Zoological Society of London Gandeng BP2LHK Palembang Desain Konsep Pengelolaan Lanskap Terpadu di Sumsel

admin 09:39:05 Lingkungan Hidup dan Kehutanan
img

BP2LHK Palembang (Palembang, Maret 2018)_Zoological Society of London (ZSL) menggandeng Balai Litbang LHK (BP2LHK) Palembang dalam mendesain konsep pengelolaan lanskap terpadu di Sumsel. BP2LHK Palembang akan dilibatkan dalam mendesain tiga target utama, yaitu perhutanan sosial, pengelolaan lahan gambut dan agroekologi.

Dalam diskusi di Kantor ZSL, Kamis (08/03/2018), Manager Livelihood ZSL, Wijaya Asmara berharap, dengan adanya diskusi yang melibatkan peneliti BP2LHK Palembang sebagai institusi riset, dari masing-masing target akan dimunculkan suatu paket desain kegiatan yang berkelanjutan.

“Lokasi kegiatan yang akan dikelola mewakili karakteristik lanskap berbeda, sehingga treatment-nya pun harus juga berbeda,” kata Wijaya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BP2LHK Palembang yang diwakili oleh Kepala Seksi Data Informasi dan Kerjasama, Anita Silalahi, SP., M.Si menyambut baik peluang kerjasama ini. Peneliti BP2LHK Palembang, Nur Arifatul Ulya, S.Hut., ME menambahkan bahwa kerjasama yang akan dibangun secara bersama-sama oleh para pihak ini diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih kompherensif dan bermanfaat bagi penghidupan masyarakat (sustainablelivelihood).

Terkait itu, peneliti sosial ekonomi BP2LHK, Dr. Edwin Martin, S.Hut., M.Si, menegaskan bahwa kerjasama yang akan dibangun ini benar-benar berupa sama-sama bekerja, bukan satu pihak kerja ‘sama’ pihak lain.

“Selain bisa menguatkan kedua institusi, (kerja sama ini) juga diharapkan terjadi transfer pengetahuan dan pengalaman kedua belah pihak,” tegas Edwin.

Beberapa kegiatan yang berpotensi untuk dikerjasamakan antara lain, target perhutanan sosial untuk Desa Muara Medak dan Lubuk Bintialo. Kegiatan ini meliputi tahapan identifikasi sosial ekonomi masyarakat, penguatan kapasitas masyarakat, pembangunan demplot percontohan, serta evaluasi program dan penyusunan modul dan replikasi.

Target pengelolaan gambut untuk Desa Muara Merang dan Karang Agung meliputi workshop pengelolaan lahan gambut untuk kebutuhan ekonomi dan ekologi, pembuatan demplot, serta monitoring dan evaluasi pengelolaan lahan gambut. 

Sedangkan untuk target agroekologi di lakukan di Desa Muara Medak, Mendis, Pulai Gadis, Mangsang, Kepayang, Muara Merang, Lubuk Bintialo dan Tabala Jaya. Kegiatannya meliputi peningkatan teknologi komoditi dengan sosialisasi dan analisis sosial ekonomi masyarakat, peningkatan kapasitas pengetahuan kelompok masyarakat dalam akses dan pemanfaatan lahan, persiapan implementasi demplot, pelatihan/sekolah lapang di tingkat desa, pembuatan dan pengelolaan demplot, exit strategies (business plan/Access to market) dan monitoring dan evaluasi kegiatan.

Sebagaimana diketahui, konsep pengelolaan lanskap terpadu menjadi hal yang penting belakangan ini. Bukan hanya sebagai salah satu topik utama dalam transparansi kebijakan nasional, gagasan ini juga menjanjikan suatu perubahan yang besar dalam upaya mewujudkan keberlanjutan pengelolaan lingkungan.

Pengelolaan lanskap terpadu digunakan untuk mengatasi tantangan-tantangan pengelolaan sumber daya alam besar di banyak lanskap. Lanskap juga harus memenuhi kebutuhan berbagai pemangku kepentingan untuk tujuan produksi, konsumsi dan lingkungan hidup yang sangat terkait satu sama lain.

Oleh karena itu, kerja sama pengelolaan lanskap terpadu perlu melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kemitraan yang terlibat mencakup sektor swasta, masyarakat sipil, dan pemerintah. Tingkat kerja sama yang dilakukan juga berbeda-beda, mulai dari berbagi informasi dan konsultasi, hingga model yang lebih formal dengan pengambilan keputusan dan pelaksanaan bersama.***SOE

Sumber: Litbang KLHK

Informasi lainnya klik disini


Berita Terkait

Informasi Terpopuler

Statistik Website

Membuat script counter dengan Gambar

Akses Hari Ini (Visitor today)
Akses Kemarin (Yesterday)
Total Pengunjung (Visit)

Galeri Foto dan Video