KLHK Tingkatkan Peran Masyarakat Cegah Karhula

admin 14:37:31 Lingkungan Hidup dan Kehutanan
img

Bimbingan teknis Fasilitator bagi Manggala Agni se-Provinsi Jambi, Selasa (13/3) dilaksanakan di Kantor Manggala Agni Daops Bukit Tempurung. Pelatihan yang akan berlangsung selama tiga hari ini, dilaksanakan dengan mengundang i-i Network sebagai narasumber. Bimbingan teknis fasilitasi ini sebagai penunjang personil Manggala Agni lebih mudah untuk menyatu dengan masyarakat. Pelatihan Fasilitator sendiri dilaksanakan dengan konsep melakukan pendekatan agar masyarakat bisa menggali potensi yang ada di wilayahnya sehinga bisa beralih untuk tidak membakar hutan dan lahan.

Raffles B. Panjaiatan, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan mengungkapkan pendekatan kepada masyarakat menjadi salah satu solusi dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Pendekatan yang intensif dan solusi yang digali akan merubah kebiasanaan masyarakat dalam pembukaan dan pembersihan lahan dengan cara membakar,” tuturnya.

Bimbingan teknis ini mengajarkan Manggala Agni tentang teknik pendekatan kepada masyarakat secara sistematis, membaur, dan mencari solusi bersama pengganti aktivitas membakar hutan dan lahan. Bimbingan teknis fasilitator ini diikuti oleh 35 personil Manggala Agni yang merupakan perwakilan dari lima daops meliputi Daops Kota Jambi, Bukit Tempurung, Muara Tebo, Sarolangun, dan Muara Bulian. Tiap Daops mengirimkan tujuh anggotanya untuk mengikuti pelatihan fasilitotor.

Disampaikan Raffles, pelatihan ini merupakan pelatihan kedua setelah Februari dilaksanakan di Banjarmasin, kemudian nanti akan dilanjutkan di Kalimantan Timur. Teknik fasilitasi ini diharapkan dapat diterapkan oleh Manggala Agni dalam upaya pencegahan seperti patroli terpadu dan sosialisasi.

Pelaksanaan patroli terpadu, pada tahun 2018 sudah dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Barat dengan mendirikan 60 posko desa yang melibatkan empat daops Manggala Agni. Keempat daops meliputi Daops Pontianak, Singkawang, Sintang, dan Ketapang. Patroli terpadu yang merupakan program dari KLHK diharapkan dapat menjadi pintu masuk Manggala Agni untuk membaur dengan masyarakat. Sebagai ujung tombak pengendalian karhutla di tingkat tapak, Manggala Agni diharapkan dapat membaur dengan masyarakat untuk menjaga hutan dan lahan dari kebakaran.

Pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK pada Selasa (13/02/2018) pukul 20.00 WIB, mencatat terdapat 1 titik hotspot yang terpantau satelit NOAA19 di Sulawesi Selatan.

Satelit TERRA-AQUA (NASA) menunjukkan 2 titik hotspot yang berlokasi di Sumatera Utara

Sampai dengan 13 Februari 2018, pantauan Satelit NOAA mencatat jumlah hotspot sebanyak 319 titik di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2017 jumlah hotspot sebanyak 188 titik. Terdapat kenaikan jumlah hotspot sebanyak 131 titik atau 69,68%.

Sedangkan berdasarkan pantauan satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ≥80% terpantau sebanyak 377 titik, pada periode yang sama tahun 2017 jumlah hotspot sebanyak 212 titik. Terdapat kenaikan jumlah hotspot sebanyak 165 titik atau 77,83%. (Hery Purnomo)

Sumber: Ditjen PPI KLHK

Informasi lainnya klik disini


Berita Terkait

Informasi Terpopuler

Statistik Website

Membuat script counter dengan Gambar

Akses Hari Ini (Visitor today)
Akses Kemarin (Yesterday)
Total Pengunjung (Visit)

Galeri Foto dan Video