Ringkasan Laporan Patroli Mandiri Harian dan Groundchek

admin 14:23:59 Lingkungan Hidup dan Kehutanan
img

Perkembangan Laporan Patroli Mandiri Harian dan Groundcheck Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Tujuh Provinsi

Minggu, 19 November 2017

Yth. Ibu Menteri LHK, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Minggu Tanggal 19 November 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

 

A. DATA HOTSPOT

1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 0.

Total hotspot 1 Januari 2017 – 19 November 2017 : 2.550

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level  ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 3 dengan rincian ;

.Prov. Sulsel : 3 (Kab. Luwu Timur), hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck.

Total hotspot 1 Januari 2017 –  19 November 2017 : 2.341

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 0.

Total hotspot 1 Januari 2017 – 19 November 2017 : 2.730

4. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level 30 - ≤ 79 % per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 0.

5. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≤ 29% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 0.

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017

(tanggal 1 Januari –  19 November 2017) berdasarkan :

a. Satelit NOAA : 2.550 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.780 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.230 titik / 32,53 %).

b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 2.341 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.775 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.434 titik / 37,98 %).

 

B. KEGIATAN AKSI LAPANGAN DI PROVINSI RAWAN KEBAKARAN

1. Prov. Sumut :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Labuhanbatu, Sibolangit dan Pematangsiantar.  

2. Prov. Riau :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Pekanbaru, Daops Rengat, Daops Siak dan Daops Dumai.

3. Prov. Jambi : 

•             Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Simpang Berbak, Kota Jambi, Sarolangun, Muara Bulian, Bukit Tempurung dan Muara Tebo.

4. Prov. Sumsel :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Banyuasin, Musi Banyuasin, Lahat dan OKI.

5. Prov. Kalbar :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Pontianak, Daops Singkawang, Daops Sintang, Daops Semitau dan Daops Ketapang.

6. Prov. Kalteng : 

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Palangkaraya, Daops Kapuas, Daops Muara Teweh, Daops Pangkalan Bun dan Daops Katingan Sebangau.

7. Prov. Kalsel

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Banjar, Tanah Bumbu dan Tanah Laut.

8. Prov. Kaltim 

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Sangkima Kutai dan Daops Paser.

 

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN

Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 19 November 2017 seluas 10.877,99 Ha, terdiri dari :

•             Prov. Sumut       : 1.440,93 Ha

•             Prov. Riau            : 1.109,36 Ha

•             Prov. Jambi         : 305,13 Ha

•             Prov. Sumsel      : 2.598,90 Ha

•             Prov. Kalbar        : 761,33 Ha

•             Prov. Kalteng     : 729,38 Ha

•             Prov. Kalsel         : 1.071,90 Ha

•             Prov. Kaltim        : 173,77 Ha

•             Prov. Kep. Riau  : 55,10 Ha

•             Prov. Sulsel         : 29,75 Ha

•             Prov. Sulut          : 10,33 Ha

•             Prov. Sultra         : 1.436,00 Ha

•             Prov. Papua        : -

•             Prov. Kaltara       : -

•             Prov. Aceh          : 797,00

•             Prov. Sumbar     : 5,33 Ha

•             Prov. Lampung  : 4,00 Ha

•             Prov. Sulbar      : 20,00 Ha

•             Prov. NTB            : 103,00 Ha

•             Prov. NTT            : 159,83 Ha

•             Prov. Jatim          : 16,00 Ha

•             Prov. Maluku     : 41,00 Ha

•             Prov. Bali              : 3,50 Ha

•             Prov. Jabar          : 6,44 Ha

 

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)

•             Pada tanggal 19 November 2017 tidak terdeteksi adanya asap kebakaran hutan/lahan untuk kualitas udara baik dengan nilai PM10 (22,00 – 29,78 μg/m³).

 

E. STATUS KEDARURATAN

•             Sampai saat ini sudah  7 (tujuh) Provinsi yang telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan yaitu :

.Prov. Sumsel : 31 Januari 2017 – 31 Oktober 2017 (Status siaga darurat telah selesai)

.Prov. Riau : 1 Mei 2017 – 30 November 2017

.Prov. Jambi : 24 Juli 2017 – 31 Oktober 2017 (Status siaga darurat telah selesai)

.Prov. Kalsel : 15 Juni 2017 – 30 November 2017

.Prov. Kalbar : 1 Juni 2017 – 31 Oktober 2017 (Status siaga darurat telah selesai)

.Prov. Aceh : 10 Juli 2017 – 30 September 2017 (Status siaga darurat telah selesai)

.Prov. Kalteng : 1 Agustus 2017 – 14 Oktober 2017 (Status siaga darurat telah selesai)

 

F. REKAPITULASI PESAWAT

 Total pesawat yang terlibat dalam status siaga darurat sampai tanggal 19 November 2017 sbb;

-Heli Kementerian LHK 1 Unit Bell 412

 

G. WATER BOMBING

Total air yang sudah di jatuhkan sejak Siaga Darurat (Februari - November 2017 ) sebanyak 84.722.600 liter air, yaitu masing-masing sbb;

 1. Prov. Riau

•             Helikopter KLHK dan BNPB : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 4 November 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebanyak 45.585.300 Liter di Kab. Rokan Hilir, Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Bengkalis, Kuansing, Meranti, Pelalawan dan Kampar.

2. Prov. Kalbar

•             Helikopter KLHK : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 2 Juni – 23 September 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebanyak 865.800 Liter air di Kab. Kubu Raya dan Sanggau.

3. Prov. Sumsel

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 8 Juni – 4 November 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebayak 23.939.000 Liter air di Kab. OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Pali, Muara Enim dan OKU.

4. Prov. Aceh

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebayak 88.000 Liter air di Kab. Aceh Barat.

5. Prov. Jambi

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2017 – 30 Oktober 2017 dengan rincian : total air yang dijatuhkan sebayak 8.910.500 Liter air di Kab. Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo, Muaro Jambi, Batanghari, Sarolangun dan Bungo.

6. Prov. Kalsel

•             Helikopter KLHK : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2017 dengan rincian : total air yang dijatuhkan sebayak 18.000 Liter air di Kab. Hulu Sungai Selatan.

7. Prov. Kalteng

•             Helikopter BNPB : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 19 – 25 Oktober 2017 dengan rincian : total air yang dijatuhkan sebayak 5.316.000 Liter air di Kota Palangkaraya, Kab. Kapuas dan Pulang Pisau.

 

H. HUJAN BUATAN/ TMC

Total semai garam yang sudah di taburkan sejak Siaga Darurat (Februari - November 2017 ) sebanyak 193,44 ton, yaitu masing-masing sbb;

•             Prov. Riau : Dari tanggal 5 Juli – 4 November 2017 telah di semai garam sebanyak 60,80 Ton garam di wilayah Kab. Siak, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, Inhul dan Rohil.

•             Prov. Sumsel : Dari tanggal 8 Juni – 4 November 2017 2017 telah dilakukan telah di semai garam sebanyak 126,24 Ton garam di wilayah Kab. Banyuasin, MUBA, OKI, Ogan Ilir, PALI, Muara Enim, OKU Timur dan Kota Palembang.

•             Prov. Kalteng : Tanggal 2 - 25 Oktober 2017 telah dilakukan telah di semai garam sebanyak 5,6 Ton garam di wilayah Kab. Kapuas, Kotawaringin Timur dan Barito Utara.

•             Prov. Kalsel : Tanggal 3 Oktober 2017 telah dilakukan telah di semai garam sebanyak 0,8 Ton garam di wilayah Kota Banjarmasin dan Barito Kuala.

 

I. LAPORAN PATROLI TERPADU

•             Periode 1 (11 Mei-9 Juni) : Riau (65 Posko desa) dengan jangkauan 189 desa rawan, Sumsel (50 Posko desa) dengan jangkauan 447 desa rawan, Total jangkauan: 636 desa rawan.

•             Periode 2 (18 Juli-16 Agustus) : Riau (65 Posko desa) dengan jangkauan 189 desa rawan, Sumsel (50 Posko desa) dengan jangkauan 447 desa rawan, Kalbar (60 Posko desa) dengan jangkauan 167 desa rawan, Total jangkauan: 803 desa rawan.

•             Periode 3 (15 Agustus – 19 November) : Sumut (15 Posko desa) dengan jangkauan 45 desa rawan, Riau (65 Posko desa) dengan jangkauan 189 desa rawan, Jambi (20 Posko desa) dengan jangkauan 88 desa rawan, Sumsel (50 Posko desa) dengan jangkauan 447 desa rawan, Kalbar (60 Posko desa) dengan jangkauan 167 desa rawan, Kalteng (55 Posko desa) dengan jangkauan 110 desa rawan, Kalsel (20 Posko desa) dengan jangkauan 67 desa rawan, Kaltim (15 Posko desa) dengan jangkauan 90 desa rawan.

•             Total jangkauan keseluruhan : 1.203 desa rawan.

 

J.   MONITORING UDARA DAN CUACA

•             Medan : Visibilitas ≥10 km, Berawan

•             Pekanbaru : Visibilitas 8,0 km, Berawan

•             Jambi : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

•             Palembang : Visibilitas ≥10 km, Berawan

•             Pontianak: Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

•             Palangkaraya: Visibilitas ≥10 km, Berawan

•             Banjarmasin: Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

•             Samarinda : Visibilitas 7,0 km, Guntur Disekitarnya

•             Tanjung Selor : Visibilitas ≥10 km, Berawan

•             Jayapura : Visibilitas - km, 9,0 km, Berawan

 

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

 

DEMIKIAN LAPORAN KAMI

Penanggung jawab Harian Posko  :

Direktur PKHL

 

Sabtu, 18 November 2017

Yth. Ibu Menteri LHK, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Sabtu Tanggal 18 November 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

 

A. DATA HOTSPOT

1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 1 dengan rincian ;

.Prov. Sultra : 1 (Kab. Konawe Utara)

hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck.

Total hotspot 1 Januari 2017 – 18 November 2017 : 2.549

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level  ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 0

Total hotspot 1 Januari 2017 –  18 November 2017 : 2.328

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 0

Total hotspot 1 Januari 2017 – 18 November 2017 : 2.725

4. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level 30 - ≤ 79 % per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 13 dengan rincian ;

.Prov. NTB : 3 (Kab. Sumbawa, Bima)

.Prov. Jatim : 6 (Kab. Kediri, Lumajang, Gresik, Sidoarjo, Malang)

.Prov. Kaltim : 3 (Kota Bontang, Kab. Berau)

.Prov. Sulsel : 1 (Kota Palopo)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck.

5. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≤ 29% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 2 dengan rincian ;

.Prov. NTB : 1 (Kab. Bima)

.Prov. Kaltim : 1 (Kota. Bontang)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck.

[20:33, 11/18/2017] Pak Suhaeri: Data peta sebaran hotspot satelite lapan tidak ada data

[20:33, 11/18/2017] Pak Suhaeri: Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017

(tanggal 1 Januari –  18 November 2017) berdasarkan :

a. Satelit NOAA : 2.550 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.777 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.227 titik / 32,48 %).

b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 2.338 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.767 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.429 titik / 37,93 %).

 

B. KEGIATAN AKSI LAPANGAN DI PROVINSI RAWAN KEBAKARAN

1. Prov. Sumut :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Labuhanbatu, Sibolangit dan Pematangsiantar.  

2. Prov. Riau :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Pekanbaru, Daops Rengat, Daops Siak dan Daops Dumai.

3. Prov. Jambi : 

•             Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Simpang Berbak, Kota Jambi, Sarolangun, Muara Bulian, Bukit Tempurung dan Muara Tebo.

4. Prov. Sumsel :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Banyuasin, Musi Banyuasin, Lahat dan OKI.

5. Prov. Kalbar :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Pontianak, Daops Singkawang, Daops Sintang, Daops Semitau dan Daops Ketapang.

6. Prov. Kalteng : 

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Palangkaraya, Daops Kapuas, Daops Muara Teweh, Daops Pangkalan Bun dan Daops Katingan Sebangau.

7. Prov. Kalsel

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Banjar, Tanah Bumbu dan Tanah Laut.

8. Prov. Kaltim 

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Sangkima Kutai dan Daops Paser.

 

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN

Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 18 November 2017 seluas 10.877,99 Ha, terdiri dari :

•             Prov. Sumut       : 1.440,93 Ha

•             Prov. Riau            : 1.109,36 Ha

•             Prov. Jambi         : 305,13 Ha

•             Prov. Sumsel      : 2.598,90 Ha

•             Prov. Kalbar        : 761,33 Ha

•             Prov. Kalteng     : 729,38 Ha

•             Prov. Kalsel         : 1.071,90 Ha

•             Prov. Kaltim        : 173,77 Ha

•             Prov. Kep. Riau  : 55,10 Ha

•             Prov. Sulsel         : 29,75 Ha

•             Prov. Sulut          : 10,33 Ha

•             Prov. Sultra         : 1.436,00 Ha

•             Prov. Papua        : -

•             Prov. Kaltara       : -

•             Prov. Aceh          : 797,00

•             Prov. Sumbar     : 5,33 Ha

•             Prov. Lampung  : 4,00 Ha

•             Prov. Sulbar      : 20,00 Ha

•             Prov. NTB            : 103,00 Ha

•             Prov. NTT            : 159,83 Ha

•             Prov. Jatim          : 16,00 Ha

•             Prov. Maluku     : 41,00 Ha

•             Prov. Bali              : 3,50 Ha

•             Prov. Jabar          : 6,44 Ha

 

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)

•             Pada tanggal 18 November 2017 tidak terdeteksi adanya asap kebakaran hutan/lahan untuk kualitas udara baik dengan nilai PM10 (8,37 – 11,90 μg/m³).

 

E. STATUS KEDARURATAN

•             Sampai saat ini sudah  7 (tujuh) Provinsi yang telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan yaitu :

.Prov. Sumsel : 31 Januari 2017 – 31 Oktober 2017 (Status siaga darurat telah selesai)

.Prov. Riau : 1 Mei 2017 – 30 November 2017

.Prov. Jambi : 24 Juli 2017 – 31 Oktober 2017 (Status siaga darurat telah selesai)

.Prov. Kalsel : 15 Juni 2017 – 30 November 2017

.Prov. Kalbar : 1 Juni 2017 – 31 Oktober 2017 (Status siaga darurat telah selesai)

.Prov. Aceh : 10 Juli 2017 – 30 September 2017 (Status siaga darurat telah selesai)

.Prov. Kalteng : 1 Agustus 2017 – 14 Oktober 2017 (Status siaga darurat telah selesai)

 

F. REKAPITULASI PESAWAT

 Total pesawat yang terlibat dalam status siaga darurat sampai tanggal 18 November 2017 sbb;

-Heli Kementerian LHK 1 Unit Bell 412

 

G. WATER BOMBING

Total air yang sudah di jatuhkan sejak Siaga Darurat (Februari - November 2017 ) sebanyak 84.722.600 liter air, yaitu masing-masing sbb;

 1. Prov. Riau

•             Helikopter KLHK dan BNPB : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 4 November 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebanyak 45.585.300 Liter di Kab. Rokan Hilir, Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Bengkalis, Kuansing, Meranti, Pelalawan dan Kampar.

2. Prov. Kalbar

•             Helikopter KLHK : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 2 Juni – 23 September 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebanyak 865.800 Liter air di Kab. Kubu Raya dan Sanggau.

3. Prov. Sumsel

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 8 Juni – 4 November 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebayak 23.939.000 Liter air di Kab. OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Pali, Muara Enim dan OKU.

4. Prov. Aceh

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebayak 88.000 Liter air di Kab. Aceh Barat.

5. Prov. Jambi

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2017 – 30 Oktober 2017 dengan rincian : total air yang dijatuhkan sebayak 8.910.500 Liter air di Kab. Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo, Muaro Jambi, Batanghari, Sarolangun dan Bungo.

6. Prov. Kalsel

•             Helikopter KLHK : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2017 dengan rincian : total air yang dijatuhkan sebayak 18.000 Liter air di Kab. Hulu Sungai Selatan.

7. Prov. Kalteng

•             Helikopter BNPB : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 19 – 25 Oktober 2017 dengan rincian : total air yang dijatuhkan sebayak 5.316.000 Liter air di Kota Palangkaraya, Kab. Kapuas dan Pulang Pisau.

 

H. HUJAN BUATAN/ TMC

Total semai garam yang sudah di taburkan sejak Siaga Darurat (Februari - November 2017 ) sebanyak 193,44 ton, yaitu masing-masing sbb;

•             Prov. Riau : Dari tanggal 5 Juli – 4 November 2017 telah di semai garam sebanyak 60,80 Ton garam di wilayah Kab. Siak, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, Inhul dan Rohil.

•             Prov. Sumsel : Dari tanggal 8 Juni – 4 November 2017 2017 telah dilakukan telah di semai garam sebanyak 126,24 Ton garam di wilayah Kab. Banyuasin, MUBA, OKI, Ogan Ilir, PALI, Muara Enim, OKU Timur dan Kota Palembang.

•             Prov. Kalteng : Tanggal 2 - 25 Oktober 2017 telah dilakukan telah di semai garam sebanyak 5,6 Ton garam di wilayah Kab. Kapuas, Kotawaringin Timur dan Barito Utara.

•             Prov. Kalsel : Tanggal 3 Oktober 2017 telah dilakukan telah di semai garam sebanyak 0,8 Ton garam di wilayah Kota Banjarmasin dan Barito Kuala.

 

I. LAPORAN PATROLI TERPADU

•             Periode 1 (11 Mei-9 Juni) : Riau (65 Posko desa) dengan jangkauan 189 desa rawan, Sumsel (50 Posko desa) dengan jangkauan 447 desa rawan, Total jangkauan: 636 desa rawan.

•             Periode 2 (18 Juli-16 Agustus) : Riau (65 Posko desa) dengan jangkauan 189 desa rawan, Sumsel (50 Posko desa) dengan jangkauan 447 desa rawan, Kalbar (60 Posko desa) dengan jangkauan 167 desa rawan, Total jangkauan: 803 desa rawan.

•             Periode 3 (15 Agustus – 18 November) : Sumut (15 Posko desa) dengan jangkauan 45 desa rawan, Riau (65 Posko desa) dengan jangkauan 189 desa rawan, Jambi (20 Posko desa) dengan jangkauan 88 desa rawan, Sumsel (50 Posko desa) dengan jangkauan 447 desa rawan, Kalbar (60 Posko desa) dengan jangkauan 167 desa rawan, Kalteng (55 Posko desa) dengan jangkauan 110 desa rawan, Kalsel (20 Posko desa) dengan jangkauan 67 desa rawan, Kaltim (15 Posko desa) dengan jangkauan 90 desa rawan.

•             Total jangkauan keseluruhan : 1.203 desa rawan.

 

J.   MONITORING UDARA DAN CUACA

•             Medan : Visibilitas ≥10 km, Berawan

•             Pekanbaru : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

•             Jambi : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

•             Palembang : Visibilitas 4,0 km, Halimun

•             Pontianak: Visibilitas ≥10 km, Berawan

•             Palangkaraya: Visibilitas 7,0 km, Hujan ringan

•             Banjarmasin: Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

•             Samarinda : Visibilitas 8,0 km, Cerah Berawan

•             Tanjung Selor : Visibilitas 9,0 km, Berawan

•             Jayapura : Visibilitas - km, ≥10 km, Cerah Berawan

 

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

 

DEMIKIAN LAPORAN KAMI

Penanggung jawab Harian Posko  :

Direktur PKHL

 

 

Kamis, 16 November 2017

Yth. Ibu Menteri LHK, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Kamis Tanggal 16 November 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

 

A. DATA HOTSPOT

1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 1 dengan rincian ;

.Prov. Sulsel : 1 (Kab. Luwu Timur), hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck.

Total hotspot 1 Januari 2017 – 16 November 2017 : 2.546

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level  ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 0.

Total hotspot 1 Januari 2017 –  16 November 2017 : 2.326

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 0.

Total hotspot 1 Januari 2017 – 16 November 2017 : 2.724

4. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level 30 - ≤ 79 % per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 6 dengan rincian ;

.Prov. Riau : 1 (Kab. Bengkalis)

.Prov. Jambi : 2 (Kab. Tanjab Barat, Tanjab Timur)

.Prov. Kalbar : 1 (Kab. Ketapang)

.Prov. Bengkulu : 1 (Kab. Bengkulu Tengah)

.Prov. Maluku Utara : 1 (Kab. Halmahera Barat)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck.

5. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≤ 29% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 4 dengan rincian ;

.Prov. Riau : 1 (Kab. Pelalawan)

.Prov. Sumsel : 2 (Kab. Lubuk Linggau, Lahat)

.Prov. Kalbar : 1 (Kab. Ketapang)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017

(tanggal 1 Januari –  16 November 2017) berdasarkan :

a. Satelit NOAA : 2.546 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.775 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.229 titik / 32,55 %).

b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 2.326 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.764 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.438 titik / 38,20 %).

 

B. KEGIATAN AKSI LAPANGAN DI PROVINSI RAWAN KEBAKARAN

1. Prov. Sumut :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Labuhanbatu, Sibolangit dan Pematangsiantar.  

2. Prov. Riau :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Pekanbaru, Daops Rengat, Daops Siak dan Daops Dumai.

3. Prov. Jambi : 

•             Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Simpang Berbak, Kota Jambi, Sarolangun, Muara Bulian, Bukit Tempurung dan Muara Tebo.

•             Pemadaman Darat di wilayah kerja Daops Bukit Tempurung. Lokasi : Desa Koto Kandis Kec. Dendang Kab. Tanjung Jabung Timur. Tikor S 01.21670 E 103.01819. Luas terbakar 0,25 Ha. Status lahan : Areal Penggunaan Lain. Tipe tanah   : gambut. Pelaksana               Manggala Agni, TNI, POLRI, MPA dan RPK PT. ATGA. Api berhasil dipadamkan.

4. Prov. Sumsel :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Banyuasin, Musi Banyuasin, Lahat dan OKI.

5. Prov. Kalbar :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Pontianak, Daops Singkawang, Daops Sintang, Daops Semitau dan Daops Ketapang.

6. Prov. Kalteng : 

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Palangkaraya, Daops Kapuas, Daops Muara Teweh, Daops Pangkalan Bun dan Daops Katingan Sebangau.

7. Prov. Kalsel

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Banjar, Tanah Bumbu dan Tanah Laut.

8. Prov. Kaltim 

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Sangkima Kutai dan Daops Paser.

 

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN

Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 16 November 2017 seluas 10.877,74 Ha, terdiri dari :

•             Prov. Sumut       : 1.440,93 Ha

•             Prov. Riau            : 1.109,36 Ha

•             Prov. Jambi         : 304,88 Ha

•             Prov. Sumsel      : 2.598,90 Ha

•             Prov. Kalbar        : 761,33 Ha

•             Prov. Kalteng     : 729,38 Ha

•             Prov. Kalsel         : 1.071,90 Ha

•             Prov. Kaltim        : 173,77 Ha

•             Prov. Kep. Riau  : 55,10 Ha

•             Prov. Sulsel         : 29,75 Ha

•             Prov. Sulut          : 10,33 Ha

•             Prov. Sultra         : 1.436,00 Ha

•             Prov. Papua        : -

•             Prov. Kaltara       : -

•             Prov. Aceh          : 797,00

•             Prov. Sumbar     : 5,33 Ha

•             Prov. Lampung  : 4,00 Ha

•             Prov. Sulbar      : 20,00 Ha

•             Prov. NTB            : 103,00 Ha

•             Prov. NTT            : 159,83 Ha

•             Prov. Jatim          : 16,00 Ha

•             Prov. Maluku     : 41,00 Ha

•             Prov. Bali              : 3,50 Ha

•             Prov. Jabar          : 6,44 Ha

 

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)

•             Pada tanggal 16 November 2017 tidak terdeteksi adanya asap kebakaran hutan/lahan untuk kualitas udara baik dengan nilai PM10 (4,08 – 12,92 μg/m³).

 

E. STATUS KEDARURATAN

•             Sampai saat ini sudah  7 (tujuh) Provinsi yang telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan yaitu :

.Prov. Sumsel : 31 Januari 2017 – 31 Oktober 2017 (Status siaga darurat telah selesai)

.Prov. Riau : 1 Mei 2017 – 30 November 2017

.Prov. Jambi : 24 Juli 2017 – 31 Oktober 2017 (Status siaga darurat telah selesai)

.Prov. Kalsel : 15 Juni 2017 – 30 November 2017

.Prov. Kalbar : 1 Juni 2017 – 31 Oktober 2017 (Status siaga darurat telah selesai)

.Prov. Aceh : 10 Juli 2017 – 30 September 2017 (Status siaga darurat telah selesai)

.Prov. Kalteng : 1 Agustus 2017 – 14 Oktober 2017 (Status siaga darurat telah selesai)

 

F. REKAPITULASI PESAWAT

 Total pesawat yang terlibat dalam status siaga darurat sampai tanggal 16 November 2017 sbb;

-Heli Kementerian LHK 2 unit Bell 412

 

G. WATER BOMBING

Total air yang sudah di jatuhkan sejak Siaga Darurat (Februari - November 2017 ) sebanyak 84.722.600 liter air, yaitu masing-masing sbb;

 1. Prov. Riau

•             Helikopter KLHK dan BNPB : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 4 November 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebanyak 45.585.300 Liter di Kab. Rokan Hilir, Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Bengkalis, Kuansing, Meranti, Pelalawan dan Kampar.

2. Prov. Kalbar

•             Helikopter KLHK : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 2 Juni – 23 September 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebanyak 865.800 Liter air di Kab. Kubu Raya dan Sanggau.

3. Prov. Sumsel

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 8 Juni – 4 November 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebayak 23.939.000 Liter air di Kab. OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Pali, Muara Enim dan OKU.

4. Prov. Aceh

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebayak 88.000 Liter air di Kab. Aceh Barat.

5. Prov. Jambi

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2017 – 30 Oktober 2017 dengan rincian : total air yang dijatuhkan sebayak 8.910.500 Liter air di Kab. Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo, Muaro Jambi, Batanghari, Sarolangun dan Bungo.

6. Prov. Kalsel

•             Helikopter KLHK : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2017 dengan rincian : total air yang dijatuhkan sebayak 18.000 Liter air di Kab. Hulu Sungai Selatan.

7. Prov. Kalteng

•             Helikopter BNPB : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 19 – 25 Oktober 2017 dengan rincian : total air yang dijatuhkan sebayak 5.316.000 Liter air di Kota Palangkaraya, Kab. Kapuas dan Pulang Pisau.

 

H. HUJAN BUATAN/ TMC

Total semai garam yang sudah di taburkan sejak Siaga Darurat (Februari - November 2017 ) sebanyak 193,44 ton, yaitu masing-masing sbb;

•             Prov. Riau : Dari tanggal 5 Juli – 4 November 2017 telah di semai garam sebanyak 60,80 Ton garam di wilayah Kab. Siak, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, Inhul dan Rohil.

•             Prov. Sumsel : Dari tanggal 8 Juni – 4 November 2017 2017 telah dilakukan telah di semai garam sebanyak 126,24 Ton garam di wilayah Kab. Banyuasin, MUBA, OKI, Ogan Ilir, PALI, Muara Enim, OKU Timur dan Kota Palembang.

•             Prov. Kalteng : Tanggal 2 - 25 Oktober 2017 telah dilakukan telah di semai garam sebanyak 5,6 Ton garam di wilayah Kab. Kapuas, Kotawaringin Timur dan Barito Utara.

•             Prov. Kalsel : Tanggal 3 Oktober 2017 telah dilakukan telah di semai garam sebanyak 0,8 Ton garam di wilayah Kota Banjarmasin dan Barito Kuala.

 

I. LAPORAN PATROLI TERPADU

•             Periode 1 (11 Mei-9 Juni) : Riau (65 Posko desa) dengan jangkauan 189 desa rawan, Sumsel (50 Posko desa) dengan jangkauan 447 desa rawan, Total jangkauan: 636 desa rawan.

•             Periode 2 (18 Juli-16 Agustus) : Riau (65 Posko desa) dengan jangkauan 189 desa rawan, Sumsel (50 Posko desa) dengan jangkauan 447 desa rawan, Kalbar (60 Posko desa) dengan jangkauan 167 desa rawan, Total jangkauan: 803 desa rawan.

•             Periode 3 (15 Agustus – 16 November) : Sumut (15 Posko desa) dengan jangkauan 45 desa rawan, Riau (65 Posko desa) dengan jangkauan 189 desa rawan, Jambi (20 Posko desa) dengan jangkauan 88 desa rawan, Sumsel (50 Posko desa) dengan jangkauan 447 desa rawan, Kalbar (60 Posko desa) dengan jangkauan 167 desa rawan, Kalteng (55 Posko desa) dengan jangkauan 110 desa rawan, Kalsel (20 Posko desa) dengan jangkauan 67 desa rawan, Kaltim (15 Posko desa) dengan jangkauan 90 desa rawan.

•             Total jangkauan keseluruhan : 1.203 desa rawan.

 

J.   MONITORING UDARA DAN CUACA

•             Medan : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

•             Pekanbaru : Visibilitas ≥10 km, Berawan

•             Jambi : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

•             Palembang : Visibilitas ≥10 km, Berawan

•             Pontianak: Visibilitas 7,0 km, Berawan

•             Palangkaraya: Visibilitas 8,0 km, Berawan

•             Banjarmasin: Visibilitas ≥10 km, Berawan

•             Samarinda : Visibilitas 8,0 km, Cerah Berawan

•             Tanjung Selor : Visibilitas 8,0 km, Berawan

•             Jayapura : Visibilitas - km, ≥10 km, Cerah Berawan

 

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

 

DEMIKIAN LAPORAN KAMI

Penanggung jawab Harian Posko  :

Direktur PKHL

Senin, 13 November 2017

Yth. Ibu Menteri LHK, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Senin Tanggal 13 November 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

 

A. DATA HOTSPOT

1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 0.

Total hotspot 1 Januari 2017 – 13 November 2017 : 2.544

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level  ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 3 dengan rincian :

.Prov. Sulsel : 3 (Kab. Luwu Timur), hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

Total hotspot 1 Januari 2017 –  13 November 2017 : 2.320

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 3 dengan rincian

.Prov. Sulsel : 3 (Kab. Luwu Timur), hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck

Total hotspot 1 Januari 2017 – 13 November 2017 : 2.722

4. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level 30 - ≤ 79 % per jam 20.00 WIB seluruh Indonesia : 14 dengan rincian ;

.Prov. NTB : 2 (Kab. Bima)

.Prov. Sulteng : 2 (Kab. Morowali, Tolitoli)

.Prov. Sultra : 3 (Kab. Konawe Utara)

.Prov. Sulsel : 3 (Kab. Luwu Timur, Luwu Utara)

.Prov. Aceh : 1 (Kab. Lhoksumawe)

.Prov. NTT : 2 (Kab. Timor Tengah Selatan)

.Prov. Papua Barat : 1 (Kab. Manokwari)

Keterangan : Semua hotspot sudah diperintahkan untuk digroundcheck.

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017

(tanggal 1 Januari –  13 November 2017) berdasarkan :

a. Satelit NOAA : 2.544 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.773 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.229 titik / 32,57 %).

b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 2.320 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.758 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.438 titik / 38,26 %).

B. KEGIATAN AKSI LAPANGAN DI PROVINSI RAWAN KEBAKARAN

1. Prov. Sumut :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Labuhanbatu, Sibolangit dan Pematangsiantar.  

2. Prov. Riau :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Pekanbaru, Daops Rengat, Daops Siak dan Daops Dumai.

3. Prov. Jambi : 

•             Patroli mandiri dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Simpang Berbak, Kota Jambi, Sarolangun, Muara Bulian, Bukit Tempurung dan Muara Tebo.

4. Prov. Sumsel :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Banyuasin, Musi Banyuasin, Lahat dan OKI.

5. Prov. Kalbar :

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla Daops Pontianak, Daops Singkawang, Daops Sintang, Daops Semitau dan Daops Ketapang.

6. Prov. Kalteng : 

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Palangkaraya, Daops Kapuas, Daops Muara Teweh, Daops Pangkalan Bun dan Daops Katingan Sebangau.

7. Prov. Kalsel

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Banjar, Tanah Bumbu dan Tanah Laut.

8. Prov. Kaltim 

•             Patroli terpadu dan sosialisasi di lokasi rawan karhutla di wilayah kerja Daops Sangkima Kutai dan Daops Paser.

 

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN

Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 13 November 2017 seluas 10.864,49 Ha, terdiri dari :

•             Prov. Sumut       : 1.440,93 Ha

•             Prov. Riau            : 1.109,36 Ha

•             Prov. Jambi         : 291,63 Ha

•             Prov. Sumsel      : 2.598,90 Ha

•             Prov. Kalbar        : 761,33 Ha

•             Prov. Kalteng     : 729,38 Ha

•             Prov. Kalsel         : 1.071,90 Ha

•             Prov. Kaltim        : 173,77 Ha

•             Prov. Kep. Riau  : 55,10 Ha

•             Prov. Sulsel         : 29,75 Ha

•             Prov. Sulut          : 10,33 Ha

•             Prov. Sultra         : 1.436,00 Ha

•             Prov. Papua        : -

•             Prov. Kaltara       : -

•             Prov. Aceh          : 797,00

•             Prov. Sumbar     : 5,33 Ha

•             Prov. Lampung  : 4,00 Ha

•             Prov. Sulbar      : 20,00 Ha

•             Prov. NTB            : 103,00 Ha

•             Prov. NTT            : 159,83 Ha

•             Prov. Jatim          : 16,00 Ha

•             Prov. Maluku     : 41,00 Ha

•             Prov. Bali              : 3,50 Ha

•             Prov. Jabar          : 6,44 Ha

 

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)

•             Pada tanggal 13 November 2017 tidak terdeteksi adanya asap kebakaran hutan/lahan untuk kualitas udara baik dengan nilai PM10 (0,36 – 17,97 μg/m³).

 

E. STATUS KEDARURATAN

•             Sampai saat ini sudah  7 (tujuh) Provinsi yang telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan yaitu :

.Prov. Sumsel : 31 Januari 2017 – 31 Oktober 2017 (Status siaga darurat telah selesai)

.Prov. Riau : 1 Mei 2017 – 30 November 2017

.Prov. Jambi : 24 Juli 2017 – 31 Oktober 2017 (Status siaga darurat telah selesai)

.Prov. Kalsel : 15 Juni 2017 – 30 November 2017

.Prov. Kalbar : 1 Juni 2017 – 31 Oktober 2017 (Status siaga darurat telah selesai)

.Prov. Aceh : 10 Juli 2017 – 30 September 2017 (Status siaga darurat telah selesai)

.Prov. Kalteng : 1 Agustus 2017 – 14 Oktober 2017 (Status siaga darurat telah selesai)

 

F. REKAPITULASI PESAWAT

 Total pesawat yang terlibat dalam status siaga darurat sampai tanggal 13 November 2017 sbb;

-Heli Kementerian LHK 2 unit Bell 412

 

G. WATER BOMBING

Total air yang sudah di jatuhkan sejak Siaga Darurat (Februari - November 2017 ) sebanyak 84.722.600 liter air, yaitu masing-masing sbb;

 1. Prov. Riau

•             Helikopter KLHK dan BNPB : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 4 November 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebanyak 45.585.300 Liter di Kab. Rokan Hilir, Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Bengkalis, Kuansing, Meranti, Pelalawan dan Kampar.

2. Prov. Kalbar

•             Helikopter KLHK : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 2 Juni – 23 September 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebanyak 865.800 Liter air di Kab. Kubu Raya dan Sanggau.

3. Prov. Sumsel

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 8 Juni – 4 November 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebayak 23.939.000 Liter air di Kab. OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Pali, Muara Enim dan OKU.

4. Prov. Aceh

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2017 dengan rincian total air yang dijatuhkan sebayak 88.000 Liter air di Kab. Aceh Barat.

5. Prov. Jambi

•             Helikopter BPBD : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2017 – 30 Oktober 2017 dengan rincian : total air yang dijatuhkan sebayak 8.910.500 Liter air di Kab. Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo, Muaro Jambi, Batanghari, Sarolangun dan Bungo.

6. Prov. Kalsel

•             Helikopter KLHK : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2017 dengan rincian : total air yang dijatuhkan sebayak 18.000 Liter air di Kab. Hulu Sungai Selatan.

7. Prov. Kalteng

•             Helikopter BNPB : kegiatan Water Bombing dilaksanakan pada tanggal 19 – 25 Oktober 2017 dengan rincian : total air yang dijatuhkan sebayak 5.316.000 Liter air di Kota Palangkaraya, Kab. Kapuas dan Pulang Pisau.

 

H. HUJAN BUATAN/ TMC

Total semai garam yang sudah di taburkan sejak Siaga Darurat (Februari - November 2017 ) sebanyak 193,44 ton, yaitu masing-masing sbb;

•             Prov. Riau : Dari tanggal 5 Juli – 4 November 2017 telah di semai garam sebanyak 60,80 Ton garam di wilayah Kab. Siak, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, Inhul dan Rohil.

•             Prov. Sumsel : Dari tanggal 8 Juni – 4 November 2017 2017 telah dilakukan telah di semai garam sebanyak 126,24 Ton garam di wilayah Kab. Banyuasin, MUBA, OKI, Ogan Ilir, PALI, Muara Enim, OKU Timur dan Kota Palembang.

•             Prov. Kalteng : Tanggal 2 - 25 Oktober 2017 telah dilakukan telah di semai garam sebanyak 5,6 Ton garam di wilayah Kab. Kapuas, Kotawaringin Timur dan Barito Utara.

•             Prov. Kalsel : Tanggal 3 Oktober 2017 telah dilakukan telah di semai garam sebanyak 0,8 Ton garam di wilayah Kota Banjarmasin dan Barito Kuala.

 

I. LAPORAN PATROLI TERPADU

•             Periode 1 (11 Mei-9 Juni) : Riau (65 Posko desa) dengan jangkauan 189 desa rawan, Sumsel (50 Posko desa) dengan jangkauan 447 desa rawan, Total jangkauan: 636 desa rawan.

•             Periode 2 (18 Juli-16 Agustus) : Riau (65 Posko desa) dengan jangkauan 189 desa rawan, Sumsel (50 Posko desa) dengan jangkauan 447 desa rawan, Kalbar (60 Posko desa) dengan jangkauan 167 desa rawan, Total jangkauan: 803 desa rawan.

•             Periode 3 (15 Agustus – 13 November) : Sumut (15 Posko desa) dengan jangkauan 45 desa rawan, Riau (65 Posko desa) dengan jangkauan 189 desa rawan, Jambi (20 Posko desa) dengan jangkauan 88 desa rawan, Sumsel (50 Posko desa) dengan jangkaua

Berita Terkait

Informasi Lainnya

Statistik Website

Membuat script counter dengan Gambar

Pengunjung Hari Ini (Visitor today)
Kemarin (Yesterday)
Total Pengunjung (Visit)

Galeri Foto dan Video