Menganyam Purun, Salah Satu Upaya Melestarikan Gambut di Banjarbaru

admin 13:15:23 Lingkungan Hidup dan Kehutanan
img

BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, 25/6/2018)_Menganyam purun, tanaman rawa menjadi salah satu upaya dalam melestarikan gambut. Hal ini disampaikan Safinah S. Hakim peneliti pertama Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru, yang menjelaskan ada 3 fungsi pemanfaatan purun di lahan gambut, yaitu dari segi ekologis, sosial ekonomi, dan budaya.

“Dari segi ekologis, adanya budidaya purun ini dapat memelihara kondisi asli dari hutan rawa gambut sehingga fungsi hidrologis gambut tetap terjaga. Dengan demikian, sehingga kelestarian flora fauna, juga mikroba yang ada di habitat tersebut juga lestari,” kata Safinah di kantornya.

Untuk fungsi sosial ekonomi, dengan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat yang melakukan usaha kerajinan purun ini sehingga masyarakat mendapatkan pekerjaan yang berkelanjutan. “Hal ini tentu saja berdampak positif untuk mengurangi resiko pembukaan lahan gambut yang seringkali menjadi penyebab utama kebakaran gambut,” tambah Safinah.

Sedangkan dari segi budaya, pemanfaatan purun berarti juga melestarikan budaya turun menurun leluhur dalam kerajinan mengayam yang nilai budayanya cukup tinggi.

Safinah mengatakan, pemanfaatan purun sebagai bahan kerajinan sudah diwariskan secara turun-temurun di beberapa daerah. Berdasarkan hasil penelitian, purun memiliki kemampuan digunakan sebagai bahan kerajinan karena sifatnya yang awet dengan kandungan lignin sebanyak 26,4% dan kandungan selulosa sebanyak 32,62%.

“Selain bermanfaat secara langsung, ternyata purun juga memiliki berbagai manfaat ekologis antara lain sebagai penyerap limbah beracun, pupuk organik, perangkap hama padi dan juga biofilter,” jelas Safinah.

Salah satu wilayah yang mengolah purun menjadi barang kerajinan bernilai tambah adalah Kampung Purun di Kelurahan Palam, Cempaka, Kota Banjarbaru. Manfaat purun dalam menyejahterakan masyarakat semakin dirasakan setelah dikukuhkannya Kampung Purun sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Banjarbaru oleh Walikota Banjarbaru yang diwakili oleh Camat Cempaka pada tanggal 22 Januari 2016.

Dengan inisiatif masyarakat dan dukungan pemerintah melalui berbagai pelatihan, pengrajin purun semakin semangat dalam berinovasi sehingga produk yang dihasilkan sekarang lebih kreatif, beragam, serta dapat memenuhi keinginan pasar.

“Masyarakat Kampung Purun bahu-membahu membuat alat penumbuk otomatis sehingga produksi purun yang dihasilkan dapat lebih baik dari segi kuantitas dan kualitas,” kata Safinah. Beberapa produk yang dihasilkan oleh masyarakat Kampung Purun Palam antara lain tikar, topi, tas (bakul, kampil, anjat), alas meja, alas piring makan, map kertas, pot, dll.

Beberapa kerajinan juga semakin menarik dengan sentuhan warna juga dipadu dengan kerajinan decoupage. Kondisi ini tentu saja berbeda dengan pengrajin purun dulu yang hanya dapat membuat bakul dan tikar dengan motif yang monoton.

Saat ini, masyarakat kampung purun yang kian inovatif dan berkembang sudah mulai menarik para wisatawan pecinta produk kreatif untuk berkunjung ke tempat ini. Kerajinan purun yang dinilai ecofriendly  juga telah mulai dilirik wisatawan manca negara dan bahkan ekspor akan produk ini terus meningkat tiap tahunnya.***

Sumber: Litbang KLHK

Informasi lainnya klik disini


Berita Terkait

Informasi Terpopuler

Statistik Website

Membuat script counter dengan Gambar

Akses Hari Ini (Visitor today)
Akses Kemarin (Yesterday)
Total Pengunjung (Visit)

Galeri Foto dan Video