Dirjen KSDAE Buka Lokakarya Nasional The Future of Unreleaseable Orangutans

admin 13:46:04 Lingkungan Hidup dan Kehutanan
img

Putussibau, 15 April 2018. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidupdan KehutananWiratno mengapresiasi inisiatif terselenggaranya Lokakarya Nasional membahas masa depan orangutan yang tidakdapat dilepasliarkan. Hal ini disampaikannya saat membuka Lokakarya Nasional “The Future of Unreleaseable Orangutans” yang diselenggarakan oleh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarumbekerjasama denganYayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOSdiSintangSelasa (17/4)Dijelaskannya, lokakarya ini merupakan wadah bagi pakarorangutan untuk beradu gagasan bagaimana membangun rumah yang layak bagi unreleaseable orangutan. “Memberikan alternatif-alternatif solusi dalam memberikan kehidupan yang layak bagi unreleasable orangutans untuk dapat menikmati kebebasannya tanpamengganggu keseluruhan populasi di alam” terangnya.

Lebih lanjut mantan Direktur Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial ini berpendapat bahwa kawasan konservasi termasuk Taman Nasional memiliki fungsi pengawetan keanekaragaman hayati. Contoh nyata YPOS melalui Sintang Orangutan Centre (SOC) telahmelepasliarkan kembali 3 orangutan hasil rehabilitasi sekolah alamnya di DAS Mendalam kawasan TNBK. JojoJuvi dan Momo namaketiga orangutan tersebut telah kembali menjadi orangutan liar setelah bertahun-tahun dipelihara oleh manusia. “Kawasan tersebutbisa dijadikan tempat pelepasliaran bagi orangutan yang telah lulus dan dianggap mampu untuk bertahan hidup di habitat alaminyajelasnyaNamunWiratno berharap ada pendekatan yang sama juga terhadap orangutan yang kondisinya cacat baikfisikmaupun cacat perilaku sehingga tidak mampu bertahanhidup di alam namun mereka juga menikmati kehidupan di alambebasdengan keterbatasan-keterbatasan yang ada. “Perlu dicari solusi-solusi jangka panjang bagi unreleasable orangutans karena tidakmungkin kita biarkan mereka terus-menerus di dalam kandang selama hidupnya” ujarnya.

Di Kalimantan Barat, diperkirakan terdapat sekitar 4.520 individu untuk sub jenis Pongo pygmaeus pygmaeus dan 15.810 individuPongo pygmaeus wurmbii, yang tersebar di dalam dan di luar kawasan konservasiStatus dua spesiesPongo pygmaeus pygmaeus danPongo pygmaeus wurmbii naik dari Endangered menjadi Critically Endangered. Naiknya status ini disebabkan adanya konversi dankebakaran habitat serta perburuan. Untuk Kalimantan Barat, selama 10 tahun dari 2004-2014 menunjukkan angka 145 orangutan yang diperdagangkan disekitar Taman Nasional Gunung Palung yang dapat mengakibatkan orangutan tersebut tidak dapat dilepas liarkanke alam bebas  (Freund, Rahman, Knott, 2016). Selama ini  beragam fasilitas yang ditawarkan oleh pusat-pusat rehabilitasi danlembaga konservasi lama-kelamaan tidak sanggup lagi menampung orangutan yang dititipkan dan ada desakan membuat sanctuarybagi merekaBeberapa solusi telah ditawarkan salah satunya adalah pembuatan sanctuary orangutan agar dapatdilepasliarkan namun tidak mengganggu keseluruhan populasi” ujar WiratnoLokakarya ini menghadirkan para pakar dibidangperlindungan orangutan diantaranya Direktur Konservasi Keankeragaman Hayati (KKH), Forum Orangutan Indonesia (FORINA), Sintang Orangutan Centre (SOC) serta perwakilan Balai Besar Taman Nasional Betung kerihun dan Danau Sentarum.

Kunjungan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam danEkosistem (KSDAE) Kementerian LHK di Kalimantan Barat ditandai aksikonservasi berupa pelepasliaran Ikan ArwanaKawasan Taman Nasional danau sentarum habitat alamiah ikan yang memiliki hargatinggi di pasaran ini. Penangkapan ikan arwana yang masif tanpa mengindahkan prinsip kelestarian menjadi faktor utamamenurunnya populasi Arwana di Danau terbesar di Kalimantan ini. Dalam keterangannya kepada media sesaat setelah acaraDirjenKSDAE Wiratno menegaskan komitmen instansinya menjadi yang terdepan dalam menjaga keberadaan satwa yang terancam punahini. “(acaraini merupakan wujud nyata komitmen instansi dibawah DitjenKSDAE untuk meningkatkan populasi arwana di alam” tegasnyaSebanyak 10 indukan ikan Arwana jenis Super Red (Scleropages formosus) dilepasliarkan kembali di Desa Vega yang masukke dalam zona tradisional TNDS. Indukan ini hasilbsumbangan dari penangkar lokal yang berkomitmen tinggi melestarikan Ikanendemik Danau Sentarum ini.

Dalam rangkaian kunjungan ke wilayah TNDS, Wiratno juga melakukan pembinaan pegawai lingkup BBTN Bentarum di Resort Tekenang. 10 paradigma baru pengelolaan kawasan konservasi yaitu Masyarakat Sebagai SubyekPenghormatan pada HAM, Kerjasama Lintas Eselon I, Kerjasama Lintas KementerianPenghormatan pada Budaya dan AdatMultilevel Leadership, Scientific Based Decision Support System, Resort (Field) Based Management, Rewards and Mentorships, dan Learning OrganizationParadigmabaru ini menegaskan ketiadaan formula tunggal dalam mengelola kawasan konservasi serta fakta bahwa masyarakat yang menjadipelaku utama konservasi. Selain memberikan arahan, Pak Wir juga akan melepas tim Eksplorasi Terpadu Biodiversitas Bukit Semujan dan studi Sosial Ekonomi masyarakatnyaTim terdiri dari parapejabat fungsional lingkup BBTN Bentarum (PEH, Polhutdan Penyuluh) yang melakukan eksplorasi selama 10 hari di Bukit Semujan kawasan TNDS.

Mengakhiri rangkaian kunjungannya ke Kapuas Hulumantan Kepala Balai Besar KSDA NTT ini akan melihat program masyarakatmandiri energi berbasis Biogas di Desa Manua Sadap kawasan penyangga TNBK. Program ini merupakan kolaborasi antara BBTN Bentarum dengan International Tropical Timber Organization ( ITTO). Selama ini masyarakat desa tersebut menggunakan diesel berbahan bakar minyak yang tidak ramah lingkungan serta mahal. Dengan adanya biogas, saatini masyarakat telah mampumengembangkan sumber ekonomi produktif seperti menenunmembuat dodol papaya dan keripik rebung serta kerajinan tangan.

Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)

Informasi lainnya klik disini


Berita Terkait

Informasi Terpopuler

Statistik Website

Membuat script counter dengan Gambar

Akses Hari Ini (Visitor today)
Akses Kemarin (Yesterday)
Total Pengunjung (Visit)

Galeri Foto dan Video