50 Posko desa) dengan jangkauan 447 desa rawan, Kalbar (60 Posko desa) dengan jangkauan 167 desa rawan, Total jangkauan: 803 desa rawan.

•             Periode 3 (15 Agustus – 14 September) : Sumut (15 Posko desa) dengan jangkauan 45 desa rawan, Riau (65 Posko desa) dengan jangkauan 189 desa rawan, Jambi (20 Posko desa) dengan jangkauan 88 desa rawan, Sumsel (50 Posko desa) dengan jangkauan 447 desa rawan, Kalbar (60 Posko desa) dengan jangkauan 167 desa rawan, Kalteng (55 Posko desa) dengan jangkauan 110 desa rawan, Kalsel (20 Posko desa) dengan jangkauan 67 desa rawan, Kaltim (15 Posko desa) dengan jangkauan 90 desa rawan.

•             Total jangkauan keseluruhan : 1203 desa rawan.

 

J.   MONITORING UDARA DAN CUACA

•             Medan : Visibilitas 3,0 km, Guntur dan Hujan Ringan

•             Pekanbaru : Visibilitas 9,0 km, Cerah Berawan

•             Jambi : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

•             Palembang : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

•             Pontianak: Visibilitas 6,0 km, Cerah Berawan

•             Palangkaraya: Visibilitas 9,0 km, Berawan

•             Banjarmasin: Visibilitas ≥10 km, Berawan

•             Samarinda : Visibilitas 7,0 km, Cerah Berawan

•             Tanjung Selor : Visibilitas 3,0  km, Guntur dan Hujan Ringan

•             Jayapura : Visibilitas -  km, Cerah Berawan

 

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

 

DEMIKIAN LAPORAN KAMI

Penanggung jawab Harian Posko  :

Direktur PKHL

 

Kamis, 14 September 2017

 

Yth. Ibu Menteri LHK, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Kamis Tanggal 14 September 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

 

A. DATA HOTSPOT

1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 43 dengan rincian :

.Prov. Riau : 2 (Kab. Siak, Kampar)

.Prov. Kalbar : 34 (Kab. Landak, Sanggau, Sintang, Ketapang)

.Prov. Kalteng : 1 (Kab. Sukamara)

.Prov. Kalsel : 1 (Kab. Banjar)

.Prov. Kaltim : 2 (Kab. Paser)

.Prov. Jateng : 1 (Kota Semarang)

.Prov. Jatim : 1 (kab. Jember)

.Prov. Bali : 1 (Kab. Buleleng)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

Total hotspot 1 Januari 2017 –  14 September 2017 : 1.912

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level  ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 8 dengan rincian ;

.Prov. Sumsel : 4 (Kab. Muara Enim, Musirawas)

.Prov.  : Sulsel : 1 (Kab. Luwu Timur)

.Prov. Sultra : 1 (Kab. Konawe Selatan)

.Prov. NTB : 1 (Kab. Sumbawa Barat)

.Prov. NTT : 1 (Kab. Manggarai)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

Total hotspot 1 Januari 2017 – 14 September 2017 : 1.173

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 9 dengan rincian :

.Prov. Jambi : 1 (Kab. Sarolangun)

.Prov. Sumsel : 3 (Kab. Muara Enim, Musirawas)

.Prov.  : Sulsel : 1 (Kab. Luwu Timur)

.Prov. Sultra : 1 (Kab. Konawe Selatan)

.Prov. Lampung : 1 (Kab. Mesuji)

.Prov. NTB : 1 (Kab. Sumbawa Barat)

.Prov. NTT : 1 (Kab. Manggarai)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

Total hotspot 1 Januari 2017 – 14 September 2017 : 1.525

4. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level 30 - ≤ 79 % per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 87 dengan rincian ;

.Prov. Jambi : 11 (Kab. Kerinci, Merangin, Batanghari, Bungo, Tanjab Barat, Sarolangun)

.Prov. Sumsel : 32 (kab. Banyuasin, OKI, Banyuasin, Muaraenim, OKU, Musirawas, Musirawas Utara, Kota Pagar Alam)

.Prov. Kalbar : 1 (kab. Sanggau)

.Prov. Kalteng : 1 (kab. Sukamara)

.Prov. Sultra : 3 (kab. Buton, Bambana, Konawe Selatan)

.Prov. Sumbar : 1 (kab. Dharmasraya)

.Prov. Babel : 1 (kab. Bangka Selatan)

.Prov. Lampung : 3 (kab. Way Kanan, Tulangbawang)

.Prov. Bengkulu : 6 (kab. Kaur, Bengku Tengah, Seluma)

.Prov. Maluku : 1 (kab. Maluku Barat Daya)

.Prov. Banten : 1 (Kota Serang)

.Prov. Jatim : 1 (kab. Lumajang)

.Prov. NTT : 17 (kab. Ende, Sumba Barat, Timor Tengah Utara, Kupang, Sumba Timur, Alor)

.Prov. NTB : 7 (Kab. Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat)

.Prov. Sulsel : 1 (kab. Takalar)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

5. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≤ 29% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 8 dengan rincian ;

.Prov. Jambi : 1 (kab. Tanjab Timur)

.Prov. Sumsel : 1 (kab. Muara Enim)

.Prov. NTB : 2 (Kab. Bima)

.Prov. NTT : 4 (Kab. Flores Timur, Lembata, Sumba Timur, Alor)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017

(tanggal 1 Januari –  14 September 2017) berdasarkan :

a. Satelit NOAA : 1.912 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 2.139 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.227 titik / 39,08%).

b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 1.173 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.398 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 2.225 titik / 65,47%).

 

B. KEGIATAN AKSI LAPANGAN DI PROVINSI RAWAN KEBAKARAN

1. Prov. Sumut :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Labuhanbatu, Sibolangit dan Pematangsiantar.

2. Prov. Riau :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Pekanbaru, Daops Rengat, Daops Siak dan Daops Dumai.

3. Prov. Jambi : 

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Simpang Berbak, Kota Jambi, Sarolangun, Muara Bulian, Bukit Tempurung dan Muara Tebo.

•             Kebakaran lahan di Desa Simpang Limbur Kecamatan Pamenang Barat, Kab. Merangin, RT.06 RW. 06. Luas lahan yang terbakar : -+ 1/4 ha. Kejadian tanggal 14 sept 2017 pukul 13.30 Wib. Penyebab kebakaran : dugaan sementara di akibatkan api puntung rokok. Pemadaman oleh Dinas pemadam kebakaran, TRC BPBD, TNI, POLRI. Api berhasil di padamkan pada pukul 14.45 Wib.

4. Prov. Sumsel :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Banyuasin, Musi Banyuasin, Lahat dan OKI.

•             Pemadaman lanjutan oleh Manggala Agni Daops Banyuasin. Koordinat S : 03.09072° E : 104.68303°. Desa Sungai Rambutan Kec. Indralaya Utara Kab.Ogan Ilir. Pelaksana Pemadaman :Tim Terpadu Manggala Agni, TNI, Polri, MPA/Satgas Desa, Satgas Udara WB BNPB : 1 unit. Luas terbakar 4 Ha, Luas Dipadamkan 1 Ha, Tipe kebakaran Permukaan. Vegetasi Semak Belukar, Belidang, Gegas dan purun. Jenis Tanah :  Bergambut. Kedalaman Gambut 20 cm. Lama pemadaman : Jam 10.15 Wib s.d 13.41 Wib. Api berhasil dipadamkan.

•             Pemadaman oleh Manggala Agni Daops Banyuasin. Koordinat S : 03.09578° E : 104.68650°. Desa Sungai Rambutan Kec. Indralaya Utara Kab.Ogan Ilir. Pelaksana Pemadaman : Tim Terpadu Manggala Agni, TNI, Polri, MPA/Satgas Desa, Satgas Udara WB BNPB : 2 unit. Luas terbakar : 1.5 Ha. Luas Dipadamkan : 0.122 Ha. Tipe kebakaran : Permukaan. Vegetasi : Semak Belukar, Belidang, Gelam dan purun. Jenis Tanah :  Bergambut. Kedalaman Gambut : 20 cm. Lama pemadaman : Jam 14.01 Wib s.d 15.00 Wib. Hasil : Api berhasil dipadamkan.

•             Pesawat  Casa A-2104 TNI AU, misi TMC, Melakukan 1 Sorti Penyemaian Garam Lokasi Oki, Banyuasin, Oi, Prabumulih, Bahan Semai 800 kg, sudah 37X terbang dgn seeding garam 29,6 ton. tidak ada hujan.

•             Heli BOLCOW 105/PK - EAJ PIC Captain wellyanto, misi  patroli & Water Bombing, Melakukan 3 Sorti, Sorti 1 : Patroli Udara, Lokasi Oi, Muara Enim, Sorti 2 : Water Bombing Lokasi KTM Indralaya Oi, 28x WB, 19.600 liter air, Api Belum Padam, Sorti 3 : Water Bombing, Lokasi KTM Indralaya Oi, 43x WB, 30.100 liter air, Api  Mulai mengecil, Sudah melakukan 89X Sorti, 1.395X WB, jumlah 976. 500 ltr air.

•             Heli MI 17/ER-MHV PIC Captain Oleh Piskovy, misi Duk Water Bombing, Melakukan 2 Sorti Water Bombing, Sorti 1 : Lokasi Muara Belida, Kab.Muara Enim, 57x WB, 228.000 liter air, Api Belum Padam, Sorti 2 : Lokasi Muara Belida Kab.Muara Enim, 75x WB, 300.000 liter air, Api Mulai Mengecil, Sudah 42X sorti, 1.219X WB, jumlah 4.876.000 ltr air.

•             Heli MI 8/EY-222 PIC Captain Vasko, misi Duk Water Bombing, Melakukan 3 Sorti Water Bombing, Sorti 1 : Lokasi Muara Belida, Kab.Muara Enim, 60x WB, 240.000 liter air, Api Belum Padam, Sorti 2 : Lokasi Muara Belida, Kab.Muara Enim, 60x WB, 240.000 liter air, Api Belum Padam, Sorti 3 : Lokasi Muara Belida, Kab.Muara Enim 17x WB, 68.000 liter air, Api Mulai Mengecil, Sudah melakukan 61X sorti, 1.648x WB, jumlah 6.592.000 ltr air.

•             Heli MI 8/UP-MI815 PIC Captain Stalbek Alymkulov, misi Duk Water Bombing, Melakukan 2 Sorti Water Bombing, Sorti 1 : Lokasi Sungai Rambutan Oi, 49x WB, 196.000 liter air, Api Belum Padam, Sorti 2 : Lokasi Sungai Rambutan Kab. Oi, 54x WB, 216.000 liter air, Api Mulai Mengecil, Sudah Melakukan  21X sorti,  617X WB, jumlah 2.468.000 liter air.

5. Prov. Kalbar :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Pontianak, Daops Singkawang, Daops Sintang, Daops Semitau dan Daops Ketapang.

6. Prov. Kalteng : 

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Palangkaraya, Pangkalan Bun, Kapuas, Katingan Sebangau dan Muara Teweh.

7. Prov. Kalsel : 

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Banjar, Tanah Bumbu dan Tanah Laut.

8. Prov. Kaltim :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Sangkima Kutai dan Daops Paser.

 

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN

Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 14 September 2017 seluas 8.277,82 Ha, terdiri dari :

•             Prov. Sumut       : 1.250,93 Ha

•             Prov. Riau            : 738,61 Ha

•             Prov. Jambi         : 241,22 Ha

•             Prov. Sumsel      : 2.000,75 Ha

•             Prov. Kalbar        : 679,43 Ha

•             Prov. Kalteng     : 511,48 Ha

•             Prov. Kalsel         : 870,90 Ha

•             Prov. Kaltim        : 13,50 Ha

•             Prov. Kep. Riau  : 55,10 Ha

•             Prov. Sulsel         : 29,75 Ha

•             Prov. Sulut          : 10,33 Ha

•             Prov. Sultra         : 747,39 Ha

•             Prov. Papua        : -

•             Prov. Kaltara      : -

•             Prov. Aceh          : 797,00

•             Prov. Sumbar     : 2,00 Ha

•             Prov. Lampung  : 4,00 Ha

•             Prov. Sulbar      : 20,00 Ha

•             Prov. NTB            : 91,00 Ha

•             Prov. NTT            : 159,83 Ha

•             Prov. Jatim          : 16,00 Ha

•             Prov. Maluku     : 30,00 Ha

•             Prov. Bali             : 3,50 Ha

•             Prov. Jabar          : 5,10 Ha

 

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)

•             Pada tanggal 14 September 2017 tidak terdeteksi adanya asap kebakaran hutan/lahan dan untuk kualitas udara baik sampai sedang dengan nilai PM10 (0 – 82,19)

 

E. STATUS KEDARURATAN

•             Sampai saat ini sudah  7 (tujuh) Provinsi yang telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan yaitu Provinsi Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Aceh (Aceh Barat) dan Kalimantan Tengah. Masa Siaga Darurat tersebut di Provinsi Sumatera Selatan  berlaku sejak tanggal 31 Januari 2017 sampai dengan 31 Oktober 2017; Provinsi Riau 214 (dua ratus empat belas) hari terhitung mulai tanggal 1 Mei s.d. 30 November 2017; Provinsi Jambi sejak tanggal 24 Juli 2017 - 31 Oktober 2017.; Provinsi Kalimantan Selatan sejak tanggal 15 Juni -31 November 2017; Provinsi Kalimantan Barat masa siaga darurat dari 1 Juni – 31 Oktoer 2017; Provinsi Aceh (Kab. Aceh Barat) berlaku sejak 10 Juli – 30 September 2017; dan Provinsi Kalimantan Tengah berlaku sejak 1 Agustus – 14 Oktober 2017.

 

F. REKAPITULASI PESAWAT

 Total pesawat yang terlibat dalam status siaga darurat sampai tanggal 14 September 2017 sbb;

-Heli Kementerian LHK 1 unit Bell 412

-Heli dari BNPB 23 unit pesawat.

-Pesawat TMC 2 unit (TNI-AU).

 

G. WATER BOMBING

Total air yang sudah di jatuhkan sejak Siaga Darurat (Februari-September 2017 ) sebanyak 63.487.500 liter air, yaitu masing-masing sbb;

 1. Prov. Riau

•             Helikopter KLHK dan BNPB : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 12 September 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebanyak 41.148.000 Liter di Kab. Rokan Hilir, Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Bengkalis, Kuansing, Meranti, Pelalawan dan Kampar.

2. Prov. Kalbar

•             Helikopter KLHK : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 2 Juni – 5 Agustus 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebayak 447.000 Liter air di Kab. Kubu Raya.

3. Prov. Sumsel

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 8 Juni – 14 September 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebayak 17.084.500 Liter air di Kab. OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Pali, Muara Enim dan OKU.

4. Prov. Aceh

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebayak 88.000 Liter air di Kab. Aceh Barat.

5. Prov. Jambi

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2017 – 6 September 2017 dengan rincian : total air yang dijatuhkan sebayak 4.720.000 Liter air di Kab. Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo, Muaro Jambi, Batanghari, Sarolangun dan Bungo.

 

H. HUJAN BUATAN/ TMC

Total semai garam yang sudah di taburkan sejak Siaga Darurat (Februari-September 2017 ) sebanyak 144,80 ton, yaitu masing-masing sbb;

•             Prov. Riau : Dari tanggal 5 Juli – 12 September 2017 telah di semai garam sebanyak 52,8 Ton garam di wilayah Kab. Siak, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, Inhul dan Rohil.

•             Prov. Sumsel : Dari tanggal 8 Juni – 14 September 2017 telah dilakukan telah di semai garam sebanyak 92 Ton garam di wilayah Kab. Banyuasin, OKI, Ogan Ilir, PALI, Muara Enim, OKU Timur dan Kota Palembang.

 

I. LAPORAN PATROLI TERPADU

•             Periode 1 (11 Mei-9 Juni) : Riau (65 Posko desa) dengan jangkauan 189 desa rawan, Sumsel (50 Posko desa) dengan jangkauan 447 desa rawan, Total jangkauan: 636 desa rawan.

•             Periode 2 (18 Juli-16 Agustus) : Riau (65 Posko desa) dengan jangkauan 189 desa rawan, Sumsel (50 Posko desa) dengan jangkauan 447 desa rawan, Kalbar (60 Posko desa) dengan jangkauan 167 desa rawan, Total jangkauan: 803 desa rawan.

•             Periode 3 (15 Agustus – 14 September) : Sumut (15 Posko desa) dengan jangkauan 45 desa rawan, Riau (65 Posko desa) dengan jangkauan 189 desa rawan, Jambi (20 Posko desa) dengan jangkauan 88 desa rawan, Sumsel (50 Posko desa) dengan jangkauan 447 desa rawan, Kalbar (60 Posko desa) dengan jangkauan 167 desa rawan, Kalteng (55 Posko desa) dengan jangkauan 110 desa rawan, Kalsel (20 Posko desa) dengan jangkauan 67 desa rawan, Kaltim (15 Posko desa) dengan jangkauan 90 desa rawan.

•             Total jangkauan keseluruhan : 1203 desa rawan.

 

J.   MONITORING UDARA DAN CUACA

•             Medan : Visibilitas 8,0 km, Hujan Ringan

•             Pekanbaru : Visibilitas 8,0 km, Berawan

•             Jambi : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

•             Palembang : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

•             Pontianak: Visibilitas 8,0 km, Cerah Berawan

•             Palangkaraya: Visibilitas ≥10 km, Berawan

•             Banjarmasin: Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

•             Samarinda : Visibilitas 8,0 km, Berawan

•             Tanjung Selor : Visibilitas 7,0  km, Berawan

•             Jayapura : Visibilitas -  km, -

 

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

 

DEMIKIAN LAPORAN KAMI

Penanggung jawab Harian Posko  :

Direktur PKHL

Rabu, 13 September 2017

 

Yth. Ibu Menteri LHK, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Rabu Tanggal 13 September 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

 

A. DATA HOTSPOT

1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 10 dengan rincian :

.Prov. Jambi : 1 (kab. Muaro Jambi)

.Prov. Sumsel : 2 (kab. OKU, Musirawas)

.Prov. Kalteng : 1 (Kota Waringin Barat)

.Prov. Jabar : 1 (kab. Garut)

.Prov. Jatim : 1 (Kab. Lamongan)

.Prov. Lampung : 1 (kab. Lampung Timur)

.Prov. Babel : 3 (kab. Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

Total hotspot 1 Januari 2017 –  13 September 2017 : 1.869

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level  ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 11 dengan rincian ;

.Prov. Sumsel : 1 (kab. OKU)

.Prov. Papua : 4 (Kab. Merauke, Jaya Wijaya)

.Prov. Babel : 3 (kab. Bangka Barat, Bangka Selatan)

.Prov. Jatim : 3 (kab. Jember, Sidoarjo)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

Total hotspot 1 Januari 2017 – 13 September 2017 : 1.159

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 13 dengan rincian :

.Prov. Sumsel : 2 (kab. OKU)

.Prov. Papua : 4 (Kab. Merauke, Jaya Wijaya)

.Prov. Babel : 3 (kab. Bangka Barat, Bangka Selatan)

.Prov. Jatim : 3 (kab. Jember, Sidoarjo)

.Prov. Jateng : 1 (kab. Blora)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

Total hotspot 1 Januari 2017 – 13 September 2017 : 1.511

4. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level 30 - ≤ 79 % per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 70 dengan rincian ;

.Prov. Riau : 2 (kab. Rohil, Siak)

.Prov. Jambi : 2 (Kab. Tanjab Barat, Pelalawan)

.Prov. Sumsel : 11 (Kab. Banyuasin, Empat Lawang, Muara Enim, Musirawas Utara, OKU, OKU Selatan)

.Prov. Papua : 15 (kab. Merauke, Jaya Wijaya, Tolikara, Tambrauw)

.Prov. Babel : 9 (Kab. Belitung, Bangka Barat, Bangka Selatan, Rejang Lebong)

.Prov. Jateng : 2 (Kab. Blora, Pemalang)

.Prov. Jatim : 12 (Kab. Jember, Nganjuk, Sampang, Blora, Tuban, Rembang, Bojonegoro, Lumajang)

.Prov. NTB : 7 (Kab. Sumbawa, Dompu, Bima)

.Prov. NTT : 1 (Kab. Sumba Tengah)

.Prov. Lampung : 2 (Kab. Lampung Tengah, Lampung Timur)

.Prov. Jabar : 6 (Kab. Majalengka, Bandung Barat, Garut, Sukabumi)

.Prov. Maluku : 1 (Kab. Kep. Aru)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

5. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≤ 29% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 9 dengan rincian ;

.Prov. Sumsel : 2 (Kab. OKU, Musirawas Utara)

.Prov. Papua : 1 (Kab. Jaya Wijaya)

.Prov. Lampung : 1 (kab. Lampung Tengah)

.Prov. Babel : 2 (Kab. Belitung, Belitung Timur)

.Prov. Jateng : 1 (Kab. Semarang)

.Prov. Jabar : 1 (kab. Cimahi)

.Prov. NTB : 1 (Kab. Sumbawa)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017

(tanggal 1 Januari &nda

Berita Terkait

Informasi Lainnya

Statistik Website

Membuat script counter dengan Gambar

Pengunjung Hari Ini (Visitor today)
Kemarin (Yesterday)
Total Pengunjung (Visit)

Galeri Foto dan Video