Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK Tahun 2017

admin 10:49:03 Lingkungan Hidup dan Kehutanan
img

Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK 2017

  1. Laporan Posko Dalkarhutla 24 Januari 2017 Pagi
  2. Laporan Posko Dalkarhutla 23 Januari 2017 Malam
  3. Laporan Posko Dalkarhutla 23 Januari 2017 Pagi
  4. Laporan Posko Dalkarhutla 22 Januari 2017 Pagi
  5. Laporan Posko Dalkarhutla 21 Januari 2017 Malam
  6. Laporan Posko Dalkarhutla 21 Januari 2017 Pagi
  7. Laporan Posko Dalkarhutla 20 Januari 2017 Malam
  8. Laporan Posko Dalkarhutla 20 Januari 2017 Pagi
  9. Laporan Posko Dalkarhutla 19 Januari 2017 Malam
  10. Laporan Posko Dalkarhutla 19 Januari 2017 Pagi
  11. Laporan Posko Dalkarhutla 18 Januari 2017 Malam
  12. Laporan Posko Dalkarhutla 18 Januari 2017 Pagi
  13. Laporan Posko Dalkarhutla 17 Januari 2017 Malam
  14. Laporan Posko Dalkarhutla 17 Januari 2017 Pagi
  15. Laporan Posko Dalkarhutla 16 Januari 2017 Pagi
  16. Laporan Posko Dalkarhutla 16 Januari 2017 Malam
  17. Laporan Posko Dalkarhutla 15 Januari 2017 Pagi
  18. Laporan Posko Dalkarhutla 15 Januari 2017 Malam
  19. Laporan Posko Dalkarhutla 14 Januari 2017 Pagi
  20. Laporan Posko Dalkarhutla 14 Januari 2017 Malam
  21. Laporan Posko Dalkarhutla 13 Januari 2017 Malam
  22. Laporan Posko Dalkarhutla 13 Januari 2017 Pagi
  23. Laporan Posko Dalkarhutla 12 Januari 2017 Malam
  24. Laporan Posko Dalkarhutla 12 Januari 2017 Pagi
  25. Laporan Posko Dalkarhutla 11 Januari 2017 Malam
  26. Laporan Posko Dalkarhutla 11 Januari 2017 Pagi
  27. Laporan Posko Dalkarhutla 10 Januari 2017 Malam
  28. Laporan Posko Dalkarhutla 10 Januari 2017 Pagi
  29. Laporan Posko Dalkarhutla 09 Januari 2017 Malam
  30. Laporan Posko Dalkarhutla 09 Januari 2017 Pagi
  31. Laporan Posko Dalkarhutla 08 Januari 2017 Malam
  32. Laporan Posko Dalkarhutla 08 Januari 2017 Pagi
  33. Laporan Posko Dalkarhutla 07 Januari 2017 Malam
  34. Laporan Posko Dalkarhutla 07 Januari 2017 pagi
  35. Laporan Posko Dalkarhutla 06 Januari 2017 Malam
  36. Laporan Posko Dalkarhutla 04 Januari 2017 Pagi
  37. Laporan Posko Dalkarhutla 03 Januari 2017 Pagi
  38. Laporan Posko Dalkarhutla 03 Januari 2017 Malam
  39. Laporan Posko Dalkarhutla 02 Januari 2017 Pagi
  40. Laporan Posko Dalkarhutla 02 Januari 2017 Malam
  41. Laporan Posko Dalkarhutla 01 Januari 2017 Pagi
  42. Laporan Posko Dalkarhutla 01 Januari 2017 Malam

 

Minggu, 19 Februari 2017

Yth. Ibu Menteri, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Minggu Tanggal 19 Februari 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

A. DATA HOTSPOT
1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Jawa Timur ; 1 (Kab. Lamongan) Sudah di perintahkan untuk di groundchek
Seluruh Indonesia : 1

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Sulawesi Selatan : -
Seluruh Indonesia : 0

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Sulawesi Selatan : -
Seluruh Indonesia : 0

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017
(tanggal 1 Januari – 19 Februari 2017) berdasarkan :
a. Satelit NOAA : 161 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 254 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 93 titik / 36,61 %).
b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 104 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 881 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 777 titik/ 88,19 %).

B. KONDISI TERKINI
1. Prov. Riau
• Patroli udara Dalkarhutla di Provinsi Riau menggunakan Helikopter Bell 412
• Telah di lakukan pemadaman di jl.parit Sadak Kel. Bagan Keladi Kec. Dumai Barat Riau Titik Koordinat Pemadaman : N 01°39 46” E 101°23 35, estimasi Luas kebakaran± 2.ha Pemadaman akan dilanjutkan esok hari. saat kebakaran kondisi cuaca angin kencang. Vegetasi : Semak belukar , Serasah, Pohon Sawit.
2. Prov. Jambi
• Manggala agni daops bukit tempurung jambi mendapatkan informasi dari kapolsek mendahara ulu, telah terjadi kebakaran lahan sawit milik masyarakat di desa pematang rahim kec mendahara ulu kab tanjung jabung timur jambi, koordinat 01 14.180 ls 103 31.909 bt, manggala agni langsung melakukan pemadaman pukul 11.30 wib. bersama Polsek mendahara ulu 3 orang, Mpa desa mencolok dan Rpk PT. Wira Karya Sakti. Vegetasi yang terbakar kebun sawit milik masyarakat bernama Rizal, proses identifikasi dilakukan oleh polisi. (untuk luasan lahan yang terbakar menunggu informasi dari tim di lapangan)

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 19 Februari 2017 seluas 673,42 Ha, terdiri dari :
• Prov. Sumut : 14,5 Ha
• Prov. Riau : 66,62 Ha
• Prov. Jambi : 15,0 Ha
• Prov. Sumsel : 9,5 Ha
• Prov. Kalbar:151,966 Ha
• Prov. Kalteng:54,72 Ha
• Prov. Kalsel : 1,0 Ha
• Prov. Kaltim : -
• Prov. Kaltara : -
• Prov. Papua : -
• Prov. Sumbar : 2,0 Ha
• Prov. Sulsel : 2,75 Ha
•Prov. Sultra:364,964 Ha*

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)
1. Prov. Sumatera Utara
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
2. Prov. Riau
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 22,09 (Baik)
3. Prov. Jambi
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM 10 : 0 (Baik)
4. Prov. Sumatera Selatan
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
5. Prov. Kalimantan Barat
• Tidak ada indikasi Asap
• ISPU dengan standard PM10 : 11,73 (Baik)
6. Prov. Kalimantan Tengah
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
7. Prov. Kalimantan Timur
• Tidak ada indikas asap.
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)

E. STATUS KEDARURATAN
• Provinsi Riau terhitung tanggal 24 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 96 hari ke depan (sampai tanggal 30 April 2017).
• Provinsi Sumatera Selatan terhitung tanggal 31 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 274 hari ke depan (sampai tanggal 31 Oktober 2017).

F. WATER BOMBING
• Prov. Riau; kegiatan Water Boombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 15 Februari 2017 dengan rincian : 3 Sorti dan 28.800 Liter air yang di jatuhkan di Kab. Pelalawan.

G. HUJAN BUATAN/ TMC
• Sampai saat ini tanggal 19 Februari 2017 belum ada kegiatan TMC.

H. LAPORAN PATROLI TERPADU
• Sampai saat ini tanggal 19 Februari 2017 belum dilakukan kegiatan patroli terpadu dikarenakan masih dalam tahap persiapan. Namun dilakukan patroli mandiri yang dilakukan oleh Manggala Agni, TNI dan POLRI

I. REKAPITULASI PESAWAT
• Kementerian LHK telah menempatkan Satu Unit Helycopter Bell 412 di Provinsi Riau sejak tanggal 18 Januari 2017 hingga hari ini tanggal 19 Februari 2017 yang telah digunakan untuk patroli pengamanan kawasan hutan dan water boombing.
• Hari ini, Minggu tanggal 19 Februari 2017 tidak di lakukan patroli.

J. MONITORING UDARA DAN CUACA
1. Cuaca :
Medan : Visibilitas 9,0 km, Cerah Berawan
Pekanbaru : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan
Jambi : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan
Palembang : Visibilitas 2,0 km, Udara Kabur
Pontianak: Visibilitas 5,0 km, Guntur
Palangkaraya: Visibilitas 6,0 km, Guntur dan hujan
Banjarmasin: Visibilitas 9,0 km, Cerah Berawan
Samarinda : Visibilitas 6,0 km, Cerah Berawan
Tanjung Selor : Visibilitas 7,0 km, Berawan
Jayapura : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

DEMIKIAN LAPORAN KAMI
Penanggung jawab Harian Posko :Direktur PKHL.
cc. -Ibu Dirjen PPI
-Kapusdatin

 

Sabtu, 18 Februari 2017

Yth. Ibu Menteri, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Sabtu Tanggal 18 Februari 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

A. DATA HOTSPOT
1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : 1 (Kab. Banyuasin) Sudah diperintahkan untuk digroundchek
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
Seluruh Indonesia : 1

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Sulawesi Selatan : 1 (Kab. Luwu Timur) Sudah diperintahkan untuk digroundchek
Seluruh Indonesia : 1

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : 1 (Kab. Nias) Sudah diperintahkan untuk digroundchek
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Sulawesi Selatan : 1 (Kab. Luwu Timur) Sudah diperintahkan untuk digroundchek
Seluruh Indonesia : 2

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017
(tanggal 1 Januari – 18 Februari 2017) berdasarkan :
a. Satelit NOAA : 160 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 241 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 81 titik / 33,61 %).
b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 103 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 873 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 770 titik/ 88,20 %).

B. KONDISI TERKINI
1. Prov. Riau
• Patroli udara Dalkarhutla di Provinsi Riau menggunakan Helikopter Bell 412

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 18 Februari 2017 seluas 668,42 Ha, terdiri dari :
• Prov. Sumut : 11,50Ha
• Prov. Riau :64,62 Ha
• Prov. Jambi : 15,00Ha
• Prov. Sumsel : 9,50Ha
• Prov. Kalbar : 151,97Ha
• Prov. Kalteng: 54,72 Ha
• Prov. Kalsel : 1,00 Ha
• Prov. Kaltim : -
• Prov. Kaltara : -
• Prov. Papua : -
• Prov. Sumbar : 2,0 Ha
• Prov. Sulsel : 2,75Ha
• Prov. Sultra : 364,97Ha

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)
1. Prov. Sumatera Utara
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
2. Prov. Riau
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 47,18 (Baik)
3. Prov. Jambi
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM 10 : 0 (Baik)
4. Prov. Sumatera Selatan
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
5. Prov. Kalimantan Barat
• Tidak ada indikasi Asap
• ISPU dengan standard PM10 : 24,19 (Baik)
6. Prov. Kalimantan Tengah
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
7. Prov. Kalimantan Timur
• Tidak ada indikas asap.
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)

E. STATUS KEDARURATAN
• Provinsi Riau terhitung tanggal 24 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 96 hari ke depan (sampai tanggal 30 April 2017).
• Provinsi Sumatera Selatan terhitung tanggal 31 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 274 hari ke depan (sampai tanggal 31 Oktober 2017).

F. WATER BOMBING
• Prov. Riau; kegiatan Water Boombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 15 Februari 2017 dengan rincian : 3 Sorti dan 28.800 Liter air yang di jatuhkan di Kab. Pelalawan.

G. HUJAN BUATAN/ TMC
• Sampai saat ini tanggal 18 Februari 2017 belum ada kegiatan TMC.

H. LAPORAN PATROLI TERPADU
• Sampai saat ini tanggal 18 Februari 2017 belum dilakukan kegiatan patroli terpadu dikarenakan masih dalam tahap persiapan. Namun dilakukan patroli mandiri yang dilakukan oleh Manggala Agni, TNI dan POLRI

I. REKAPITULASI PESAWAT
• Kementerian LHK telah menempatkan Satu Unit Helycopter Bell 412 di Provinsi Riau sejak tanggal 18 Januari 2017 hingga hari ini tanggal 18 Februari 2017 yang telah digunakan untuk patroli pengamanan kawasan hutan dan water boombing.
• *Hari ini, Sabtu tanggal 18 Februari 2017 Patroli Udara Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan serta Patroli Ilegal Logging di Taman Nasional Tesso Nilo dgn pesawat Helikopter Bell 412 yg disewa KLHK

J. MONITORING UDARA DAN CUACA
1. Cuaca :
Medan : Visibilitas 7,0 km, Berawan
Pekanbaru : Visibilitas ≥10 km, Berawan
Jambi : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan
Palembang : Visibilitas 4,0 km, Hujan
Pontianak: Visibilitas ≥10 km, Berawan
Palangkaraya: Visibilitas 8,0 km, Berawan
Banjarmasin: Visibilitas 9,0 km, Berawan
Samarinda : Visibilitas ≥10 km, Berawan
Tanjung Selor : Visibilitas 8,0 km, Berawan
Jayapura : Visibilitas ≥10 km, Berawan

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

DEMIKIAN LAPORAN KAMI
Penanggung jawab Harian Posko :
Direktur PKHL

 

Kamis, 16 Februari 2017

Yth. Ibu Menteri, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Kamis Tanggal 16 Februari 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

A. DATA HOTSPOT
1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : 5 (sdg dilakukan ground check)
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : 4 (Tim MA sdg melakukan ground check)
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Lampung : 1
.Prov. Bengkulu : 1
Seluruh Indonesia : 11

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Sulawesi Tengah : 1
.Prov. Aceh : 1
Seluruh Indonesia : 2

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : 1
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Sulawesi Tengah : 1
.Prov. Aceh : 1
Seluruh Indonesia : 3

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017
(tanggal 1 Januari – 16 Februari 2017) berdasarkan :
a. Satelit NOAA : 158 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 232 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 74 titik / 31,89 %).
b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 95 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 873 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 778 titik/ 89,11 %).

B. KONDISI TERKINI
1. Prov. Riau
• Patroli udara Dalkarhutla di Provinsi Riau menggunakan Helikopter Bell 412

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 16 Februari 2017 seluas 668,42 Ha, terdiri dari :
1. Prov. Sumut : 11,5 Ha
2. Prov. Riau : 64,62 Ha
3. Prov. Jambi ;15,0 Ha
4. Prov. Sumsel : 9,5 Ha
5. Prov. Kalbar;151,966 Ha*
6. Prov. Kalteng: 54,72 Ha
7. Prov.Kalsel : 1,0 Ha
8. Prov.Kaltim : -
9. Prov.Kaltara : -
10. Prov. Papua : -
11. Prov. Sumbar : 2,0 Ha
12.Prov. Sulsel : 2,75 Ha*
13.Prov. Sutra: 364,964 Ha*

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)
1. Prov. Sumatera Utara
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
2. Prov. Riau
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 37,87 (Baik)
3. Prov. Jambi
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM 10 : 0 (Baik)
4. Prov. Sumatera Selatan
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 4,50 (Baik)
5. Prov. Kalimantan Barat
• Tidak ada indikasi Asap
• ISPU dengan standard PM10 : 33,75 (Baik)
6. Prov. Kalimantan Tengah
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
7. Prov. Kalimantan Timur
• Tidak ada indikas asap.
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)

E. STATUS KEDARURATAN
• Provinsi Riau terhitung tanggal 24 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 96 hari ke depan (sampai tanggal 30 April 2017).
• Provinsi Sumatera Selatan terhitung tanggal 31 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 274 hari ke depan (sampai tanggal 31 Oktober 2017).

F. WATER BOMBING
• Prov. Riau; kegiatan Water Boombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 15 Februari 2017 dengan rincian : 3 Sorti dan 28.800 Liter air yang di jatuhkan di Kab. Pelalawan.

G. HUJAN BUATAN/ TMC
• Sampai saat ini tanggal 16 Februari 2017 belum ada kegiatan TMC.

H. LAPORAN PATROLI TERPADU
• Sampai saat ini tanggal 16 Februari 2017 belum dilakukan kegiatan patroli terpadu dikarenakan masih dalam tahap persiapan.

I. REKAPITULASI PESAWAT
• Kementerian LHK telah menempatkan Satu Unit Helycopter di Provinsi Riau sejak tanggal 18 Januari 2017 hingga hari ini tanggal 16 Februari 2017 yang telah digunakan untuk patroli pengamanan kawasan hutan dan water boombing.

J. MONITORING UDARA DAN CUACA
1. Cuaca :
Medan : Visibilitas 8,0 km, Berawan
Pekanbaru : Visibilitas ≥10 km, Berawan
Jambi : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan
Palembang : Visibilitas ≥10 km, Berawan
Pontianak: Visibilitas 8,0 km, Berawan
Palangkaraya: Visibilitas 9,0 km, Berawan
Banjarmasin: Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan
Samarinda : Visibilitas ≥10 km, Berawan `
Tanjung Selor : Visibilitas 9,0 km, Cerah Berawan
Jayapura : Visibilitas ≥10 km, Berawan

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

DEMIKIAN LAPORAN KAMI
Penanggung jawab Harian Posko :
Direktur PKHL
[21:41, 2/16/2017] Pak Suhaeri: Kpd Yth.
Ibu Menteri LHK RI,
Slmt malam

Ijin melaporkan Kegiatan Timsus Patroli Dalkarhutla hari Kamis tgl 16 Pebruari 2017 Wil. Kodim 1207/BS, Sbb :

1. Koramil Sui Raya.

Timsus Patroli Dalkarhutla melaks patroli dgn kekuatan sbb :

a. Personel
- TNI 4 org Dpp. Serma
Muryanto.

b. Alkap
- Senjata 1 pucuk SS1
- Sepada Motor 2 unit
- GPS 1

c. Kekuatan yang dilaks :
Timsus melaks patroli ke lahan masyarakat yg rawan kebakaran dan sosialisasi ttg larangan membakar lahan/hutan saat buka lahan kepada masyarakat di Ds. Arang Limbung.

2. Koramil Sui Kakap.

Timsus Patroli Dalkarhutla melaks patroli dg kekuatan sbb :

a. Personel.
- TNI 4 Dpp. Sertu Budi
ono.

b. Materiil
- Senjata 2 pucuk SS1
- Sepeda Motor 4 Unit
- GPS 1 unit

c. Kegiatan yg dilaks :
Timsus patroli Dalkarhutla melAksanakan Patroli ke lahan/hutan yg rawan kebaran dan sosialisasi ttg larangan membakar hutan/lahan saat buka lahan kepada masyarakat Ds. Rasau Jaya Umum.

3. Koramil Sui Ambawang.

Timsus Patroli Dalkarhutla melaks patroli dengan kekuatan sbb:

a. Personel :
- TNI 6 org Dpp. Pelda
Kardem.

b. Alpal :
- Sepeda motor 6 unit
- Senjata 2 Pucuk SS1.

c. Kegiatan yang dilaks :
Timsus patroli dalkarhutla melaks patroli ke lahan/hutan yang rawan kebakaran dan sosialisasi ttg larangan membakar lahan/hutan saat buka lahan kpd masyarakat Ds. Mega Timur.

4. Koramil Teluk Pakedai

Timsus Dalkarhutla melaks patroli dengan kekuatan sbb :

a. personel:
- TNI 4 org Dpp. Serda
Suwardi.

b. Alpal :
- Sepeda motor 4 unit
- Senjata 2 pucuk M16
- Gps 1 unit

c. Kegiatan yg dilaks :
Timsus patroli dalkarhutla melaksanakan patroli ke lahan /hutan yang rawan kebakaran dan sosialisasi ttg larangan membakar lahan/hutan saat buka lahan di Ds. Sui Deras.

5. Koramil Terentang.

Timsus Dalkarhutla melaks patroli dengan kekuatan sbb :

a. Personel :
- TNI 2 org Dpp. Serda
Arman.

b. Alpal :
- Sepeda motor 2 unit
- Senjata 2 Pucuk M16
- Gps 1 Unit

c. Kegiatan yang dilaks :
Timsus Dalkarhutla melaks patroli ke lahan/hutan yang rawan kebakaran dan sosialisasi ttg larangan membakar lahan/hutan saat buka lahan di Ds. Permata.

6. Koramil Kubu.

Timsus Dalkarhutla melaks patroli dengan kekuatan sbb :

a Personel :
-TNI 4 org Dpp. Pelda
Nasri.

b. Alpal :
- Sepeda motor 3 unit
- Senjata 2 Pucuk M16
- Gps 1 Unit

c. Kegiatan yg dilaks :
Timsus Dalkarhutla melaks patroli kelahab/hutan dan sosialisasi ttg larangan membakar lahan/hutan saat buka lahan Ds. Baharu Ambawang.

7. Koramil Batu Ampar.

Timsus Dalkarhutla melaks patroli dengan kekuatan sbb:

a. Personel :

- TNI 3 org Dpp. Serma
Tamyes

b. Alkap
- Senjata 2 pucuk M16.
- Sepeda motor 2 unit
- Gps 1 unit.

c. Kegiatan yg dilaks:
Timsus Dalkarhutla melaksanakan patroli ke lahan / hutan yg rawan kebakaran dan soaialisasi ttg larangan membakar lahan/hutan saat buka lahan di Ds. Batu Ampar.

Demikian yg kami laporkan mhn ump selamat malam

 

Rabu, 15 Februari 2017

Yth. Ibu Menteri, bersama ini kami sampaikan Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK, Hari Rabu Tanggal 15 Februari 2017 per jam 20.00 WIB Sbb :

A. DATA HOTSPOT
1. Informasi Hotspot dari Satelit NOAA per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Sulawesi Selatan : -
.Prov. Aceh; 1
Seluruh Indonesia : 1

2. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
Seluruh Indonesia : 0

3. Informasi Hotspot dari Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ≥80% per jam 20.00 WIB :
.Prov. Sumut : -
.Prov. Riau : -
.Prov. Jambi : -
.Prov. Sumsel : -
.Prov. Kalbar : -
.Prov. Kalteng : -
.Prov. Kalsel : -
.Prov. Kaltim : -
.Prov. Kaltara : -
.Prov. Papua : -
.Prov. Aceh; -
Seluruh Indonesia : 0

Perbandingan Total Jumlah Hotspot Tahun 2016 dan 2017
(tanggal 1 Januari – 15 Februari 2017) berdasarkan :
a. Satelit NOAA : 147 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 228 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 81 titik / 35,52 %).
b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% : 93 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 873 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 780 titik/ 89,34 %).

B. KONDISI TERKINI
1. Prov. Riau
• Patroli udara dan water boombing Dalkarhutla di Provinsi Riau menggunakan Helikopter Bell 412 menemukan lokasi kebakaran di Desa Pangkalan terap Kec. Teluk Meranti, Kab. Pelalawan Tikor : S. 00 13160 E.102.1729, luas kebakran : ± 17 hektar, Vegetasi : semak belukar dan ilalang, Kondisi saat ini api sudah bisa terkendali dan tinggal membasahi bekas kebakaran hingga padam total. Water boombing dilakukan sebanyak 3 Sorti dan 28.800 Liter air yang di jatuhkan. Hasil pantauan saat ini; masih terpantau beberapa titik Asap di Lokasi, Daerah sekitaran lokasi mulai mendung dan gerimis, Kondisi karhutla di sekitar terpantau lokasi aman terkendali.

C. DATA LUAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah melalui WA Grup Forum Kadaops, luas areal kebakaran hutan dan lahan yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 15 Februari 2017 seluas 666,42 Ha, terdiri dari :
1. Prov. Sumut : 11,5 Ha
2. Prov. Riau : 64,62 Ha
3. Prov. Jambi : 15,0 Ha
4. Prov. Sumsel : 9,5 Ha
5. Prov. Kalbar : 151,96Ha
6. Prov. Kalteng: 52,72 Ha
7. Prov.Kalsel : 1,0 Ha
8. Prov.Kaltim : -
9. Prov.Kaltara : -
10 .Prov. Papua : -*
11. Prov. Sumbar : 2,0 Ha
12.Prov. Sulsel : 2,75 Ha*
13.Prov. Sutra: 364,964 Ha*

D. ASAP LINTAS BATAS dan INFORMASI PARTIKULAT (PM10)
1. Prov. Sumatera Utara
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
2. Prov. Riau
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
3. Prov. Jambi
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM 10 : 0 (Baik)
4. Prov. Sumatera Selatan
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 44,73 (Baik)
5. Prov. Kalimantan Barat
• Tidak ada indikasi Asap
• ISPU dengan standard PM10 : 15,21 (Baik)
6. Prov. Kalimantan Tengah
• Tidak ada indikasi asap
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)
7. Prov. Kalimantan Timur
• Tidak ada indikas asap.
• ISPU dengan standard PM10 : 0 (Baik)

E. STATUS KEDARURATAN
• Provinsi Riau terhitung tanggal 24 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 96 hari ke depan (sampai tanggal 30 April 2017).
• Provinsi Sumatera Selatan terhitung tanggal 31 Januari 2017 telah menetapkan Status Siaga Darurat sampai dengan 274 hari ke depan (sampai tanggal 31 Oktober 2017)

F. WATER BOMBING
• Prov. Riau; kegiatan Water Boombing dilaksanakan pada tanggal 14 Februari – 15 Februari dengan rincian ; 3 Sorti dan 28.800 Liter air yang di jatuhkan di Kab. Pelalawan

G. HUJAN BUATAN/ TMC
• Sampai saat ini tanggal 15 Februari 2017 belum ada kegiatan TMC.

H. LAPORAN PATROLI TERPADU
• Sampai saat ini tanggal 15 Februari 2017 belum dilakukan kegiatan patroli terpadu dikarenakan masih dalam tahap persiapan.

I. REKAPITULASI PESAWAT
• Kementerian LHK telah menempatkan Satu Unit Helycopter di Provinsi Riau sejak tanggal 18 Januari 2017 hingga hari ini tanggal 15 Februari 2017 yang telah digunakan untuk patroli dan water boombing untuk pengamanan kawasan hutan.

J. MONITORING UDARA DAN CUACA
1. Cuaca :
Medan : Visibilitas 5,0 km, Udara kabur
Pekanbaru : Visibilitas ≥10 km, Berawan
Jambi : Visibilitas ≥10 km, Berawan
Palembang : Visibilitas ≥10 km, Berawan
Pontianak: Visibilitas 5,0 km, Guntur dan hujan ringan
Palangkaraya: Visibilitas 8,0 km, Berawan
Banjarmasin: Visibilitas 8,0 km, Berawan
Samarinda : Visibilitas 7,0 km, Cerah Berawan`
Tanjung Selor : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan
Jayapura : Visibilitas ≥10 km, Cerah Berawan

Laporan selengkapnya kami kirimkan dalam versi Email.

DEMIKIAN LAPORAN KAMI
Penanggung jawab Harian Posko :
Direktur PKHL


Berita Terkait

Informasi Lainnya

Statistik Website

Membuat script counter dengan Gambar

Pengunjung Hari Ini (Visitor today)
Kemarin (Yesterday)
Total Pengunjung (Visit)

Galeri Foto dan Video