Ringkasan Laporan Patroli Mandiri Harian dan Groundchek

admin 14:23:59 Lingkungan Hidup dan Kehutanan
img

Perkembangan Laporan Patroli Mandiri Harian dan Groundcheck Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Tujuh Provinsi

Selasa, 28 Maret 2017

Yth. Ibu Menteri, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari SelasaTanggal 28 Maret 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

A. DATA HOTSPOT
1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar :
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Sulawesi Selatan : -
.Prov. Sulawesi Utara : -
.Prov. Sulawesi Tenggara : -
.Prov. Sulawesi Tengah : -
. Seluruh Indonesia : 0

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Sulawesi Selatan : -
.Prov. Sulawesi Utara : -
.Prov. Sulawesi Tenggara : -
.Prov. Sulawesi Tengah : -
Seluruh Indonesia : 0

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Sulawesi Selatan : -
.Prov. Sulawesi Utara : -
.Prov. Sulawesi Tenggara :-
.Prov. Sulawesi Tengah : -
Seluruh Indonesia : 0

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017
(tanggal 1 Januari – 28 Maret 2017) berdasarkan :
a. Satelit NOAA : 224 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 501 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 277 titik / 55,28 %).
b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 156 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 1.280 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.124 titik/ 87,81%).

B. KONDISI TERKINI
1. Prov. Riau
• Patroli udara Dalkarhutla di Provinsi Riau menggunakan Helikopter Bell 412. Hotspot cukup sering terdeteksi di lokasi Kec. Teluk Meranti, Kab. Pelalawan dan posisinya sangat berdekatan dengan lokasi hotspot hari ini dan dihari-hari sebelumnya dan sudah dilakukan pengecekan oleh heli KemenLHK/Lanud RSN Pelaksana Personil Gabungan (tgl. 24-3-2017. Dan hasilnya ditemukan bukaan lahan panen akasia diperusahaan HTI tetapi tidak terjadi karhutla.

2. Prov. Sumatera Selatan
• Daops Banyuasin melakukan pemadaman di Dusun Pandan Desa Lubuk Lancang Kec. Suak Tapeh Kab.Banyuasin Koordinat: S. 02.85731° E. 104.34097, Pemilik : PT JOHAN PRATAMA, Luas Terbakar : ±0.5ha
• Keputusan Gubernur Sumatera Selatan, Nomor 134/KPTS/BPBD-SS/2017, tanggal 13 Februari 2017 memutuskan;
o Membentuk Pos Komando Satuan Tugas Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Sumatera Selatan.
o Pos Komando mempunyai tugas sebagai tempat pengumpulan data dan informasi sebagai dasar penyusunan rencana operasi, menyusun rencana operasi penanggulangan siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan, mengajukan permintaan kebutuhan bantuan kepada pihak-pihak yang terkait dengan ketentuan berlaku, merencanakan, mengkoordinasikan, mengendalikan dan memantau pengerahan sumber daya untuk penanganan siaga darurat bencana asap secara cepat, tepat dan efektif, melakukan evaluasi pelaksanaan penanganan siaga darurat dan melaporkan pelaksanaan penanganan siaga darurat kepada Gubernur Sumatera Selatan.
o Pembentukan Posko Siaga Darurat dalam rangka antisipasi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan berlangsung selama 240 hari terhitung sejak di tetapkan nya keputusan ini.

3. Prov. Kalimantan Tengah
• Daops Pangkalan Bun melakukan pemadaman manual di lahan milik masyarakat dengan : Tikor : - S 02.49419 E 112.91237, Luas lahan terbakar ± 1h, Kedalaman gambut ± 1m, Sumber air ±15m dari tempat terbakar, Kedalaman air ± 1m.

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 28 Maret 2017 seluas 977,390 Ha, terdiri dari :
• Prov. Sumut : 24,00 Ha
• Prov. Riau : 128,11 Ha
• Prov. Kep. Riau : 53,50 Ha
• Prov. Jambi : 38,50 Ha
• Prov. Sumsel : 16,00 Ha
• Prov. Kalbar : 257,516 Ha
• Prov. Kalteng : 63,630 Ha
• Prov. Kalsel : 9,0 Ha
• Prov. Kaltim : 4,50 Ha
• Prov. Kaltara : -
• Prov. Papua : -
• Prov. Sumbar : 2,0 Ha
• Prov. Sulsel : 2,75 Ha
• Prov. Sulut : 0,5 Ha
• Prov. Sultra : 373,134 Ha
• Prov. Lampung : 4,0 Ha
• Prov. Kep. Riau ; 0,25

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)
1. Prov. Sumatera Utara
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
2. Prov. Riau
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 55,63 (Sedang)
3. Prov. Jambi
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM 10 : 0 (Baik)
4. Prov. Sumatera Selatan
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
5. Prov. Kalimantan Barat
• Tidak ada indikasi Asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
6. Prov. Kalimantan Tengah
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
7. Prov. Kalimantan Selatan
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 ( Baik)
8. Prov. Kalimantan Timur
• Tidak ada indikasi asap.
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
9. Prov. Kalimantan Utara
• Tidak ada indikasi asap.
• ISPU dengan standard PM10 : - (Tidak ada data)
10. Prov. Papua
• Tidak ada indikasi asap.
• ISPU dengan standard PM10 : - (Tidak ada data)

E. STATUS KEDARURATAN
• Provinsi Riau terhitung tanggal 24 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 96 hari ke depan (sampai tanggal 30 April 2017).
• Provinsi Sumatera Selatan terhitung tanggal 31 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 274 hari ke depan (sampai tanggal 31 Oktober 2017).

F. WATER BOMBING
• Prov. Riau; kegiatan Water Boombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 24 Februari 2017 dengan rincian : 5 Sorti dan 48.000 Liter air yang di jatuhkan di Kab. Pelalawan dan Kab. Siak.

G. HUJAN BUATAN/ TMC
• Sampai saat ini tanggal 28 Maret 2017 belum ada kegiatan TMC.

H. LAPORAN PATROLI TERPADU
• Sampai saat ini tanggal 28 Maret 2017 belum dilakukan kegiatan patroli terpadu dikarenakan masih dalam tahap persiapan. Namun dilakukan patroli mandiri yang dilakukan oleh Manggala Agni, TNI dan POLRI.

I. REKAPITULASI PESAWAT
• Kementerian LHK telah menempatkan Satu Unit Helycopter Bell 412 di Provinsi Riau sejak tanggal 18 Januari 2017 hingga hari ini tanggal 28 Maret 2017 yang telah digunakan untuk patroli pengamanan kawasan hutan dan water boombing.
• Hari ini, Selasa tanggal 28 Maret 2017 patroli udara melaporkan bahwa Hotspot cukup sering terdeteksi di lokasi Kec. Teluk Meranti, Kab. Pelalawan dan posisinya sangat berdekatan dengan lokasi hotspot hari ini dan dihari-hari sebelumnya dan sudah dilakukan pengecekan oleh heli KemenLHK/Lanud RSN Pelaksana Personil Gabungan (tgl. 24-3-2017. Dan hasilnya ditemukan bukaan lahan panen akasia diperusahaan HTI tetapi tidak terjadi karhutla.*

J. MONITORING UDARA DAN CUACA
Medan : Visibilitas 3,3 km, Udara kabur
Pekanbaru : Visibilitas 4,7 km, Halimun
Jambi : Visibilitas ≥10 km, Berawan
Palembang : Visibilitas - km, -
Pontianak: Visibilitas 6,0 km, Guntur dan Hujan Ringan
Palangkaraya: Visibilitas 4,0 km, Guntur dan Hujan Ringan
Banjarmasin: Visibilitas 9,0 km, Berawan
Samarinda : Visibilitas 8,0 km, Cerah Berawan
Tanjung Selor : Visibilitas 8,0 km, Berawan
Jayapura : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

DEMIKIAN LAPORAN KAMI
Penanggung jawab Harian Posko :
Direktur PKHL

Rabu, 22 Maret 2017

Yth. Ibu Menteri,

Bersama ini kami sampaikan Ringkasan Laporan Patroli Mandiri Harian dan Groundchek, Rabu Tanggal 22 Maret 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :
1. Prov Riau
1.1 Daops Dumai
• Mopping Up Daops Dumai hari ini dengan menggunakan Mobil Slip On dan beberapa unit Sepeda Motor di Rimbun Jaya Ujung Kelurahan Lubuk Gaung Kec. Sungai Sembilan Kota Dumai. Titik Koordinat : N 01°43 01.1” E 101°18 59.4" Luas yg terbakar ± 5 ha dan kondisi terkini di lapangan mulai terkendali dan menyisahkan Asap² kecil. Vegetasi adalah Kebun Sawit dan Semak belukar. Sumber air tersedia berupa Kanal. Akses jalan berupa Tanah Gambut dan dpt di lalui kendaraan roda 4. Instansi yg melakukan Pemadaman selain Manggala Agni Daops Dumai ada BPBD Kota Dumai, Polsek Sei Sembilan, Babinsa dan Masyarakat.
(api sudah padam).

2. Prov. Kalbar
2.1. Daops Ketapang
• Laporan Kegiatan Patroli Rutin / Groundcheck Daops Ketapang ( KTP06 ) Rabu 22 Maret 2017 desa banjarsari Kec. Kendawangan, Kab. Ketapang. Daerah rawan karhutla 1: S : 2,50791 E : 110,23005 Vegetasi : semak belukar Daerah rawan karhut 2 S : 2,49669 E : 110,23234 Vegetasi : semak belukar, Sumber air 1 S : 2,50813 E : 110,22903 Lebar 2 meter dalam 2 meter Sumber air 2 S : 2,49474 E : 110,23449 Lebar 2 meter dalam 1 meter, Aktivitas masyarakat : bertani, berkebun dan Bertani.
• Laporan Kegiatan Patroli Rutin / Groundcheck Daops Ketapang ( KTP06 ) Rabu 22 Maret 2017 Desa Sedahan Jaya. Kec. Sukadana, Kab. Kayong Utara Kantor Desa Sedahan Jaya S : 1 .19721° E : 110.00720 Daerah rawan karhutla 1: S : 1 .19617° E : 110.00571° Vegetasi : bambu dan semak belukar Sumber air S : 1 .19696° E :110.01002° Lebar : 2 meter, Kedalaman : 0,5 meter Daerah rawan karhut 2 S : 1.19894° E : 110.01066° Vegetasi : simpur dan semak belukar Sumber air 2 S : 1 .19577° E : 110.00561° Lebar : 3 meter Kedalaman : 0,5 meter Konsentrasi penduduk S : 1 .19523° E : 110.00980° Lahan masyarakat S : 1.20215° E : 110.01588°, Aktivitas masyarakat : Petani.

2.2 Daops Pontianak
• Laporan kegiatan Patroli Rutin Daops Pontianak(PNK06) Rabu.22 Maret 2017 Lokasi : Dusun Suka Damai, Desa Rasau jaya III, Kec. Rasau Jaya, Kab. Kubu raya. Tim melakukan anjang sana ke rumah Bapak Turah,dan beliau juga sebagai ketua kelompok tani RT 13/RW 11 Rasau Jaya III, Tim melakukan patroli ke lahan milik Bapak Piat Luas lahan -+ 2 ha, Vegetasi Pakis,Akasia, Jenis tanah gambut, Sumber air/ parit dengan lebar -+ 3m, kedalaman -+ 1m, Tikor rumah Bapak Turah S 00°12 45,9" E 109°22 01,8", Tikor lahan Bapak Piat S 00°12 20,1" E 109°21 20,2", Tikor sumber air S 00°12 19,8" E 109°21 20,4", Uji remas daun tunggal menunjukan kelembaban sedang.
2.3 Daops Semitau
• Patroli dan Groundchek : Melakukan Patroli Mandiri Bersama Koramil Semitau di Desa Marsedan Raya Kec. Semitau Tikor : N: 0.588900° E: 111.957749° Tim tidak menemukan kejadian karhutla dan aktifitas masyarakat membuka lahan dengan cara membakar.

3. Prov. Kalteng
3.1 Daops Kapuas
• Patroli rutin di Desa Saka Kajang kec.jabiren raya kab.pulang pisau Pengecekan Sumber Air Kedalaman air parit dengan tikor : S: 02.55535° E:114.19024° Keterangan hasil kedalaman -+1,5m lebar parit 2,5m bila kemarau akan mengalami kekeringan.

3.2 Daops Muara Teweh
• Laporan Patroli Pencegahan karhutlah DAOPS IV Muara Teweh Hari Rabu Tanggal 22, maret 2017. Desa Rimba Sari Kec.Teweh Tengah Kab.Barito Utara, Kantor Desa Rimba Sari , Koordinat , S -0,891064, E 114,703568, Koordinasi dengan pihak Kantor Desa Rimba Sari Kecamatan Teweh Tengah, Kab Barito Utara, bersama Bapak tentang pencegahan karhutlah.di wilayah tersebut, Sumber air , Koordinat, S -0,887816, E 114,699539, Ket:Tim Patroli menemukan sumber air sungai Boyoi dg kedalaman sekitar 5 meter lebar 15 meter, Lahan Siap Bakar, Koordinat S -0,855006 E 114,711082, Ket:Telah ditemukan lahan rawan Karhutla dengan bahan siap bakar: berupa pepohonan, semak belukar, dan ranting yang sudah di tebas tebang dan kondisi kering dengan luas sekitar 1,5 Ha, pemilik tidak diketahui. Sosialisasi S -0,876295 E 114,686356, Ket: Tim melakukan melakukan sosialisasi dengan warga desa rimba sari bapak Syahroni usia 30 tahun pekerjaan petani, tentang pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan juga lahan, karena dampak dari karhutla adalah rusaknya lingkungan, musnahnya ekosistem dan terganggunya kesehatan masyarakat setempat. Lahan warga S 00.853676 E 114.694702 , Ket: tim patroli menemukan lahan warga dengan kondisi tebas tebang pepohonan ranting dan semak belukar, dengan tanaman berupa bibit sawit luas 2 ha pemilik lahan pojo sulistiyadi umur 38 tahun pekerjaan polisi.

4. Prov. Kep.Riau
4.1 Daops Batam
• Pemadaman kebakaran lahan bersama Pemadam Kebakaran Batam di Kelurahan Patam Lestari, Kec. Sekupang, jumlah anggota MA 4 org. Membantu petugas PBK karena tidak ada sumber air pada pukul 02.30, berhasil dipadamkan pukul 04.00. Luas diperkirakan 0,25 hektar.*

5. Prov. Sumatera Selatan
5.1 Daops Banyuasin
• Tim Patroli Menemukan Areal Rawan Terbakar Di Jalan Palembang -Betung Kec. Banyuasin III Kab. Banyuasin. koordinat: S. 02.89765° E. 104.38739. Pemilik:-- Luas areal: 1H, Kondisi bahan bakar: kadar air rendah, Sumber air:--(Nihil), Jenis tanah: Mineral, Jenis vegetasi: Semak belukar& ilalang. Potensi Terbakar: Tinggi Tim melakukan penyuluhan secara anjangsana tentang bahaya kebakaran dengan Bpk. Nangcik warga Desa Lubuk Saung Kec. Banyuasin III Kab. Banyuasin Koordinat : S. 02.90086° E. 104.309028°.

Demikian laporan kami.⁠⁠⁠⁠

Minggu, 19 Maret 2017


Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017
(tanggal 1 Januari –  19 Maret 2017) berdasarkan :
a. Satelit NOAA : 211 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 470 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 259 titik / 55,10 %).
b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 147 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 1.238 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.091 titik/ 88,12%).

B. KONDISI TERKINI
1. Prov. Riau
•    Patroli udara Dalkarhutla dan pengamanan hutan dalam penyeledikan Illegal loging di Provinsi Riau menggunakan Helikopter Bell 412 sejak tgl 18 Januari 2017.

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 19 Maret 2017 seluas 954,030 Ha, terdiri dari :
•    Prov. Sumut    : 20,50 Ha
•    Prov. Riau    : 123,11 Ha
•    Prov. Kep. Riau  : 53,50 Ha
•    Prov. Jambi    : 38,50 Ha
•    Prov. Sumsel     : 10,50 Ha
•    Prov. Kalbar    : 257,516 Ha
•    Prov. Kalteng    : 60,620 Ha
•    Prov. Kalsel    : 4,0 Ha
•    Prov. Kaltim    : 4,50 Ha
•    Prov. Kaltara    : -
•    Prov. Papua    : -
•    Prov. Sumbar    : 2,0 Ha
•    Prov. Sulsel    : 2,75 Ha
•    Prov. Sulut     : 0,5 Ha
•    Prov. Sultra    : 372,134 Ha
•    Prov. Lampung  : 4,0 Ha

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)
1. Prov. Sumatera Utara
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM10 :  0 (Baik)
2. Prov. Riau
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM10 : 20,01 (Sedang)
3. Prov. Jambi
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM 10 : 0 (Baik)
4. Prov. Sumatera Selatan
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
5. Prov. Kalimantan Barat
•    Tidak ada indikasi Asap
•    ISPU dengan standard PM10 : 17,20 (Baik)
6. Prov. Kalimantan Tengah
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM10 : 17,44 (Baik)
7. Prov. Kalimantan Selatan
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
8. Prov. Kalimantan Timur
•    Tidak ada indikasi asap.
•    ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
9. Prov. Kalimantan Utara
•    Tidak ada indikasi asap.
•    ISPU dengan standard PM10 : -  (Tidak ada data)
10. Prov. Papua
•    Tidak ada indikasi asap.
•    ISPU dengan standard PM10 : - (Tidak ada data)

E. STATUS KEDARURATAN
•    Provinsi Riau terhitung tanggal 24 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat  sampai dengan 96 hari ke depan (sampai tanggal 30 April 2017).
•    Provinsi Sumatera Selatan terhitung tanggal 31 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat  sampai dengan 274 hari ke depan (sampai tanggal 31 Oktober 2017).

F. WATER BOMBING
•    Prov. Riau; kegiatan Water Boombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 24 Februari 2017 dengan rincian : 5 Sorti dan 48.000 Liter air yang di jatuhkan di Kab. Pelalawan dan Kab. Siak.

G. HUJAN BUATAN/ TMC
•    Sampai saat ini tanggal 19 Maret 2017 belum ada kegiatan TMC.

H. LAPORAN PATROLI TERPADU
•    Sampai saat ini tanggal 19 Maret 2017 belum dilakukan kegiatan patroli terpadu dikarenakan masih dalam tahap persiapan. Namun dilakukan patroli mandiri yang dilakukan oleh Manggala Agni, TNI dan POLRI.

I. REKAPITULASI PESAWAT
•    Kementerian LHK telah menempatkan Satu Unit Helycopter Bell 412 di Provinsi Riau sejak tanggal 18 Januari 2017 hingga hari ini tanggal 19 Maret 2017 yang telah digunakan untuk patroli pengamanan kawasan hutan dan water boombing.
•    Hari ini, Minggu tanggal 19 Maret 2017 belum ada laporan dari lapangan.

J.   MONITORING UDARA DAN CUACA
Medan : Visibilitas 7,0 km, Berawan
Pekanbaru : Visibilitas 8,0 km, Guntur
Jambi : Visibilitas ≥10 km, Berawan  
Palembang : Visibilitas ≥10 km, Berawan  
Pontianak: Visibilitas 6,0 km, Cerah Berawan
Palangkaraya: Visibilitas 8,0 km, Berawan
Banjarmasin: Visibilitas 9,0 km, Berawan
Samarinda : Visibilitas 8,0 km, Cerah Berawan  
Tanjung Selor : Visibilitas 8,0 km, Cerah Berawan  
Jayapura : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan  

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

DEMIKIAN LAPORAN KAMI
Penanggung jawab Harian Posko  :
Direktur PKHL

Sabtu, 18 Maret 2017
2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level  ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut :-
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Sulawesi Selatan : -
.Prov. Sulawesi Utara : -
.Prov. Sulawesi Tenggara : -
.Prov. Bengkulu : -                 
Seluruh Indonesia : 0

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau :  -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -                 
.Prov. Kalbar : -                           
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Sulawesi Selatan : -
.Prov. Sulawesi Utara : -
.Prov. Sulawesi Tenggara :-
.Prov. Bengkulu : -                 
Seluruh Indonesia : 0

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017
(tanggal 1 Januari –  18 Maret 2017) berdasarkan :
a. Satelit NOAA : 211 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 465 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 254 titik / 54,62 %).
b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 147 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 1.233 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.086 titik/ 88,07%).

B. KONDISI TERKINI
1. Prov. Riau
•    Patroli udara Dalkarhutla di Provinsi Riau menggunakan Helikopter Bell 412.

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 18 Maret 2017 seluas 954,030 Ha, terdiri dari :
•    Prov. Sumut    : 20,50 Ha
•    Prov. Riau        : 123,11 Ha
•    Prov. Kep. Riau      : 53,50 Ha
•    Prov. Jambi    : 38,50 Ha
•    Prov. Sumsel     : 10,50 Ha
•    Prov. Kalbar    : 257,516 Ha
•    Prov. Kalteng    : 60,620 Ha
•    Prov. Kalsel    : 4,0 Ha
•    Prov. Kaltim    : 4,50 Ha
•    Prov. Kaltara    : -
•    Prov. Papua    : -
•    Prov. Sumbar    : 2,0 Ha
•    Prov. Sulsel    : 2,75 Ha
•    Prov. Sulut     : 0,5 Ha
•    Prov. Sultra    : 372,134 Ha
•    Prov. Lampung       : 4,0 Ha

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)
1. Prov. Sumatera Utara
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM10 :  0 (Baik)
2. Prov. Riau
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM10 : 44,40 (Sedang)
3. Prov. Jambi
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM 10 : 0 (Baik)
4. Prov. Sumatera Selatan
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
5. Prov. Kalimantan Barat
•    Tidak ada indikasi Asap
•    ISPU dengan standard PM10 : 22,93 (Baik)
6. Prov. Kalimantan Tengah
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
7. Prov. Kalimantan Selatan
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
8. Prov. Kalimantan Timur
•    Tidak ada indikasi asap.
•    ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
9. Prov. Kalimantan Utara
•    Tidak ada indikasi asap.
•    ISPU dengan standard PM10 : -  (Tidak ada data)
10. Prov. Papua
•    Tidak ada indikasi asap.
•    ISPU dengan standard PM10 : - (Tidak ada data)

E. STATUS KEDARURATAN
•    Provinsi Riau terhitung tanggal 24 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat  sampai dengan 96 hari ke depan (sampai tanggal 30 April 2017).
•    Provinsi Sumatera Selatan terhitung tanggal 31 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat  sampai dengan 274 hari ke depan (sampai tanggal 31 Oktober 2017).

F. WATER BOMBING
•    Prov. Riau; kegiatan Water Boombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 24 Februari 2017 dengan rincian : 5 Sorti dan 48.000 Liter air yang di jatuhkan di Kab. Pelalawan dan Kab. Siak.

G. HUJAN BUATAN/ TMC
•    Sampai saat ini tanggal 18 Maret 2017 belum ada kegiatan TMC.

H. LAPORAN PATROLI TERPADU
•    Sampai saat ini tanggal 18 Maret 2017 belum dilakukan kegiatan patroli terpadu dikarenakan masih dalam tahap persiapan. Namun dilakukan patroli mandiri yang dilakukan oleh Manggala Agni, TNI dan POLRI.

I. REKAPITULASI PESAWAT
•    Kementerian LHK telah menempatkan Satu Unit Helycopter Bell 412 di Provinsi Riau sejak tanggal 18 Januari 2017 hingga hari ini tanggal 18 Maret 2017 yang telah digunakan untuk patroli pengamanan kawasan hutan dan water boombing.
•    Hari ini, Sabtu tanggal 18 Maret 2017 belum ada laporan dari lapangan.

J.   MONITORING UDARA DAN CUACA
Medan : Visibilitas 8,0 km, Berawan
Pekanbaru : Visibilitas 9,0 km, Guntur
Jambi : Visibilitas 8,0 km, Guntur dan hujan ringan
Palembang : Visibilitas - km, -
Pontianak: Visibilitas 8,0 km, Guntur
Palangkaraya: Visibilitas 7,0 km, Guntur
Banjarmasin: Visibilitas 8,0 km, Cerah Berawan
Samarinda : Visibilitas 7,0 km, Cerah Berawan  
Tanjung Selor : Visibilitas ≥10 km, Berawan
Jayapura : Visibilitas ≥10 km, Berawan  

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

DEMIKIAN LAPORAN KAMI
Penanggung jawab Harian Posko  :
Direktur PKHL

Selasa, 14 Maret 2017

2. Satelit TERRA AQUA (NASA)
2.1. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut :-
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Sulawesi Selatan : -
.Prov. Sulawesi Utara : -
.Prov. Sulawesi Tenggara : -
Seluruh Indonesia : 0

3. Satelit TERRA AQUA (LAPAN)
3.1. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar :
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Sulawesi Selatan : -
.Prov. Sulawesi Utara : -
.Prov. Sulawesi Tenggara :-
Seluruh Indonesia : 0

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017
(tanggal 1 Januari – 14 Maret 2017) berdasarkan :
a. Satelit NOAA : 198 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 446 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 248 titik / 55,60 %).
b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 138 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 1.228 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.090 titik/ 88,76 %).

B. KONDISI TERKINI
1. Prov. Riau
• Patroli udara Dalkarhutla di Provinsi Riau menggunakan Helikopter Bell 412.

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 14 Maret 2017 seluas 938,430 Ha, terdiri dari :
• Prov. Sumut : 20,50 Ha
• Prov. Riau : 113,11 Ha
• Prov. Kep. Riau : 53,50 Ha
• Prov. Jambi : 38,50 Ha
• Prov. Sumsel : 10,50 Ha
• Prov. Kalbar : 253,816 Ha
• Prov. Kalteng : 60,620 Ha
• Prov. Kalsel : 4,0 Ha
• Prov. Kaltim : 4,50 Ha
• Prov. Kaltara : -
• Prov. Papua : -
• Prov. Sumbar : 2,0 Ha
• Prov. Sulsel : 2,75 Ha
• Prov. Sulut : 0,5 Ha
• Prov. Sultra : 370,134 Ha
• Prov. Lampung : 4,0 Ha

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)
1. Prov. Sumatera Utara
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
2. Prov. Riau
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 32,80 (Baik)
3. Prov. Jambi
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM 10 : 0 (Baik)
4. Prov. Sumatera Selatan
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 28,56 (Baik)
5. Prov. Kalimantan Barat
• Tidak ada indikasi Asap
• ISPU dengan standard PM10 : 16,46 (Baik)
6. Prov. Kalimantan Tengah
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
7. Prov. Kalimantan Selatan
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
8. Prov. Kalimantan Timur
• Tidak ada indikasi asap.
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
9. Prov. Kalimantan Utara
• Tidak ada indikasi asap.
• ISPU dengan standard PM10 : - (Tidak ada data)
10. Prov. Papua
• Tidak ada indikasi asap.
• ISPU dengan standard PM10 : - (Tidak ada data)

E. STATUS KEDARURATAN
• Provinsi Riau terhitung tanggal 24 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 96 hari ke depan (sampai tanggal 30 April 2017).
• Provinsi Sumatera Selatan terhitung tanggal 31 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 274 hari ke depan (sampai tanggal 31 Oktober 2017).

F. WATER BOMBING
• Prov. Riau; kegiatan Water Boombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 24 Februari 2017 dengan rincian : 5 Sorti dan 48.000 Liter air yang di jatuhkan di Kab. Pelalawan dan Kab. Siak.

G. HUJAN BUATAN/ TMC
• Sampai saat ini tanggal 14 Maret 2017 belum ada kegiatan TMC.

H. LAPORAN PATROLI TERPADU
• Sampai saat ini tanggal 14 Maret 2017 belum dilakukan kegiatan patroli terpadu dikarenakan masih dalam tahap persiapan. Namun dilakukan patroli mandiri yang dilakukan oleh Manggala Agni, TNI dan POLRI.

I. REKAPITULASI PESAWAT
• Kementerian LHK telah menempatkan Satu Unit Helycopter Bell 412 di Provinsi Riau sejak tanggal 18 Januari 2017 hingga hari ini tanggal 14 Maret 2017 yang telah digunakan untuk patroli pengamanan kawasan hutan dan water boombing.
• Hari ini, Senin tanggal 14 Maret 2017 belum ada laporan dari lapangan.

J. MONITORING UDARA DAN CUACA
Medan : Visibilitas 7,0 km, Berawan
Pekanbaru : Visibilitas ≥10 km, Guntur di sekitarnya
Jambi : Visibilitas 7,0 km, Cerah Berawan
Palembang : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan
Pontianak: Visibilitas 7,0 km, Berawan
Palangkaraya: Visibilitas - km, -
Banjarmasin: Visibilitas 6,0 km, Berawan
Samarinda : Visibilitas 8,0 km, Cerah berawan
Tanjung Selor : Visibilitas 8,0 km, Berawan
Jayapura : Visibilitas ≥10 km, Hujan ringan

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

DEMIKIAN LAPORAN KAMI
Penanggung jawab Harian Posko :
Direktur PKHL

Minggu, 12 Maret 2017
Yth. Ibu Menteri, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Minggu Tanggal 12 Maret 2017 per jam 20.00  WIB Sbb :

A. DATA HOTSPOT
1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -                  
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Sulawesi Selatan : -
.Prov. Sulawesi Utara : -
.Prov. Sulawesi Tenggara :  -
. Seluruh Indonesia : 0

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level  ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Sulawesi Selatan : -
.Prov. Sulawesi Utara : -
.Prov. Sulawesi Tenggara : -
Seluruh Indonesia : 0

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau :  -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : 1 (Kab. Ketapang) Sudah di perintahkan untuk di groundchek
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Sulawesi Selatan : -
.Prov. Sulawesi Utara : -
.Prov. Sulawesi Tenggara :-
Seluruh Indonesia :

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017
(tanggal 1 Januari –  12 Maret 2017) berdasarkan :
a. Satelit NOAA : 180 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 433 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 253 titik / 58,42 %).
b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 134 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 1.208 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.074 titik/ 88,90 %).

B. KONDISI TERKINI
1. Prov. Riau
👉 Info dr babinsa Teluk Meranti (Pak YURDANIS) dan RPK PT. Arara Abadi (Pak Nasution), Karhutla di Pulau Muda Kec. Teluk Meranti telah padam sudah padam. Tim pemadam darat gabungan telah melakukan upaya pemadaman dan tadi malam di sekitar TKP hujan dengan intensitas tinggi..
👉 Pengecekan terakhir di TKp tgl 13-3 2017 jam 12.00 dan oleh Kapolsek Teluk Meranti dan Kapospol Pulau Muda dan TKP Karhutla dan oleh Tim Manggala Agni jam 17.00 dinyatakan padanm dan kondisi AMAN..
• 1 regu Tim MA ditempatkan seputar wilayah yang terbakar   utk melakukan pemantauan jangan sampai api timbul kembali

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 12 Maret 2017 seluas 854,60 Ha, terdiri dari :
•    Prov. Sumut    : 14,5 Ha
•    Prov. Riau        : 141,72 Ha
•    Prov. Jambi    : 16,5 Ha
•    Prov. Sumsel     : 9,56 Ha
•Prov. Kalbar    : 223,816 Ha*
•Prov. Kalteng    :60,620 Ha*
•    Prov. Kalsel    : 4,0 Ha
•    Prov. Kaltim    : 4,5 Ha
•    Prov. Kaltara    : -
•    Prov. Papua    : -
•    Prov. Sulsel    : 2,75 Ha
•    Prov. Sulut     : 0,5 Ha
•    Prov. Sultra    : 370,134 Ha
•    Prov. Sumbar    : 2,0 Ha
•    Prov. Lampung      : 4,0 Ha

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)
1. Prov. Sumatera Utara
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM10 :  0 (Baik)
2. Prov. Riau
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM10 : 9,72 (Baik)
3. Prov. Jambi
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM 10 : 0 (Baik)
4. Prov. Sumatera Selatan
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM10 : 20,02 (Baik)
5. Prov. Kalimantan Barat
•    Tidak ada indikasi Asap
•    ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
6. Prov. Kalimantan Tengah
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
7. Prov. Kalimantan Selatan
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
8. Prov. Kalimantan Timur
•    Tidak ada indikasi asap.
•    ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
9. Prov. Kalimantan Utara
•    Tidak ada indikasi asap.
•    ISPU dengan standard PM10 : -  (Tidak ada data)
10. Prov. Papua
•    Tidak ada indikasi asap.
•    ISPU dengan standard PM10 : - (Tidak ada data)

E. STATUS KEDARURATAN
•    Provinsi Riau terhitung tanggal 24 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat  sampai dengan 96 hari ke depan (sampai tanggal 30 April 2017).
•    Provinsi Sumatera Selatan terhitung tanggal 31 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat  sampai dengan 274 hari ke depan (sampai tanggal 31 Oktober 2017).

F. WATER BOMBING
•    Prov. Riau; kegiatan Water Boombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 24 Februari 2017 dengan rincian : 5 Sorti dan 48.000 Liter air yang di jatuhkan di Kab. Pelalawan dan Kab. Siak.

G. HUJAN BUATAN/ TMC
•    Sampai saat ini tanggal 12 Maret 2017 belum ada kegiatan TMC.

H. LAPORAN PATROLI TERPADU
•    Sampai saat ini tanggal 12 Maret 2017 baru dilaksanakan sosialisasi dan merencanakan desa2 yg akan dilakukan patroli terpadu. belum dilakukan kegiatan . Kegiatan patroli mandiri terus dilakukan oleh Manggala Agni, TNI dan POLRI dan MPA.

I. REKAPITULASI PESAWAT
•    Kementerian LHK telah menempatkan Satu Unit Helycopter Bell 412 di Provinsi Riau sejak tanggal 18 Januari 2017 hingga hari ini tanggal 12 Maret 2017 yang telah digunakan untuk patroli pengamanan kawasan hutan dan water boombing.
•    Hari ini, Minggu tanggal 12 Maret 2017 belum ada laporan dari lapangan.

J.   MONITORING UDARA DAN CUACA
Medan : Visibilitas 8,0 km, Cerah Berawan
Pekanbaru : Visibilitas 9,0 km, Cerah Berawan  
Jambi : Visibilitas 8,0  km, Cerah Berawan
Palembang : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan
Pontianak: Visibilitas 8,0 km, Berawan
Palangkaraya: Visibilitas 7,0 km, Hujan ringan
Banjarmasin: Visibilitas 8,0 km, Berawan
Samarinda : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan  
Tanjung Selor : Visibilitas ≥10 km, Berawan
Jayapura : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

DEMIKIAN LAPORAN KAMI
Penanggung jawab Harian Posko  :
Direktur PKHL

Jumat, 10 Maret 2017

Yth. Ibu Menteri, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Jumat Tanggal 10 Maret 2017 per jam 20.00  WIB Sbb :

A. DATA HOTSPOT
1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : 1 (Kab. Serdang Bedagai) Sudah di perintahkan untuk di groundchek
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : 1 (Kab. Ketapang) Sudah di perintahkan untuk di groundchek
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -                  
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Sulawesi Selatan : 1 (Kota Makassar) Sudah di perintahkan untuk di groundchek
.Prov. Sulawesi Utara : -
.Prov. Sulawesi Tenggara :  -
. Seluruh Indonesia :

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level  ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : 1 (Kab. Muara Enim) Sudah di perintahkan untuk di groundchek
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Sulawesi Selatan : -
.Prov. Sulawesi Utara : -
.Prov. Sulawesi Tenggara : -
Seluruh Indonesia : 1

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau :  -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : 1 (Kab. Muara Enim) Sudah di perintahkan untuk di groundchek
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Sulawesi Selatan : -
.Prov. Sulawesi Utara : -
.Prov. Sulawesi Tenggara :-
Seluruh Indonesia : 1

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017
(tanggal 1 Januari –  10 Maret 2017) berdasarkan :
a. Satelit NOAA : 179 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 419 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 240 titik / 57,27 %).
b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 134 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 1.172 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.038 titik/ 88,56 %).

B. KONDISI TERKINI
1. Prov. Riau
•    Patroli udara Dalkarhutla di Provinsi Riau menggunakan Helikopter Bell 412.
•    Pemadaman karhut dikawasan TNRAW dengan luas 5.17 Ha dengan titik koordinat lat 04.48014 long 122.09154. Api berhasil dipadamkan.
•    Kebakaran hutan tanggal 9 Maret 2017 di Pekon Sukamarga kec. Suoh, Prov. Jambi (yg merupakan kawah letusan gunung api) yang merupakan kawasan TNBBS. Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, dengan luasan ± 4 Ha. Petugas pemadam berjumlah 10 orang sudah berada di lokasi, memantau disekitaran kawah untuk antisipasi kebakaran tidak meluas. Sekitar pukul 21.00 WIB api sudah mulai berkurang .Pada pukul Jam 24.00 WIB KSPTN Wil III sudah dilokasi, dan melaporkan api telah padam.

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 10 Maret 2017 seluas 845,430 Ha, terdiri dari :
•    Prov. Sumut    : 14,5 Ha
•    Prov. Riau        : 141,72 Ha
•    Prov. Jambi    : 16,5 Ha
•    Prov. Sumsel     : 9,56 Ha
•    Prov. Kalbar    : 223,816 Ha
•    Prov. Kalteng    : 60,620 Ha
•    Prov. Kalsel    : 4,0 Ha
•    Prov. Kaltim    : 4,5 Ha
•    Prov. Kaltara    : -
•    Prov. Papua    : -
•    Prov. Sulsel    : 2,75 Ha
•    Prov. Sulut     : 0,5 Ha
•    Prov. Sultra    : 364,964 Ha
•    Prov. Sumbar    : 2,0 Ha

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)
1. Prov. Sumatera Utara
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM10 :  0 (Baik)
2. Prov. Riau
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM10 : 28,57 (Baik)
3. Prov. Jambi
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM 10 : 0 (Baik)
4. Prov. Sumatera Selatan
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM10 : 2,13 (Baik)
5. Prov. Kalimantan Barat
•    Tidak ada indikasi Asap
•    ISPU dengan standard PM10 : 36,58 (Baik)
6. Prov. Kalimantan Tengah
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM10 : 5,40 (Baik)
7. Prov. Kalimantan Selatan
•    Tidak ada indikasi asap
•    ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
8. Prov. Kalimantan Timur
•    Tidak ada indikasi asap.
•    ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
9. Prov. Kalimantan Utara
•    Tidak ada indikasi asap.
•    ISPU dengan standard PM10 : -  (Tidak ada data)
10. Prov. Papua
•    Tidak ada indikasi asap.
•    ISPU dengan standard PM10 : - (Tidak ada data)

E. STATUS KEDARURATAN
•    Provinsi Riau terhitung tanggal 24 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat  sampai dengan 96 hari ke depan (sampai tanggal 30 April 2017).
•    Provinsi Sumatera Selatan terhitung tanggal 31 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat  sampai dengan 274 hari ke depan (sampai tanggal 31 Oktober 2017).

F. WATER BOMBING
•    Prov. Riau; kegiatan Water Boombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 24 Februari 2017 dengan rincian : 5 Sorti dan 48.000 Liter air yang di jatuhkan di Kab. Pelalawan dan Kab. Siak.

G. HUJAN BUATAN/ TMC
•    Sampai saat ini tanggal 10 Maret 2017 belum ada kegiatan TMC.

H. LAPORAN PATROLI TERPADU
•    Sampai saat ini tanggal 10 Maret 2017 belum dilakukan kegiatan patroli terpadu dikarenakan masih dalam tahap persiapan. Namun dilakukan patroli mandiri yang dilakukan oleh Manggala Agni, TNI dan POLRI.

I. REKAPITULASI PESAWAT
•    Kementerian LHK telah menempatkan Satu Unit Helycopter Bell 412 di Provinsi Riau sejak tanggal 18 Januari 2017 hingga hari ini tanggal 10 Maret 2017 yang telah digunakan untuk patroli pengamanan kawasan hutan dan water boombing.
•    Hari ini, Jumat tanggal 10 Maret 2017 belum ada laporan dari lapangan.

J.   MONITORING UDARA DAN CUACA
Medan : Visibilitas 8,0 km, Cerah Berawan
Pekanbaru : Visibilitas 8,0 km, Berawan
Jambi : Visibilitas ≥10  km, Cerah Berawan
Palembang : Visibilitas -  km, -
Pontianak: Visibilitas 8,0 km, Berawan
Palangkaraya: Visibilitas 8,0 km, Berawan
Banjarmasin: Visibilitas 9,0 km, Berawan
Samarinda : Visibilitas ≥10  km, Cerah Berawan  
Tanjung Selor : Visibilitas 8,0 km, Cerah Berawan
Jayapura : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

DEMIKIAN LAPORAN KAMI
Penanggung jawab Harian Posko  :
Direktur PKHL

Kamis, 9 Maret 2017

Yth. Ibu Menteri, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Kamis Tanggal 9 Maret 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

A. DATA HOTSPOT
1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : 1 (Kab. Banjar) Sudah di perintahkan untuk di groundchek
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Sulawesi Selatan : -
.Prov. Sulawesi Utara; -
.Prov. Sulawesi Tenggara; -
. Seluruh Indonesia : 1

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Sulawesi Selatan : -
.Prov. Sulawesi Utara; -
.Prov. Sulawesi Tenggara; -
Seluruh Indonesia : 0

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Sulawesi Selatan : -
.Prov. Sulawesi Utara; -
.Prov. Sulawesi Tenggara; -

Seluruh Indonesia : 0

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017
(tanggal 1 Januari – 9 Maret 2017) berdasarkan :
a. Satelit NOAA : 176 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 417 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 241 titik / 57,79 %).
b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 133 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 1.152 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.019 titik/ 88,45 %).

B. KONDISI TERKINI
1. Prov. Riau
• Patroli udara Dalkarhutla di Provinsi Riau menggunakan Helikopter Bell 412.

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 9 Maret 2017 seluas 842,430 Ha, terdiri dari :
• Prov. Sumut : 14,5 Ha
• Prov. Riau : 139,72 Ha
• Prov. Jambi : 16,5 Ha
• Prov. Sumsel : 9,56 Ha
• Prov. Kalbar : 222,816 Ha
• Prov. Kalteng : 60,620 Ha
• Prov. Kalsel : 4,0 Ha
• Prov. Kaltim : 4,5 Ha
• Prov. Kaltara : -
• Prov. Papua : -
• Prov. Sulsel : 2,75 Ha
• Prov. Sulut : 0,5 Ha
• Prov. Sultra : 364,964 Ha
• Prov. Sumbar : 2,0 Ha

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)
1. Prov. Sumatera Utara
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
2. Prov. Riau
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 46,25 (Baik)
3. Prov. Jambi
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM 10 : 0 (Baik)
4. Prov. Sumatera Selatan
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 43,34 (Baik)
5. Prov. Kalimantan Barat
• Tidak ada indikasi Asap
• ISPU dengan standard PM10 : 64,12 (Sedang)
6. Prov. Kalimantan Tengah
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 25,91 (Baik)
7. Prov. Kalimantan Selatan
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
8. Prov. Kalimantan Timur
• Tidak ada indikasi asap.
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
9. Prov. Kalimantan Utara
• Tidak ada indikasi asap.
• ISPU dengan standard PM10 : - (Tidak ada data)
10. Prov. Papua
• Tidak ada indikasi asap.
• ISPU dengan standard PM10 : - (Tidak ada data)

E. STATUS KEDARURATAN
• Provinsi Riau terhitung tanggal 24 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 96 hari ke depan (sampai tanggal 30 April 2017).
• Provinsi Sumatera Selatan terhitung tanggal 31 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 274 hari ke depan (sampai tanggal 31 Oktober 2017).

F. WATER BOMBING
• Prov. Riau; kegiatan Water Boombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 24 Februari 2017 dengan rincian : 5 Sorti dan 48.000 Liter air yang di jatuhkan di Kab. Pelalawan dan Kab. Siak.

G. HUJAN BUATAN/ TMC
• Sampai saat ini tanggal 9 Maret 2017 belum ada kegiatan TMC.

H. LAPORAN PATROLI TERPADU
• Sampai saat ini tanggal 9 Maret 2017 belum dilakukan kegiatan patroli terpadu dikarenakan masih dalam tahap persiapan. Namun dilakukan patroli mandiri yang dilakukan oleh Manggala Agni, TNI dan POLRI.

I. REKAPITULASI PESAWAT
• Kementerian LHK telah menempatkan Satu Unit Helycopter Bell 412 di Provinsi Riau sejak tanggal 18 Januari 2017 hingga hari ini tanggal 9 Maret 2017 yang telah digunakan untuk patroli pengamanan kawasan hutan dan water boombing.
• Hari ini, Kamis tanggal 9 Maret 2017 belum ada laporan dari lapangan.

J. MONITORING UDARA DAN CUACA
Medan : Visibilitas 7,0 km, Berawan
Pekanbaru : Visibilitas 1,5 km, Udara Kabur
Jambi : Visibilitas 7,0 km, Berawan
Palembang : Visibilitas ≥10 km, Berawan
Pontianak: Visibilitas 6,0 km, Guntur
Palangkaraya: Visibilitas 7,0 km, Berawan
Banjarmasin: Visibilitas 9,0 km, Cerah Berawan
Samarinda : Visibilitas 7,0 km, Cerah Berawan
Tanjung Selor : Visibilitas 8,0 km, Berawan
Jayapura : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

DEMIKIAN LAPORAN KAMI
Penanggung jawab Harian Posko :
Direktur PKHL

Kamis, 2 Maret 2017

Yth. Ibu Menteri, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Kamis Tanggal 2 Maret 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

A. DATA HOTSPOT
1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : 1 (Kab. Murung Raya) Sudah diperintahkan untuk di groundchek
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Sulsel : 1 (Kab. Luwu Timur) Sudah diperintahkan untuk di groundchek
.Prov. Sulteng : 1 (Kab. Banggai) Sudah diperintahkan untuk di groundchek
Seluruh Indonesia : 3

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
Seluruh Indonesia : 0

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
Seluruh Indonesia : 0

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017
(tanggal 1 Januari – 2 Maret 2017) berdasarkan :
a. Satelit NOAA : 171 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 358 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 187 titik / 52,23 %).
b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 128 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 1.040 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 912 titik/ 87,69 %).

B. KONDISI TERKINI
1. Prov. Riau
• Patroli udara Dalkarhutla di Provinsi Riau menggunakan Helikopter Bell 412.

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 2 Maret 2017 seluas 842,430 Ha, terdiri dari :
• Prov. Sumut : 14,5 Ha
• Prov. Riau : 139,72 Ha
• Prov. Jambi : 16,5 Ha
• Prov. Sumsel : 9,56 Ha*
•Prov. Kalbar : 222,816 Ha*
•Prov. Kalteng :60,620 Ha*
• Prov. Kalsel : 4,0 Ha
• Prov. Kaltim : 4,5 Ha
• Prov. Kaltara : -
• Prov. Papua : -
• Prov. Sumbar : 2,0 Ha
• Prov. Sulsel : 2,75 Ha
• Prov. Sulut : 0,5 Ha
•Prov. Sultra : 364,964 Ha*

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)
1. Prov. Sumatera Utara
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
2. Prov. Riau
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 31,10 (Baik)
3. Prov. Jambi
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM 10 : 0 (Baik)
4. Prov. Sumatera Selatan
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 3,91 (Baik)
5. Prov. Kalimantan Barat
• Tidak ada indikasi Asap
• ISPU dengan standard PM10 : 33,28 (Baik)
6. Prov. Kalimantan Tengah
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
7. Prov. Kalimantan Timur
• Tidak ada indikas asap.
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)

E. STATUS KEDARURATAN
• Provinsi Riau terhitung tanggal 24 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 96 hari ke depan (sampai tanggal 30 April 2017).
• Provinsi Sumatera Selatan terhitung tanggal 31 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 274 hari ke depan (sampai tanggal 31 Oktober 2017).

F. WATER BOMBING
• Prov. Riau; kegiatan Water Boombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 24 Februari 2017 dengan rincian : 5 Sorti dan 48.000 Liter air yang di jatuhkan di Kab. Pelalawan dan Kab. Siak.

G. HUJAN BUATAN/ TMC
• Sampai saat ini tanggal 2 Maret 2017 belum ada kegiatan TMC.

H. LAPORAN PATROLI TERPADU
• Sampai saat ini tanggal 2 Maret 2017 belum dilakukan kegiatan patroli terpadu dikarenakan masih dalam tahap persiapan. Namun dilakukan patroli mandiri yang dilakukan oleh Manggala Agni, TNI dan POLRI.

I. REKAPITULASI PESAWAT
• Kementerian LHK telah menempatkan Satu Unit Helycopter Bell 412 di Provinsi Riau sejak tanggal 18 Januari 2017 hingga hari ini tanggal 2 Maret 2017 yang telah digunakan untuk patroli pengamanan kawasan hutan dan water boombing.
• Hari ini, Rabu tanggal 2 Maret 2017 belum ada laporan dari lapangan.

J. MONITORING UDARA DAN CUACA
1. Cuaca :
Medan : Visibilitas 8,0 km, Berawan
Pekanbaru : Visibilitas ≥10 km, Guntur disekitarnya
Jambi : Visibilitas 8,0 km, Cerah Berawan
Palembang : Visibilitas 8,0 km, Guntur disekitarnya
Pontianak: Visibilitas 8,0 km, Berawan
Palangkaraya: Visibilitas - km, -
Banjarmasin: Visibilitas 9,0 km, Berawan
Samarinda : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan
Tanjung Selor : Visibilitas 8,0 km, Berawan
Jayapura : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

DEMIKIAN LAPORAN KAMI
Penanggung jawab Harian Posko : Direktur PKHL
cc.
-bu Dirjen PPi
-Kapusdatin
-karo Humas

Senin, 27 Februari 2017


Yth. Ibu Menteri, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Senin Tanggal 27 Februari 2017 per jam 20.00  WIB Sbb :

A. DATA HOTSPOT
1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB :

Berita Terkait

Informasi Lainnya

Statistik Website

Membuat script counter dengan Gambar

Pengunjung Hari Ini (Visitor today)
Kemarin (Yesterday)
Total Pengunjung (Visit)

Galeri Foto dan Video