Ringkasan Laporan Patroli Mandiri Harian dan Groundchek

admin 14:23:59 Lingkungan Hidup dan Kehutanan
img

Perkembangan Laporan Patroli Mandiri Harian dan Groundcheck Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Tujuh Provinsi

Kamis, 20 Juli 2017

Yth. Ibu Menteri LHK, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Kamis Tanggal 20 Juli 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

A. DATA HOTSPOT
1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 29 dengan rincian :
.Prov. Sumut : 7 (Kab. Karo, Kab. Padang Lawas, Kab. Tapanuli Selatan, Kab. Padang Lawas Utara)
.Prov. Riau : 1 (Kab. INHIL)
.Prov. Jambi : 7 (Kab. Sarolangun, Kab. Tebo, Kab. Batanghari
.Prov. Sumsel : 4 (Kab. Pali, Kab. Muara Enim, Kab. Musirawas))
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel :
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Sumbar : 4 (Kab. Pesisir Selatan, Kab. Dharmasraya, Kota Pasaman)
.Prov. Lampung : 1 (Kab. Lampung Timur)
.Prov. Jabar : 2 (Kab. Indramayu, Kab. Karawang)
.Prov. Aceh : 3 (Kab. Aceh Singkil, Kab. Aceh Selatan, Kab. Aceh Selatan)
Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck
Total hotspot 1 Januari 2017 – 20 Juli 2017 : 732

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 0 dengan rincian ;
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
Total hotspot 1 Januari 2017 – 20 Juli 2017 : 157

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 2 dengan rincian ;
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. NTT : 2 (Kab. Sumba Timur)
Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck
Total hotspot 1 Januari 2017 – 20 Juli 2017 : 454

4. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level 30 - ≤ 79 % per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 32 dengan rincian ;
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : 4 (Kab. Muara Enim, Kab. PALI)
.Prov. Kalbar : 3 (Kab. Sanggau, Kab. Kapuas Hulu, Kab. Ketapang)
.Prov. Kalteng : 1 (Kab. Kotawaringin Barat)
.Prov. Kalsel : 1 (Kab. Tanah Laut)
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : 6 (Kab. Merauke)
.Prov. Jabar : 2 (Kab. Purwakarta, Kab. Bandung)
.Prov. Jateng : 3 (Kab. Sragen, Kab. Brebes, Kota Semarang)
.Prov. Jatim : 4 (Kab. Banyuwangi, Kab. Pasuruan, Kab. Banyuwangi)
.Prov. NTB : 1 (Kab. Dompu)
.Prov. NTT : 6 (Kab. Sumba Timur, Kab. Manggarai Timur)
.Prov. Lampung : 1 (Kab. Lampung Timur)
Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

5. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≤ 29% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 0 dengan rincian ;
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar :
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel :
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara :
.Prov. Papua : -

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017
(tanggal 1 Januari – 20 Juli 2017) berdasarkan :
a. Satelit NOAA : 732 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 1.085 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 353 titik / 32,53%).
b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 157 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 2.078 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.921 titik/ 92,44%).

B. KEGIATAN AKSI LAPANGAN DI PROVINSI RAWAN KEBAKARAN
1. Prov. Sumut :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla daops Sibolangit, Pematangsiantar dan Labuhanbatu.
• Laporan Groundcheck Hotspot ke Kabupaten:Humbahas (Sumber :Satelit SNPP/Lapan). Titik berada pada koordinat - N 2.35036 E 98.75202, Desa :Parsingguran I, Kec. : Pollung, Kab. Humbahas. Vegetasi : pinus dan lalang. Topografi : Berbukit. Jenis kebakaran : Kebakaran Permukaan. Luas terbakar : 3 ha. Status Lahan masyarakat. Indikasi kebakaran : kelalaian masyarakat. Kondisi terkini api sudah Padam. Pelaksana Anggota Manggala Agni.
• Groundcheck Hotspot ke Kabupaten Padanglawas (Sumber : Fire LAPAN Information dan Web BMKG tanggal 19 Juli 2017). Kordinat : N 1.37876 E 99.91216. Desa Pasir Pinang. Kecamatan Huristak. Kabupaten Padanglawas. Lokasi hostpot : terbakar. Topografi : berbukit landai. Vegetasi : Tebangan kayu dan semak belukar. Luas terbakar : 15 ha. Jenis tanah : mineral. Status lahan : APL. Indikasi Kebakaran : sengaja. Kondisi terkini : sudah padam. Jenis kebakaran : permukaan. Asap : tidak ada. Kordinasi : Kordinasi ke Kepala Desa Pasir Pinang. Tim Groundcheck : Manggala Agni Daops Labuhanbatu dan Staf KPH Wilayah VII Gunungtua.
• Groundcheck Hotspot ke Kabupaten Padanglawas. Lokasi pantauan Hotspot : Kordinat : N 1.3197 E 99.9443. Kecamatan Huristak, Kabupaten Padanglawas, (Sumber : Fire LAPAN Information dan Web BMKG tanggal 19 Juli 2017). Lokasi Hotspot di Lapangan : Kordinat : N 1.33125 E 99.91701. Desa Ramba. Kecamatan Huristak, Kabupaten Padanglawas. Lokasi hostpot : terbakar. Topografi : berbukit landai. Vegetasi : Tebangan kayu dan semak belukar. Luas terbakar : 30 ha. Jenis tanah : mineral. Status lahan : HPT. Indikasi Kebakaran : Kelalaian. Kondisi terkini : sudah padam. Jenis kebakaran : permukaan. Asap : Ada. Kordinasi : Kordinasi ke Kepala Desa Ramba. Tim Groundcheck : Manggala Agni Daops Labuhanbatu dan Staf KPH Wilayah VII Gunungtua.
• Groundcheck Hotspot ke Kabupaten Tapanuli Selatan. Lokasi pantauan Hotspot : Kordinat : N 1.05736 E 99.3676 Kecamatan Sayurmatinggi. Kabupaten Tapanuli Selatan. (Sumber : Fire LAPAN Information dan Web BMKG tanggal 19 Juli 2017). Lokasi Hotspot di Lapangan : Kordinat : N 1.096556 E 99.40172. Desa Situmba, Kecamatan Tano Tombangan, Kabupaten Tapanuli Selatan. Lokasi hostpot : terbakar. Topografi : berbukit curam. Vegetasi : Tebangan kayu hutan. Luas terbakar : 2 ha. Jenis tanah : mineral. Status lahan : hutan lindung. Indikasi Kebakaran : sengaja. Kondisi terkini : sudah padam. Jenis kebakaran : permukaan. Asap : Ada. Kordinasi : Kordinasi ke Kepala Desa Situmba dan Polsek Sayurmatinggi. Tim Groundcheck : Manggala Agni Daops Labuhanbatu dan Anggota Polsek Sayurmatinggi.
• Groundcheck Hotspot ke Kabupaten Mandailingnatal. Lokasi pantauan Hotspot : Kordinat : N 0.7886 E 99.1318. Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailingnatal, (Sumber : Fire LAPAN Information dan Web BMKG; Confidence 72% tanggal 19 Juli 2017). Lokasi Hotspot di Lapangan : Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailingnatal, Lokasi hostpot : terbakar, Topografi : berbukit. Vegetasi : Tebangan kayu hutan. Luas terbakar : 3 ha. Jenis tanah : mineral. Status lahan : hutan lindung. Indikasi Kebakaran : sengaja. Kondisi terkini : sudah padam. Jenis kebakaran : permukaan. Asap : Ada. Kordinasi : Polsek Muarasoma dan Koramil Muarasoma. Tim Groundcheck :Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan bersama Staf KPH IX Panyabungan.
2. Prov. Riau :
• Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla.
3. Prov. Jambi :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Muara Tebo, Muara Bulian dan Sarolangun.
4. Prov. Sumsel :
• Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla
• Pemadaman Dini Oleh Manggala Agni Daops Banyuasin pada Koordinat : S : 03.11853° E : 104.66437° Desa Sungai Rambutan Dusun 1 Kec.Indralaya Utara Kab.Ogan Ilir. Pelaksana Pemadaman : Tim Patdu Posko Soak Batok, Arisan Jaya, Sungai Pinang dan Tanjung Pule, Kepala Daops II : 1 Orang, Manggala Agni : 12 Orang, TNI : 3 Orang, Polri : 3 orang, MPA / Satgas Desa : 3 Orang, Direktorat PKHL : 2 Orang, Balai PPIKHL : 1 Orang, Luas terbakar : 0.1812 Ha. Luas Dipadamkan : 0.1812 Ha. Vegetasi : Semak Belukar, Gegas dan Belidang, Jenis Tanah : Bergambut. Hasil : Pemadaman selesai kondisi akhir terkendali.
• Pesawat CN212 PK-PCT, misi TMC, Jml sorti : 1 sorti. Lok. Penyemaian : Kab. OKI dan Banyuasin Total bahan semai : 1 ton. Sudah 34x terbang dgn seeding garam 33,6 ton.
5. Prov. Kalbar :
• Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla
6. Prov. Kalteng :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Doaps Kapuas dan Pangkalan Bun
7. Prov. Kalsel :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Banjar dan Tanah Bumbu
8. Prov. Kaltim :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Sangkima

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 20 Juli 2017 seluas 1.581,87 Ha, terdiri dari :
• Prov. Sumut : 317,48 Ha
• Prov. Riau : 205,11 Ha
• Prov. Jambi : 54,40 Ha
• Prov. Sumsel : 97,62 Ha
• Prov. Kalbar : 299,716 Ha
• Prov. Kalteng : 90,08 Ha
• Prov. Kalsel : 25,00 Ha
• Prov. Kaltim : 11,50 Ha
• Prov. Kep. Riau : 54,85 Ha
• Prov. Sulsel : 8,75 Ha
• Prov. Sulut : 5,73 Ha
• Prov. Sultra : 378,80 Ha
• Prov. Papua : -
• Prov. Kaltara : -
• Prov. Sumbar : 2,00 Ha
• Prov. Lampung : 4,00 Ha
• Prov. Sulbar : 5,00 Ha
• Prov. NTT : 21,83 Ha

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)
1. Prov. Sumatera Utara
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
2. Prov. Riau
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 72,47 (Sedang)
3. Prov. Jambi
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM 10 : 0 (Baik)
4. Prov. Sumatera Selatan
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
5. Prov. Kalimantan Barat
• Tidak ada indikasi Asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
6. Prov. Kalimantan Tengah
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
7. Prov. Kalimantan Selatan
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
8. Prov. Kalimantan Timur
• Tidak ada indikasi asap.
• ISPU dengan standard PM10 : 5,67 (Baik)
9. Prov. Kalimantan Utara
• Tidak ada indikasi asap.
• ISPU dengan standard PM10 : - (Tidak ada data)
10. Prov. Papua
• Tidak ada indikasi asap.
• ISPU dengan standard PM10 : - (Tidak ada data)

E. STATUS KEDARURATAN
• Provinsi Riau terhitung tanggal 24 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 96 hari ke depan (sampai tanggal 30 April 2017) dan diperpanjang dari tanggal 01 Mei s.d 30 November 2017
• Provinsi Sumatera Selatan terhitung tanggal 31 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 274 hari ke depan (sampai tanggal 31 Oktober 2017).
• Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor : 374/BPBD/2017 Tentang Penetapan Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Barat terhitung mulai tanggal 1 Juni 2017 sampai dengan tanggal 31 Oktober 2017*.
• Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor : 188.44 /0294 /2017 Tentang Penetapan Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan/Atau Lahan di Provinsi Kalimantan Selatan terhitung mulai tanggal 15 Juni 2017 sampai dengan tanggal 31 November 2017.
• Keputusan Gubernur Jambi Nomor: 749/KEP. GUB/ BPBD -2.2/VI/2017 Tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Asap Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jambi Tahun 2017 selama 30 hari kalender mulai tanggal 22 Juni sampai dengan 21 Juli 2017

F. WATER BOMBING
1. Prov. Riau
• Helikopter KLHK : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 24 Februari 2017 dengan rincian : 5 Sorti dan 48.000 Liter air yang di jatuhkan di Kab. Rohil dan Kab. Pelalawan.
• Helikopter BPBD : Kegiatan Water Bombing dilaksanakan sejak tanggal 4 Juni 2017, sampai tanggal 16 Juli 2017 telah dilakukan water bombing sebanyak 2.596 sorti dengan total air sebanyak 10.232.200 Liter di Kab. Rokan Hilir, Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Bengkalis, Kuansing, Meranti, Pelalawan dan Kampar.
2. Prov. Kalbar
• Helikopter KLHK : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 2 Juni - 24 Juni 2017 dengan rincian : 35 Sorti dengan total air yang dijatuhkan sebayak 42.000 Liter air di Kab. Kubu Raya.
3. Prov. Sumsel
• Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 8 Juni - 14 Juli 2017 dengan rincian : 151 Sorti dengan total air yang dijatuhkan sebayak 336.700 Liter air di Kab. OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Pali, Muara Enim dan OKU.

G. HUJAN BUATAN/ TMC
• Prov. Riau : Dari tanggal 5 Juli - 12 Juli 2017 telah dilakukan 10 Penerbangan dan telah di semai garam sebanyak 15,2 Ton garam di wilayah Kab. Siak, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, Inhul dan Rohil.
• Prov. Sumsel : Dari tanggal 8 Juni – 20 Juli 2017 telah dilakukan 34 Penerbangan dan telah di semai garam sebanyak 33,6 Ton garam di wilayah Kab. Banyuasin, OKI, Ogan Ilir, PALI, Muara Enim, OKU Timur dan Kota Palembang.

H. LAPORAN PATROLI TERPADU
• Jumlah desa sasaran patroli terpadu : Sumut 15 desa, Riau 65 desa, Jambi 20 desa, Sumsel 50 desa, Kalbar 60 desa, Kalteng 55 desa, Kalsel 20 desa, Kaltim 15 desa.
• Saat ini tanggal 20 Juli 2017 kegiatan patroli terpadu telah dilaksanakan di 3 Provinsi rawan kebakaran dengan rincian :
• Prov. Riau : 65 Desa
• Prov. Sumsel : 50 Desa
• Prov. Kalbar : 60 Desa

I. REKAPITULASI PESAWAT
1. Kementerian LHK :
• Sejak tanggal 18 Januari 2017 hingga tanggal 18 April 2017 telah menempatkan 1 (satu) Unit Helikopter Bell 412 di Provinsi Riau untuk melakukan patroli udara pengamanan kawasan hutan dan water bombing.
• Sejak tanggal 5 - 17 Juni 2017 telah menempatkan 1 (satu) Unit Helikopter Bell 412 di Bandara Supadio (Pontianak, Kalbar) untuk patroli udara dan early suppression pada daerah remote (yang tidak bisa terjangkau oleh petugas pemadaman darat).
• Saat ini tanggal 20 Juli 2017 telah di tempatkan kembali 1 unit Helikopter Bell 412 di Lanud Supadio (Kalbar) untuk patroli udara dan early suppression pada daerah remote (yang tidak bisa terjangkau oleh petugas pemadaman darat).
• Sejak tanggal 17 Juni 2017 telah menempatkan 1 (satu) Unit Helikopter Bell 412 di Bandara Lanud Syamsudin Noor (Banjarmasin, Kalsel) untuk patroli udara dan early suppression pada daerah remote (yang tidak bisa terjangkau oleh petugas pemadaman darat).
2. BNPB :
• Sejak tanggal 28 Mei 2017 di Provinsi Riau telah di deploy 7 (tujuh) unit Helikopter (2 unit di tempatkan Lanud Medang Kampai di Dumai dan 5 unit di Lanud Rusmin Nurjadin di Pekanbaru) dengan kemampuan angkut air sebanyak 4 ton untuk operasi pemadaman dan patroli udara. Adapun jenis helikopter tersebut adalah 1 (satu) unit MI 171, 2 (dua) unit MI 172, 1 (satu) unit MI 8MVT, 1 (satu) unit Bolcow BO 105, 1 (satu) unit Sikorsky dan 1 (satu) unit Hely Superpuma.
• Sejak tanggal 3 Juni 2017 di Provinsi Sumsel telah di standbykan 2 (dua) unit Helikopter untuk bombing yaitu Bell 214 dengan kapasitas angkut air 3 ton dan MI dengan kapasitas angkut air 4 ton, serta Pesawat Cassa 1 unit untuk kegiatan TMC.
• Sejak 24 Juni 2017 di Provinsi Riau telah disiagakan 6 (enam) unit helikopter (4 unit di Pekanbaru dan 2 unit di Dumai) dengan kemampuan angkut air sebanyak 4 ton untuk operasi pemadaman dan patroli udara. Adapun jenis helikopter tersebut adalah Sikorsky, MI-171, MI8 MTV-1, MI-172, dan Bolkow.
• Sejak 24 Juni 2017 di Provinsi Sumsel telah disiagakan 3 (tiga) unit helikopter yaitu MI-17 dan Bolkow dengan kapasitas angkut air 4 ton untuk operasi pemadaman dan patroli udara.

J. MONITORING UDARA DAN CUACA
• Medan : Visibilitas 7,0 km, Cerah Berawan
• Pekanbaru : Visibilitas 8,0 km, Cerah Berawan
• Jambi : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan
• Palembang : Visibilitas 6,0 km, Cerah Berawan
• Pontianak: Visibilitas 6,0 km, Cerah Berawan
• Palangkaraya: Visibilitas 9,0 km, Berawan
• Banjarmasin: Visibilitas ≥10 km, Berawan
• Samarinda : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan
• Tanjung Selor : Visibilitas 8,0 km, Berawan
• Jayapura : Visibilitas 7,0 km, Cerah Berawan

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

DEMIKIAN LAPORAN KAMI
Penanggung jawab Harian Posko :
Direktur PKHL

Rabu, 19 Juli 2017

Yth. Ibu Menteri LHK, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Rabu Tanggal 19 Juli 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

A. DATA HOTSPOT
1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : dengan rincian :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel :
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel :
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Bali : 1 (Kab. Buleleng)
.Prov. Jatim : 1 (Kab. Situbondo)
Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck
Total hotspot 1 Januari 2017 – 19 Juli 2017 : 703

 

Selasa, 18 Juli 2017

Yth. Ibu Menteri LHK, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Selasa Tanggal 18 Juli 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

A. DATA HOTSPOT
1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 8 dengan rincian :
.Prov. Sumut : 3 (Kab. Tapanuli Tengah, Kab. Padang Lawas)
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel :
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel :
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Aceh : 5 (Kab. Bener Meriah, Kab. Aceh Singkil, Kab. Aceh Barat, Kab. Aceh Jaya)
Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck
Total hotspot 1 Januari 2017 – 18 Juli 2017 : 701

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 0 dengan rincian ;
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
Total hotspot 1 Januari 2017 – 18 Juli 2017 : 157

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 1 dengan rincian ;
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Jatim : 1 (Kab. Gresik)
Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck
Total hotspot 1 Januari 2017 – 18 Juli 2017 : 445

4. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level 30 - ≤ 79 % per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 7 dengan rincian ;
.Prov. Sumut : 2 (Kab. Padang Lawas)
.Prov. Riau : 3 (Kab. Pelalawan, Kab. Siak, Kab. Rohul)
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel :
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng :
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Jatim : 1 (Kab. Gresik)
.Prov. NTT : 1 (Kab. Sumba Timur)
Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

5. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≤ 29% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 0 dengan rincian ;
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar :
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel :
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara :
.Prov. Papua : -

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017
(tanggal 1 Januari – 18 Juli 2017) berdasarkan :
a. Satelit NOAA : 701 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 1.084 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 383 titik / 35,33%).
b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 157 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 2.074 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.917 titik/ 92,43%).

B. KEGIATAN AKSI LAPANGAN DI PROVINSI RAWAN KEBAKARAN
1. Prov. Sumut :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Pematang Siantar.
• Groundcheck Hotspot (Sumb er :Satelit SNPP/Lapan). Titik api pada koordinat - N 2 36 36" E 98"37 47", Desa :Huta Gurgur, Kec. Sianjur Mula-mula, Kab. Samosir. Vegetasi : kayu alam semak belukar. Topografi : Berbukit. Jenis kebakaran : Kebakaran Permukaan. Luas yang terbakar : 2 Ha. Status lahan : Hutan Lindung. Kondisi terkini : Api sudah padam. Indikasi kebakaran : Pembukaan lahan. Pelaksana : Anggota Manggala Agni.
• Groundcheck Hotspot (Sumber :Satelit SNPP/Lapan). Titik api berada di Koordinat - N 2.73213 E 99.08563, Desa :Bosar Nauli, Kec. Hatonduhan, Kab. Simalungun, Vegetasi :Janjang Sawit, Topografi :Datar. Jenis kebakaran : Permukaan, Luas yang terbakar : 0,5 ha. Status : Lahan Masyarakat. Kondisi terkini :Api sudah padam. Indikasi kebakaran : Tempat pembakaran Janjang Sawit. Pelaksana Anggota Manggala Agni, TNI, Polri dan MPA.
2. Prov. Riau :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Siak dan Daops Dumai.
• Kebakaran di Jln. Damai Ujung RT/RW 03/08 Kel. Palas Kec. Rumbai, Kota Pekanbaru. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Polsek Rumbai. Luas lahan terbakar 10 Ha. Jenis tanah : mineral pada koordinat N 0.574512 E 101.3522828. Pelaksana Anggota Manggala Agni, TNI dan MPA.
3. Prov. Jambi :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Muara Tebo, Muara Bulian dan Sarolangun.
4. Prov. Sumsel :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Lahat dan Daops Banyuasin.
• Operasi darat meminta BPBD Manggala agni TNI POLRI SKPD terkait. KTPA perkebunan HTI untuk memadamkan titik api di OKI, Muba, OI, Banyuasin, Muara Enim, Muratara, PALI, MURA dan siaga posko- posko pemadaman serta pencegahan titik api daerah rawan karhutla.
• Pesawat CN212 PK-PCT, misi TMC, Jumlah sorti : 1 sorti. Lokasi Penyemaian : Kab. OKI dengan total bahan semai : 1 ton. Sudah 32x terbang dengan seeding garam 31,6 ton.
5. Prov. Kalbar :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Pontianak
6. Prov. Kalteng :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Doaps Kapuas
7. Prov. Kalsel :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Banjar
8. Prov. Kaltim :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Sangkima

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 18 Juli 2017 seluas 1.523,09 Ha, terdiri dari :
• Prov. Sumut : 263,90 Ha
• Prov. Riau : 200,11 Ha
• Prov. Jambi : 54,40 Ha
• Prov. Sumsel : 97,42 Ha
• Prov. Kalbar : 299,716 Ha
• Prov. Kalteng : 90,08 Ha
• Prov. Kalsel : 25,00 Ha
• Prov. Kaltim : 11,50 Ha
• Prov. Kep. Riau : 54,85 Ha
• Prov. Sulsel : 8,75 Ha
• Prov. Sulut : 5,73 Ha
• Prov. Sultra : 378,80 Ha
• Prov. Papua : -
• Prov. Kaltara : -
• Prov. Sumbar : 2,00 Ha
• Prov. Lampung : 4,00 Ha
• Prov. Sulbar : 5,00 Ha
• Prov. NTT : 21,84 Ha

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)
1. Prov. Sumatera Utara
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
2. Prov. Riau
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
3. Prov. Jambi
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM 10 : 0 (Baik)
4. Prov. Sumatera Selatan
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
5. Prov. Kalimantan Barat
• Tidak ada indikasi Asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
6. Prov. Kalimantan Tengah
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 14,60 (Baik)
7. Prov. Kalimantan Selatan
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
8. Prov. Kalimantan Timur
• Tidak ada indikasi asap.
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
9. Prov. Kalimantan Utara
• Tidak ada indikasi asap.
• ISPU dengan standard PM10 : - (Tidak ada data)
10. Prov. Papua
• Tidak ada indikasi asap.
• ISPU dengan standard PM10 : - (Tidak ada data)

E. STATUS KEDARURATAN
• Provinsi Riau terhitung tanggal 24 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 96 hari ke depan (sampai tanggal 30 April 2017) dan diperpanjang dari tanggal 01 Mei s.d 30 November 2017
• Provinsi Sumatera Selatan terhitung tanggal 31 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 274 hari ke depan (sampai tanggal 31 Oktober 2017).
• Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor : 374/BPBD/2017 Tentang Penetapan Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Barat terhitung mulai tanggal 1 Juni 2017 sampai dengan tanggal 31 Oktober 2017*.
• Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor : 188.44 /0294 /2017 Tentang Penetapan Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan/Atau Lahan di Provinsi Kalimantan Selatan terhitung mulai tanggal 15 Juni 2017 sampai dengan tanggal 31 November 2017.
• Keputusan Gubernur Jambi Nomor: 749/KEP. GUB/ BPBD -2.2/VI/2017 Tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Asap Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jambi Tahun 2017 selama 30 hari kalender mulai tanggal 22 Juni sampai dengan 21 Juli 2017

F. WATER BOMBING
1. Prov. Riau
• Helikopter KLHK : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 24 Februari 2017 dengan rincian : 5 Sorti dan 48.000 Liter air yang di jatuhkan di Kab. Rohil dan Kab. Pelalawan.
• Helikopter BPBD : Kegiatan Water Bombing dilaksanakan sejak tanggal 4 Juni 2017, sampai tanggal 10 Juli 2017 telah dilakukan water bombing sebanyak 2.536 sorti dengan total air sebanyak 9.993.250 Liter di Kab. Rokan Hilir, Bengkalis, Kuansing, Meranti, Pelalawan dan Kampar.
2. Prov. Kalbar
• Helikopter KLHK : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 2 Juni - 24 Juni 2017 dengan rincian : 35 Sorti dengan total air yang dijatuhkan sebayak 42.000 Liter air di Kab. Kubu Raya.
3. Prov. Sumsel
• Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 8 Juni - 14 Juli 2017 dengan rincian : 151 Sorti dengan total air yang dijatuhkan sebayak 336.700 Liter air di Kab. OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Pali, Muara Enim dan OKU.

G. HUJAN BUATAN/ TMC
• Prov. Riau : Dari tanggal 5 Juli - 12 Juli 2017 telah dilakukan 10 Penerbangan dan telah di semai garam sebanyak 15,2 Ton garam di wilayah Kab. Siak, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, Inhul dan Rohil.
• Prov. Sumsel : Dari tanggal 8 Juni - 18 Juli 2017 telah dilakukan 32 Penerbangan dan telah di semai garam sebanyak 31,6 Ton garam di wilayah Kab. Banyuasin, OKI, Ogan Ilir, PALI, Muara Enim, OKU Timur dan Kota Palembang.

H. LAPORAN PATROLI TERPADU
• Jumlah desa sasaran patroli terpadu : Sumut 15 desa, Riau 65 desa, Jambi 20 desa, Sumsel 50 desa, Kalbar 60 desa, Kalteng 55 desa, Kalsel 20 desa, Kaltim 15 desa.
• Saat ini tanggal 17 Juli 2017 kegiatan patroli terpadu telah dilaksanakan di 2 Provinsi rawan kebakaran dengan rincian :
• Prov. Riau : 65 Desa
• Prov. Sumsel : 50 Desa

I. REKAPITULASI PESAWAT
1. Kementerian LHK :
• Sejak tanggal 18 Januari 2017 hingga tanggal 18 April 2017 telah menempatkan 1 (satu) Unit Helikopter Bell 412 di Provinsi Riau untuk melakukan patroli udara pengamanan kawasan hutan dan water bombing.
• Sejak tanggal 5 - 17 Juni 2017 telah menempatkan 1 (satu) Unit Helikopter Bell 412 di Bandara Supadio (Pontianak, Kalbar) untuk patroli udara dan early suppression pada daerah remote (yang tidak bisa terjangkau oleh petugas pemadaman darat).
• Saat ini tanggal 18 Juli 2017 telah di tempatkan kembali 1 unit Helikopter Bell 412 di Lanud Supadio (Kalbar) untuk patroli udara dan early suppression pada daerah remote (yang tidak bisa terjangkau oleh petugas pemadaman darat).
• Sejak tanggal 17 Juni 2017 telah menempatkan 1 (satu) Unit Helikopter Bell 412 di Bandara Lanud Syamsudin Noor (Banjarmasin, Kalsel) untuk patroli udara dan early suppression pada daerah remote (yang tidak bisa terjangkau oleh petugas pemadaman darat).
2. BNPB :
• Sejak tanggal 28 Mei 2017 di Provinsi Riau telah di deploy 7 (tujuh) unit Helikopter (2 unit di tempatkan Lanud Medang Kampai di Dumai dan 5 unit di Lanud Rusmin Nurjadin di Pekanbaru) dengan kemampuan angkut air sebanyak 4 ton untuk operasi pemadaman dan patroli udara. Adapun jenis helikopter tersebut adalah 1 (satu) unit MI 171, 2 (dua) unit MI 172, 1 (satu) unit MI 8MVT, 1 (satu) unit Bolcow BO 105, 1 (satu) unit Sikorsky dan 1 (satu) unit Hely Superpuma.
• Sejak tanggal 3 Juni 2017 di Provinsi Sumsel telah di standbykan 2 (dua) unit Helikopter untuk bombing yaitu Bell 214 dengan kapasitas angkut air 3 ton dan MI dengan kapasitas angkut air 4 ton, serta Pesawat Cassa 1 unit untuk kegiatan TMC.
• Sejak 24 Juni 2017 di Provinsi Riau telah disiagakan 6 (enam) unit helikopter (4 unit di Pekanbaru dan 2 unit di Dumai) dengan kemampuan angkut air sebanyak 4 ton untuk operasi pemadaman dan patroli udara. Adapun jenis helikopter tersebut adalah Sikorsky, MI-171, MI8 MTV-1, MI-172, dan Bolkow.
• Sejak 24 Juni 2017 di Provinsi Sumsel telah disiagakan 3 (tiga) unit helikopter yaitu MI-17 dan Bolkow dengan kapasitas angkut air 4 ton untuk operasi pemadaman dan patroli udara.

J. MONITORING UDARA DAN CUACA
• Medan : Visibilitas 8,0 km, Cerah Berawan
• Pekanbaru : Visibilitas 8,0 km, Cerah Berawan
• Jambi : Visibilitas 6,0 km, Cerah Berawan
• Palembang : Visibilitas 8,0 km, Berawan
• Pontianak: Visibilitas 6,0 km, Berawan
• Palangkaraya: Visibilitas 8,0 km, Guntur
• Banjarmasin: Visibilitas ≥10 km, Berawan
• Samarinda : Visibilitas 7,0 km, Hujan Ringan
• Tanjung Selor : Visibilitas 8,0 km, Berawan
• Jayapura : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

DEMIKIAN LAPORAN KAMI
Penanggung jawab Harian Posko :
Direktur PKHL

Senin, 17 Juli 2017

Yth. Ibu Menteri LHK, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Senin Tanggal 17 Juli 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

A. DATA HOTSPOT
1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 2 dengan rincian :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel :
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel :
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Jatim : 1 (Kab. Situbondo)
.Prov. Jabar : 1 (Kab. Indramayu)
Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck
Total hotspot 1 Januari 2017 – 17 Juli 2017 : 693⁠⁠⁠⁠

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 0 dengan rincian ;
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
Total hotspot 1 Januari 2017 – 16 Juli 2017 : 157

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 6 dengan rincian ;
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : 3 (kab. Rokan Hulu)
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Sumbar : 1 (Kota Pasaman)
.Prov. Jatim : 1 (Kab. Situbondo)
.Prov. NTT : 1 (Kab. Sumba Timur)
Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck
Total hotspot 1 Januari 2017 – 17 Juli 2017 : 443

4. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level 30 - ≤ 79 % per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 55 dengan rincian ;
.Prov. Sumut : 10 (Kab. Karo, Kab. Labuhanbatu Utara, Kab. Samosir, Kab. Padang Lawas, Kab. Tapanuli Tengah, Kab. Pakpak Bharat, Kab. Serdang Bedagai)
.Prov. Riau : 11 (Kab. Siak, Kab. Pelalawan, Kab. Inhil, Kab. Inhul)
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel :
.Prov. Kalbar : 1 (Kab. Ketapang)
.Prov. Kalteng :
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Aceh : 10 (Kab. Aceh Besar, Kab. Bereuen, Kota Lhokseumawe, Kab. Aceh Singkil)
.Prov. Jatim : 4 (Kab. Situbondo, Kab. Gresik)
.Prov. NTB : 3 (Kab. Bima, Kab. Dompu)
.Prov. NTT : 16 (Kab. Sumba Tengah, Kab. Lembata, Kab. Sumba Timur, Kab. Alor)
Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

5. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≤ 29% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 6 dengan rincian ;
.Prov. Sumut : 1 (Kab. Karo)
.Prov. Riau : 1 (Kab. Inhil)
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar :
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel :
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara :
.Prov. Papua : -
.Prov. Aceh : 1 (Kab. Aceh Besar)
.Prov. NTB : 1 (Kab. Bima)
.Prov. NTT : 2 (Kab. Alor, Kab. Sumba Timur)
Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck⁠⁠⁠⁠

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017
(tanggal 1 Januari – 17 Juli 2017) berdasarkan :
a. Satelit NOAA : 693 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 1.082 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 389 titik / 35,95%).
b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 157 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 2.073 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.916 titik/ 92,42%).

B. KEGIATAN AKSI LAPANGAN DI PROVINSI RAWAN KEBAKARAN
1. Prov. Sumut :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Pematang Siantar
• Grondcheck Hostpot ke Kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhanbatu. Senin, 17 Juli 2017. Pada koordinat :N 1.86853 E 99.83247, Desa Tanjung Siram, Kec. Bilah Hulu, Kab. Labuhanbatu. Lokasi hostpot : Terbakar. Topografi : Berbukit curam. Vegetasi : Tanaman Kelapa Sawit. Luas terbakar : 0,5 ha. Jenis tanah : Mineral. Status lahan : Lahan masyarakat. Kondisi terkini api sudah padam. Dan Lokasi ke dua pada Koordinat :N 1.86853 E 99.83521, Lokasi hostpot : Terbakar, Topografi : Berbukit curam, Vegetasi : Tanaman Karet, Luas terbakar : 0,5 ha, Jenis tanah : Mineral, Status lahan : Lahan masyarakat. Indikasi Kebakaran : Pembersihan lahan. Api sudah padam. Pelaksana Anggota Manggala Agni dan MPA.
2. Prov. Riau :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Siak dan Daops Dumai.
3. Prov. Jambi :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Muara Tebo, Muara Bulian dan Sarolangun.
4. Prov. Sumsel :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Lahat dan Daops Banyuasin
• Operasi darat meminta BPBD Manggala agni TNI POLRI SKPD terkait KTPA perkebunan HTI untuk memadamkan titik api di OKI, Muba, OI, Banyuasin, Muara Enim, Muratara, PALI, MURA dan siaga posko- posko pemadaman serta pencegahan titik api daerah rawan karhutla.
• Operasi udara, dengan helykopter bolcow(patroli dan water bombing), MI 17 (2 unit) dan MI 8 dari BNPB untuk water bombing di wilayah SUMSEL.
• Pesawat CN212 PK-PCT, Jumlah sorti : 2 sorti. Lokasi Penyemaian : Sorti 1 (Kab. OKI dan Kab. Banyuasin), Sorti 2 (Kab. OKI). Total bahan semai : 2 ton, sudah 31x terbang dengan seeding garam 30,6 ton.
5. Prov. Kalbar :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Pontianak
6. Prov. Kalteng :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Doaps Kapuas
7. Prov. Kalsel :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Banjar
8. Prov. Kaltim :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Sangkima

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 17 Juli 2017 seluas 1.510,59 Ha, terdiri dari :
• Prov. Sumut : 261,81 Ha
• Prov. Riau : 190,11 Ha
• Prov. Jambi : 54,40 Ha
• Prov. Sumsel : 97,42 Ha
• Prov. Kalbar : 299,716 Ha
• Prov. Kalteng : 90,08 Ha
• Prov. Kalsel : 25,00 Ha
• Prov. Kaltim : 11,50 Ha
• Prov. Kep. Riau : 54,85 Ha
• Prov. Sulsel : 8,75 Ha
• Prov. Sulut : 5,73 Ha
• Prov. Sultra : 378,80 Ha
• Prov. Papua : -
• Prov. Kaltara : -
• Prov. Sumbar : 2,00 Ha
• Prov. Lampung : 4,00 Ha
• Prov. Sulbar : 5,00 Ha
• Prov. NTT : 21,84 Ha

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)
1. Prov. Sumatera Utara
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
2. Prov. Riau
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 63,68 (Sedang)
3. Prov. Jambi
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM 10 : 0 (Baik)
4. Prov. Sumatera Selatan
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
5. Prov. Kalimantan Barat
• Tidak ada indikasi Asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
6. Prov. Kalimantan Tengah
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
7. Prov. Kalimantan Selatan
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
8. Prov. Kalimantan Timur
• Tidak ada indikasi asap.
• ISPU dengan standard PM10 : 5,75 (Baik)
9. Prov. Kalimantan Utara
• Tidak ada indikasi asap.
• ISPU dengan standard PM10 : - (Tidak ada data)
10. Prov. Papua
• Tidak ada indikasi asap.
• ISPU dengan standard PM10 : - (Tidak ada data)

E. STATUS KEDARURATAN
• Provinsi Riau terhitung tanggal 24 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 96 hari ke depan (sampai tanggal 30 April 2017) dan diperpanjang dari tanggal 01 Mei s.d 30 November 2017
• Provinsi Sumatera Selatan terhitung tanggal 31 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 274 hari ke depan (sampai tanggal 31 Oktober 2017).
• Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor : 374/BPBD/2017 Tentang Penetapan Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Barat terhitung mulai tanggal 1 Juni 2017 sampai dengan tanggal 31 Oktober 2017*.
• Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor : 188.44 /0294 /2017 Tentang Penetapan Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan/Atau Lahan di Provinsi Kalimantan Selatan terhitung mulai tanggal 15 Juni 2017 sampai dengan tanggal 31 November 2017.
• Keputusan Gubernur Jambi Nomor: 749/KEP. GUB/ BPBD -2.2/VI/2017 Tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Asap Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jambi Tahun 2017 selama 30 hari kalender mulai tanggal 22 Juni sampai dengan 21 Juli 2017

F. WATER BOMBING
1. Prov. Riau
• Helikopter KLHK : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 24 Februari 2017 dengan rincian : 5 Sorti dan 48.000 Liter air yang di jatuhkan di Kab. Rohil dan Kab. Pelalawan.
• Helikopter BPBD : Kegiatan Water Bombing dilaksanakan sejak tanggal 4 Juni 2017, sampai tanggal 10 Juli 2017 telah dilakukan water bombing sebanyak 2.536 sorti dengan total air sebanyak 9.993.250 Liter di Kab. Rokan Hilir, Bengkalis, Kuansing, Meranti, Pelalawan dan Kampar.
2. Prov. Kalbar
• Helikopter KLHK : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 2 Juni - 24 Juni 2017 dengan rincian : 35 Sorti dengan total air yang dijatuhkan sebayak 42.000 Liter air di Kab. Kubu Raya.
3. Prov. Sumsel
• Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 8 Juni - 14 Juli 2017 dengan rincian : 151 Sorti dengan total air yang dijatuhkan sebayak 336.700 Liter air di Kab. OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Pali, Muara Enim dan OKU.

G. HUJAN BUATAN/ TMC
• Prov. Riau : Dari tanggal 5 Juli - 12 Juli 2017 telah dilakukan 10 Penerbangan dan telah di semai garam sebanyak 15,2 Ton garam di wilayah Kab. Siak, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, Inhul dan Rohil.
• Prov. Sumsel : Dari tanggal 8 Juni - 17 Juli 2017 telah dilakukan 31 Penerbangan dan telah di semai garam sebanyak 30,6 Ton garam di wilayah Kab. Banyuasin, OKI, Ogan Ilir, PALI, Muara Enim, OKU Timur dan Kota Palembang.

H. LAPORAN PATROLI TERPADU
• Jumlah desa sasaran patroli terpadu : Sumut 15 desa, Riau 65 desa, Jambi 20 desa, Sumsel 50 desa, Kalbar 60 desa, Kalteng 55 desa, Kalsel 20 desa, Kaltim 15 desa.
• Saat ini tanggal 17 Juli 2017 kegiatan patroli terpadu telah dilaksanakan di 2 Provinsi rawan kebakaran dengan rincian :
• Prov. Riau : 65 Desa
• Prov. Sumsel : 50 Desa

I. REKAPITULASI PESAWAT
1. Kementerian LHK :
• Sejak tanggal 18 Januari 2017 hingga tanggal 18 April 2017 telah menempatkan 1 (satu) Unit Helikopter Bell 412 di Provinsi Riau untuk melakukan patroli udara pengamanan kawasan hutan dan water bombing.
• Sejak tanggal 5 - 17 Juni 2017 telah menempatkan 1 (satu) Unit Helikopter Bell 412 di Bandara Supadio (Pontianak, Kalbar) untuk patroli udara dan early suppression pada daerah remote (yang tidak bisa terjangkau oleh petugas pemadaman darat).
• Saat ini tanggal 15 Juli 2017 telah di tempatkan kembali 1 unit Helikopter Bell 412 di Lanud Supadio (Kalbar) untuk patroli udara dan early suppression pada daerah remote (yang tidak bisa terjangkau oleh petugas pemadaman darat).
• Sejak tanggal 17 Juni 2017 telah menempatkan 1 (satu) Unit Helikopter Bell 412 di Bandara Lanud Syamsudin Noor (Banjarmasin, Kalsel) untuk patroli udara dan early suppression pada daerah remote (yang tidak bisa terjangkau oleh petugas pemadaman darat).
2. BNPB :
• Sejak tanggal 28 Mei 2017 di Provinsi Riau telah di deploy 7 (tujuh) unit Helikopter (2 unit di tempatkan Lanud Medang Kampai di Dumai dan 5 unit di Lanud Rusmin Nurjadin di Pekanbaru) dengan kemampuan angkut air sebanyak 4 ton untuk operasi pemadaman dan patroli udara. Adapun jenis helikopter tersebut adalah 1 (satu) unit MI 171, 2 (dua) unit MI 172, 1 (satu) unit MI 8MVT, 1 (satu) unit Bolcow BO 105, 1 (satu) unit Sikorsky dan 1 (satu) unit Hely Superpuma.
• Sejak tanggal 3 Juni 2017 di Provinsi Sumsel telah di standbykan 2 (dua) unit Helikopter untuk bombing yaitu Bell 214 dengan kapasitas angkut air 3 ton dan MI dengan kapasitas angkut air 4 ton, serta Pesawat Cassa 1 unit untuk kegiatan TMC.
• Sejak 24 Juni 2017 di Provinsi Riau telah disiagakan 6 (enam) unit helikopter (4 unit di Pekanbaru dan 2 unit di Dumai) dengan kemampuan angkut air sebanyak 4 ton untuk operasi pemadaman dan patroli udara. Adapun jenis helikopter tersebut adalah Sikorsky, MI-171, MI8 MTV-1, MI-172, dan Bolkow.
• Sejak 24 Juni 2017 di Provinsi Sumsel telah disiagakan 3 (tiga) unit helikopter yaitu MI-17 dan Bolkow dengan kapasitas angkut air 4 ton untuk operasi pemadaman dan patroli udara.

J. MONITORING UDARA DAN CUACA
• Medan : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan
• Pekanbaru : Visibilitas 6,0 km, Berawan
• Jambi : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan
• Palembang : Visibilitas ≥10 km, Berawan
• Pontianak: Visibilitas 6,0 km, Berawan
• Palangkaraya: Visibilitas 9,0 km, Berawan
• Banjarmasin: Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan
• Samarinda : Visibilitas 7,0 km, Hujan Ringan
• Tanjung Selor : Visibilitas 8,0 km, Berawan
• Jayapura : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

DEMIKIAN LAPORAN KAMI
Penanggung jawab Harian Posko :
Direktur PKHL

 

Sabtu, 15 Juli 2017

Yth. Ibu Menteri LHK, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Sabtu Tanggal 15 Juli 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

A. DATA HOTSPOT
1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 27 dengan rincian :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel :
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel :
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Sulsel : 1 (Kab. Luwu Timur)
.Prov. Bali : 1 (Kab. Buleleng)
.Prov. Jateng : 6 (Kab. Pati, Kab. Batang, Kab. Jepara, Kab. Kendal, Kab. Sragen)
.Prov. Jatim : 19 (Kab. Bojonegoro, Kab. Tuban, Kab. bamgkalan, Kab. Mojokerto, Kab. Sampang, kab. Sidoarjo, Kab. Jombang, Kab. Pasuruan, Kab. Pacitan, Kab. Lamongan, Kota Surabaya)
Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck
Total hotspot 1 Januari 2017 – 15 Juli 2017 : 681⁠⁠⁠⁠

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 0 dengan rincian ;
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
Total hotspot 1 Januari 2017 – 15 Juli 2017 : 157

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 18 dengan rincian ;
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Sulsesl : 3 (Kab. Luwu Timur)
.Prov. NTB : 1 (Kab. Bima)
.Prov. NTT : 14 (Kab. Sumba Timur, Kab. Ngada, Kab. Sumba Barat)
Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck
Total hotspot 1 Januari 2017 – 15 Juli 2017 : 417

4. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level 30 - ≤ 79 % per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 109 dengan rincian ;
.Prov. Sumut :
.Prov. Riau :
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel :
.Prov. Kalbar :
.Prov. Kalteng :
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Sulsel : 2 (Kab. Sidenreng)
.Prov. Papua :
.Prov. Jateng : 2 (Kab. Demak, Kab. Blora)
.Prov. Jatim : 6 (Kab. Situbondo, Kab. Lumajang)
.Prov. NTB : 9 (Kab. Dompu, Kab. Nusa, Kab. Sumbawa, Kab. Bima)
.Prov. NTT : 90 (, Kab. Ngada, Kab. Sumba Timur, Kab. Ngada, Kab. Sumba Barat)
Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

5. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≤ 29% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 2 dengan rincian ;
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar :
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel :
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara :
.Prov. Papua : -
.Prov. NTB : 1 (Kab. Dompu)
.Prov. NTT : 1 (Kab. Sumba)
Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck⁠⁠⁠⁠

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017
(tanggal 1 Januari – 15 Juli 2017) berdasarkan :
a. Satelit NOAA : 681 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 1.075 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 394 titik / 36,65%).
b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 157 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 2.070 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.913 titik/ 92,41%).

B. KEGIATAN AKSI LAPANGAN DI PROVINSI RAWAN KEBAKARAN
1. Prov. Sumut :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Pematang Siantar
2. Prov. Riau :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Pekanbaru dan Daops Dumai.
3. Prov. Jambi :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Muara Tebo, Muara Bulian dan Sarolangun.
4. Prov. Sumsel :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops MUBA dan Daops Banyuasin
• Kegiatan TMC. Pesawat CN212 PK-PCT, 1 sorti, Lokasi Penyemaian : Kab. Banyuasin dan Kab. OKI dengan bahan semai garam 1 ton. Sudah 29x terbang dengan seeding garam 28,6 ton.
5. Prov. Kalbar :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Ketapang dan Pontianak
6. Prov. Kalteng :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Doaps Kapuas dan Muara Teweh
7. Prov. Kalsel :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Banjar
8. Prov. Kaltim :
• Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Sangkima

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 15 Juli 2017 seluas 1.493,99 Ha, terdiri dari :
• Prov. Sumut : 244,80 Ha
• Prov. Riau : 190,11 Ha
• Prov. Jambi : 54,40 Ha
• Prov. Sumsel : 97,42 Ha
• Prov. Kalbar : 299,716 Ha
• Prov. Kalteng : 90,08 Ha
• Prov. Kalsel : 25,00 Ha
• Prov. Kaltim : 11,50 Ha
• Prov. Kep. Riau : 54,85 Ha
• Prov. Sulsel : 8,75 Ha
• Prov. Sulut : 5,73 Ha
• Prov. Sultra : 378,80 Ha
• Prov. Papua : -
• Prov. Kaltara : -
• Prov. Sumbar : 2,00 Ha
• Prov. Lampung : 4,00 Ha
• Prov. Sulbar : 5,00 Ha
• Prov. NTT : 21,84 Ha

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)
1. Prov. Sumatera Utara
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
2. Prov. Riau
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
3. Prov. Jambi
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM 10 : 0 (Baik)
4. Prov. Sumatera Selatan
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
5. Prov. Kalimantan Barat
• Tidak ada indikasi Asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
6. Prov. Kalimantan Tengah
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
7. Prov. Kalimantan Selatan
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
8. Prov. Kalimantan Timur
• Tidak ada indikasi asap.
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
9. Prov. Kalimantan Utara
• Tidak ada indikasi asap.
• ISPU dengan standard PM10 : - (Tidak ada data)
10. Prov. Papua
• Tidak ada indikasi asap.
• ISPU dengan standard PM10 : - (Tidak ada data)

E. STATUS KEDARURATAN
• Provinsi Riau terhitung tanggal 24 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 96 hari ke depan (sampai tanggal 30 April 2017) dan diperpanjang dari tanggal 01 Mei s.d 30 November 2017
• Provinsi Sumatera Selatan terhitung tanggal 31 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 274 hari ke depan (sampai tanggal 31 Oktober 2017).
• Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor : 374/BPBD/2017 Tentang Penetapan Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Barat terhitung mulai tanggal 1 Juni 2017 sampai dengan tanggal 31 Oktober 2017*.
• Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor : 188.44 /0294 /2017 Tentang Penetapan Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan/Atau Lahan di Provinsi Kalimantan Selatan terhitung mulai tanggal 15 Juni 2017 sampai dengan tanggal 31 November 2017.
• Keputusan Gubernur Jambi Nomor: 749/KEP. GUB/ BPBD -2.2/VI/2017 Tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Asap Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jambi Tahun 2017 selama 30 hari kalender mulai tanggal 22 Juni sampai dengan 21 Juli 2017

F. WATER BOMBING
1. Prov. Riau
• Helikopter KLHK : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 24 Februari 2017 dengan rincian : 5 Sorti dan 48.000 Liter air yang di jatuhkan di Kab. Rohil dan Kab. Pelalawan.
• Helikopter BPBD : Kegiatan Water Bombing dilaksanakan sejak tanggal 4 Juni 2017, sampai tanggal 10 Juli 2017 telah dilakukan water bombing sebanyak 2.536 sorti dengan total air sebanyak 9.993.250 Liter di Kab. Rokan Hilir, Bengkalis, Kuansing, Meranti, Pelalawan dan Kampar.
2. Prov. Kalbar
• Helikopter KLHK : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 2 Juni - 24 Juni 2017 dengan rincian : 35 Sorti dengan total air yang dijatuhkan sebayak 42.000 Liter air di Kab. Kubu Raya.
3. Prov. Sumsel
• Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 8 Juni - 5 Juli 2017 dengan rincian : 151 Sorti dengan total air yang dijatuhkan sebayak 336.700 Liter air di Kab. OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Pali, Muara Enim dan OKU.

G. HUJAN BUATAN/ TMC
• Prov. Riau : Dari tanggal 5 Juli - 12 Juli 2017 telah dilakukan 10 Penerbangan dan telah di semai garam sebanyak 15,2 Ton garam di wilayah Kab. Siak, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, Inhul dan Rohil.
• Prov. Sumsel : Dari tanggal 8 Juni - 15 Juli 2017 telah dilakukan 29 Penerbangan dan telah di semai garam sebanyak 28,6 Ton garam di wilayah Kab. Banyuasin, OKI, Ogan Ilir, PALI, Muara Enim, OKU Timur dan Kota Palembang.

H. LAPORAN PATROLI TERPADU
• Jumlah desa sasaran patroli terpadu : Sumut 15 desa, Riau 65 desa, Jambi 20 desa, Sumsel 50 desa, Kalbar 60 desa, Kalteng 55 desa, Kalsel 20 desa, Kaltim 15 desa.
• Saat ini tanggal 14 Juli 2017 kegiatan patroli terpadu telah dilaksanakan di 2 Provinsi rawan kebakaran dengan rincian :
• Prov. Riau : 65 Desa
• Prov. Sumsel : 50 Desa

I. REKAPITULASI PESAWAT
1. Kementerian LHK :
• Sejak tanggal 18 Januari 2017 hingga tanggal 18 April 2017 telah menempatkan 1 (satu) Unit Helikopter Bell 412 di Provinsi Riau untuk melakukan patroli udara pengamanan kawasan hutan dan water bombing.
• Sejak tanggal 5 - 17 Juni 2017 telah menempatkan 1 (satu) Unit Helikopter Bell 412 di Bandara Supadio (Pontianak, Kalbar) untuk patroli udara dan early suppression pada daerah remote (yang tidak bisa terjangkau oleh petugas pemadaman darat).
• Saat ini tanggal 15 Juli 2017 telah di tempatkan kembali 1 unit Helikopter Bell 412 di Lanud Supadio (Kalbar) untuk patroli udara dan early suppression pada daerah remote (yang tidak bisa terjangkau oleh petugas pemadaman darat).
• Sejak tanggal 17 Juni 2017 telah menempatkan 1 (satu) Unit Helikopter Bell 412 di Bandara Lanud Syamsudin Noor (Banjarmasin, Kalsel) untuk patroli udara dan early suppression pada daerah remote (yang tidak bisa terjangkau oleh petugas pemadaman darat).
2. BNPB :
• Sejak tanggal 28 Mei 2017 di Provinsi Riau telah di deploy 7 (tujuh) unit Helikopter (2 unit di tempatkan Lanud Medang Kampai di Dumai dan 5 unit di Lanud Rusmin Nurjadin di Pekanbaru) dengan kemampuan angkut air sebanyak 4 ton untuk operasi pemadaman dan patroli udara. Adapun jenis helikopter tersebut adalah 1 (satu) unit MI 171, 2 (dua) unit MI 172, 1 (satu) unit MI 8MVT, 1 (satu) unit Bolcow BO 105, 1 (satu) unit Sikorsky dan 1 (satu) unit Hely Superpuma.
• Sejak tanggal 3 Juni 2017 di Provinsi Sumsel telah di standbykan 2 (dua) unit Helikopter untuk bombing yaitu Bell 214 dengan kapasitas angkut air 3 ton dan MI dengan kapasitas angkut air 4 ton, serta Pesawat Cassa 1 unit untuk kegiatan TMC.
• Sejak 24 Juni 2017 di Provinsi Riau telah disiagakan 6 (enam) unit helikopter (4 unit di Pekanbaru dan 2 unit di Dumai) dengan kemampuan angkut air sebanyak 4 ton untuk operasi pemadaman dan patroli udara. Adapun jenis helikopter tersebut adalah Sikorsky, MI-171, MI8 MTV-1, MI-172, dan Bolkow.
• Sejak 24 Juni 2017 di Provinsi Sumsel telah disiagakan 3 (tiga) unit helikopter yaitu MI-17 dan Bolkow dengan kapasitas angkut air 4 ton untuk operasi pemadaman dan patroli udara.

J. MONITORING UDARA DAN CUACA
• Medan : Visibilitas 8,0 km, Berawan
• Pekanbaru : Visibilitas 9,0 km, Cerah Berawan
• Jambi : Visibilitas 7,0 km, Berawan
• Palembang : Visibilitas 4,0 km, Hujan Ringan
• Pontianak: Visibilitas 6,0 km, Berawan
• Palangkaraya: Visibilitas 9,0 km, Berawan
• Banjarmasin: Visibilitas ≥10 km, Berawan
• Samarinda : Visibilitas ≥10 km, Berawan
• Tanjung Selor : Visibilitas 8,0 km, Berawan
• Jayapura : Visibilitas 9,0 km, Berawan

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

DEMIKIAN LAPORAN KAMI
Penanggung jawab Harian Posko :
Direktur PKHL

 

Sabtu, 17 Juni 2017

Yth. Ibu Menteri, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Sabtu Tanggal 17 Juni 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

A. DATA HOTSPOT
1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 19 dengan rincian :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : 1 (Kab. Muara Enim)
.Prov. Kalbar : 2 (Kab. Ketapang)
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Sulsel : -
.Prov. Sultra : -
.Prov. Aceh : 1 (Kab. Aceh Barat Daya)
.Prov. Jabar : 2 (Kab. Ciamis, Kab. Bandung)
.Prov. Jateng : 4 (Kota Salatiga, Kab. Semarang, Kab. Sragen)
.Prov. Jatim : 7 (Kab. Blitar, Kota Surabaya, Kab. Lumajang, Kab. Madiun, Kab. Ngawi)
.Prov. Babel : 1 (Kab. Bangka Selatan)
.Prov. Lampung : 1 (Kab. Lampung Tengah)
Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck
Total hotspot 1 Januari 2017 – 17 Juni 2017 : 455⁠⁠⁠⁠

 

Jumat, 16 Juni 2017

Yth. Ibu Menteri, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Jumat Tanggal 16 Juni 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

A. DATA HOTSPOT
1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 7 dengan rincian :
.Prov. Sumut : 2 (Kab. Labuhanbatu Selatan, Tapanuli Selatan)
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : 3 (Kab. Muara Enim, Prabumulih)
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Sulsel : -
.Prov. Sultra : -
.Prov. Aceh : 1 (Kab. Aceh Singkil)
.Prov. Jabar : 1 (Kab. Subang)
Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck
Total hotspot 1 Januari 2017 – 15 Juni 2017 : 432

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 0 dengan rincian;
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Sulsel : -
.Prov. Sulut : -
.Prov. Sultra : -
.Prov. Papua : -
Total hotspot 1 Januari 2017 – 15 Juni 2017 : 157

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 0 dengan rincian ;
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov

Berita Terkait

Informasi Lainnya

Statistik Website

Membuat script counter dengan Gambar

Pengunjung Hari Ini (Visitor today)
Kemarin (Yesterday)
Total Pengunjung (Visit)

Galeri Foto dan Video